Minggu, 13 Mei 2018

[Review Film] - Padmaavat 2018

Cantiknya Padmaavat
Sumber : Something Haute

Padmaavat adalah salah satu film India yang berhasil mengundang kontroversi. Maklum saja,  film ini bercerita tentang Alauddin Khilji, seorang raja Muslim pada abad ke-16 yang jatuh cinta kepada Padmavati, istri Raja Ratan Singh yang menganut agama Hindu.
Padmaavat kembali mempertemukan Ranveer Singh dan Deepika Padukone, setelah sebelumnya berhasil mensukseskan film berlatar belakang sejarah,  Goliyon Ki Raasleela Ram-Leela dan Bajirao Mastasi.

Selain Deepika dan Ranveer,  film ini juga dibintangi oleh Shahid Kapoor yang berperan sebagai suami sekaligus Raja Ratan Singh.

Sumber : Firstpost

Dengan durasi 163 menit,  penonton dimanjakan dengan efek film yang menurut saya lumayan menarik. Belum lagi acting Ranveer Singh sebagai seorang raja yang keras,  tegas,  dan selalu berusaha semaksimal mungkin mendapatkan apa yang ia mau,  meskipun dengan cara tidak halal. Untuk menjadi seorang raja, Sultan Alauddin Khilji membunuh dengan keji Sultan sebelumnya. Padahal Sultan tersebut merupakan mertuanya lho,  guys. Kebayang gimana sedihnya perasaan sang istri. Tapi sang istri tetap berusaha tegar meskipun sang ayah telah tiada, ditambah fakta bahwa sang suami ternyata tidak mencintainya.

Di daerah lain,  Raja Ratan Singh dan Padmaavat hidup bahagia. Raja Ratan Singh adalah seorang raja yang bijaksana,  sedang sang ratu begitu pintar,  elegan,  berkelas,  dan cantik! Meskipun Padmaavat merupakan istri kedua.
Lagian siapa sih yang meragukan kecantikan Deepika?  Menurut saya kecantikannya kian terpancar bila memainkan peran berlatar belakang sejarah. Baju-bajunya,  bo!  Elegan dan glamor banget. Pas ditubuhnya. Perfect!

Padmaavat merupakan salah satu film mahal yang pernah dibuat cineas India. Tapi kalau menurut saya,  Ram-Leela masih jauh lebih menyentuh hati.

Di sini,  Ranveer Singh sangat mendominasi. Perannya yang tergolong 'brutal' dimainkan dengan apik. Belum lagi tampilan wajah serta fashionnya yang menurut saya oke punya.

Karena suatu hal,  Alauddin Khilji menginginkan Padmaavat. Padahal ia sudah punya istri,  sedang Padmaavat memiliki suami. Berbagai cara termasuk berperang pun ia lakukan untuk bisa menemui Padmaavat. Tentu saja sang suami geram. Apalagi di masa itu seorang ratu tidak boleh keluar dari kerajaannya apalagi bertatap muka dengan lelaki dari luar kerajaan.

Padmaavat mulai dapat banyak scene hampir di pertengahan cerita. Ia berjuang untuk membebaskan suaminya yang ditahan Alauddin di kerajaannya. 

Sumber: Australasian Muslim Times

Ending cerita lumayan menegangkan. Setelah Raja Ratan Singh berhasil dibunuh oleh Alauddin,  Padmaavat beserta seluruh perempuan di istana tersebut melakulan Jauhar,  yakni pengorbanan diri secara massal untuk menghindari perbudakan dan perkosaan.

Mereka membakar diri karena pasangan mereka kalah di medan perang.  Hal itu juga termasuk salah satu bukti kesetiaan mereka pada suami.

Kasihan sekalilah si Alauddin ini. Udah perang mati-matian,  eh tak jua bisa memiliki Padmaavat. Itu artinya,  jangan terlalu egois. Kalau udah ada kata 'terlalu',  pasti endingnya not good.


So, bila penasaran dengan kisah cinta yang satu ini, bolehlah ditonton.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis