Sunday, November 8, 2020


 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

 

Pandemi seperti sekarang ini memang paling asyik mengikuti kelas daring. Alhamdulillah sejak April 2020, saya aktif menjadi mentor kelas menulis online, baik fiksi atau nonfiksi. Namun, permintaan untuk untuk mengadakan kelas privat menulis buku mulai berdatangan sejak Juli 2020. Bagi saya, ini adalah peluang, amanah, sekaligus momen untuk saya belajar lebih baik lagi dalam hal menulis sekaligus mengajar. 

 

Menulis novel bukanlah pekerjaan gampang. Meski suka baca, belum tentu bisa menulis. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Mulai dari tema, premis, tokoh, karakter, setting, alur, dan masih banyak lainnya. 

 

Sudah coba menulis tapi mandeg di tengah jalan?

Naskah dibaca lagi namun tidak ada feel-nya?

Menuliskan kisah pribadi tapi tidak tahu caranya?

Dan berbagai pertanyaan lainnya.

 

Sekarang saya membuka jasa privat menulis novel yang targetnya peserta mampu:

  1. Membuat sinopsis dan outline.
  2. Mengembangkan tulisan bab per bab hingga selesai.
  3. Menguasai teknik penulisan novel.
  4. Mampu mengedit naskah sendiri.
  5. Membuat naskah dilirik penerbit mayor.


Kelas Privat Menulis Novel Online:


  • Belajar melalui Email atau WA.
  • Modul materi lengkap penulisan novel.
  • Peserta bebas menentukan jadwal privat.
  • Pelatihan maksimal 3 bulan hingga naskah selesai.
  • Bebas konsultasi selamanya.
  • Mendapat 2 eks buku karya mentor.

  

Sistematika Mentoring

  • Setiap tahapan penulisan dikerjakan maksimal tiga hari. Mulai dari premis, sinopsis, outline, prolog, hingga bab per bab.
  • Setelah penulisan naskah selesai tahap demi tahap, peserta mengirim hasil ke mentor, selanjutnya mentor akan memberi koreksi dan masukan untuk diperbaiki.
  • Waktu untuk mentor mengoreksi selambat-lambatnya tiga hari setelah tugas dikirim peserta.
  • Peserta yang sudah mendaftar namun tidak mau aktif belajar, bahkan memilih berhenti di tengah jalan, maka uang privat tak dapat dikembalikan.
  • Bila ada alasan mendesak atau terjadi sesuatu hal tak terduga yang menyebabkan peserta atau mentor tidak dapat menyelesaikan sesuai waktu yang telah disepakati, waktu privat dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak. 
     
     
     


Berapa biayanya?

Rp 1.500.000,-

 Potongan biaya per Desember 2020 menjadi  

Rp 999.999,-

 

Profil Mentor

Eva Riyanty Lubis

  • Menulis lebih dari 40 buku fiksi dan nonfiksi terbit mayor.
  • Menulis ratusan cerpen, puisi, dan artikel diberbagai media.
  • Perwakilan Sumut dalam penulisan buku Seri Pengenalan Budaya Nusantara oleh Kemendikbud, 2016.
  • Penerima Residensi Penulis Indonesia oleh Komite Buku Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Papua, 2019.
  • Beberapa kali memenangkan lomba menulis dan blog.

 


Cara pendaftaran:

Transfer biaya ke : BNI 3346-53064 an. Eva Riyanty Lubis

Kirim bukti transfer sekaligus nama dan alamat ke WA 085270040550.


·         


 

 



Wednesday, November 4, 2020

 


 

Ngerasa nggak sih di tengah pandemi ini ada banyak hal yang berubah?

 

Salah satunya pemasukan. 

 

Sebelum pandemi bisa dapat sekian, eh saat pandemi muncul, penghasilan pun menurun. 

 

Malah tak sedikit teman-teman saya yang di PHK. 

 

Sedihnya bukan main. 

 

Padahal nyari kerja tidaklah mudah. 

 

Pandemi secara tidak langsung nyuruh kita untuk pintar nyari peluang. 

 

Harus kreatif bin inovatif. 

 

Kalau masih mempertahankan cara-cara lama, kita bisa tertinggal. 

 

Mana pengeluaran jalan terus. 

 

Pemasukan masih pas-pasan. Eh, kadang kala kurang alias minus.

 

Sedih?

 

Pasti!

 

Mau ngutang?

 

Zaman now, siapa yang mau ngasih utang sih?

 

Semua pada punya masalah keuangan masing-masing. 

 

Tapi ndak semua ngasih tahu alias curcol di medsos. 

 

Lagian kalau bisa, jangan ngutang-lahh.

 

Sebagai ibu-ibu kreatif, marilah kita memaksimalkan segala peluang. 

 

Khususnya bagi kamu yang suka menulis. 

 

Saat ini, novel daring tengah di atas awan. 

 

Manfaatkan!

 

Emang nulis di sana bisa dapat cuan??

 

Alhamdulillah bisa. 

 

Memang prosesnya tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan. 

 

Butuh kerja keras maksimal. 

 

Intinya, setiap usaha memang kudu dimaksimalin agar hasilnya sesuai apa yang kita harapkan. 


Bagi kamu yang suka nulis novel, yuk nulis di aplikasi Joylada. 

Saya baru mengenal aplikasi ini beberapa hari lalu. 

Telat, sih. Tapi lebih baik telat daripada enggak kenal sama sekali.

πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

Joylada  

 

Yang mau baca tulisan saja, boleh juga lho mampir 😍

Suami Kedua 


Terjerat Cinta Pertama



Lantas, dapat penghasilannya dari mana?

- Pembaca

- Koin 

- Candy 

 

Yuk, nulis mulai dari sekarang πŸ’—πŸ’ͺ

 

Wednesday, October 21, 2020

TELAH DIBUKA!


KELAS DARING CERPEN 

Tema: Menulis cerpen dalam satu jam 

 



πŸ’Ÿ BELAJAR 04 s/d 06 NOVEMBER 2020.

πŸ’Ÿ 11.00 - 12.30 WIB.

πŸ’Ÿ WAG.

 πŸ‘‰ PESERTA TERBATAS πŸ‘ˆ


Ingin jadi penulis tapi tidak tahu cara untuk memulai?

Alhamdulillah setelah perundingan cukup panjang, kami hadir untuk menjawab solusi teman-teman. Kelas Daring Cerpen mengundang Rizki Muliani Nasution sebagai narasumber. Rizki Muliani Nasution, S.Pd merupakan seorang ibu, penulis, sekaligus tutor Bahasa Inggris di Adzkia Learning Center. Telah menulis cerpen diberbagai media cetak dan online.

Pada kelas ini, akan diajarkan bagaimana caranya menuntaskan cerpen dalam waktu satu jam. Target Kelas Daring Cerpen adalah tulisan peserta bisa tembus media massa, menang lomba, masuk antologi, bahkan bisa menulis buku sendiri.

Kelas ini cocok buat teman-teman yang ingin belajar menulis cerpen. Teman-teman akan diajarkan menulis cerpen yang asyik, sekaligus praktik. Narasumber akan mengevaluasi cerpen peserta satu-persatu.

Yang mau belajar menulis cerpen mulai dari nol, boleh gabung di kelas ini.

Ingin DAFTAR?

Ketik: DAFTAR KDC

WA 0852 7004 0550




Monday, August 10, 2020

Berlibur adalah waktu paling pas untuk rihat sejenak dari berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Dewasa ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang memilih berlibur ke luar negeri dibanding dalam negeri. Alasannya karena tiket pesawat lebih murah, kemudahan pemesanan hotel dengan harga beragam, dan banyaknya destinasi wisata yang bisa dipilih. Memang hal ini benar adanya. Namun sebagai masyarakat Indonesia yang mencintai negaranya, sudah sepantasnya kita turut serta memperkenalkan berbagai daerah pariwisata di negara ini kepada khalayak dalam hingga luar negeri.

Puncak Jaya merupakan salah satu kabupaten yang berada di kawasan pegunungan tengah Provinsi Papua. Daerah pedalaman Papua ini memiliki keindahan alam tiada tara, kekayaan flora fauna, hasil hutan, hasil tambang, sekaligus adat budaya yang sangat khas. Tak heran keindahannya juga sering disebut sebagai kepingan surga.

Pertama kali menginjakkan kaki di Puncak Jaya, saya langsung takjub tak berkedip. Sungguh, daerah ini sangat indah. Puji syukur tak terhingga saya ucapkan berkali-kali kepada Sang Pencipta atas ciptaan-Nya yang sangat luar biasa. Saya yakin, bahwa siapa saja yang menginjakkan kaki di tanah Puncak Jaya, pasti akan berpikiran sama. Keindahannya membuat siapa saja jatuh cinta. Tak heran pendatang yang tinggal di sini bisa betah hingga bertahun-tahun lamanya.

Puncak Jaya sendiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua, dengan ibukota terletak di distrik Kota Mulia. Puncak Jaya terdiri dari dari delapan distrik, yakni Distrik Mulia, Distrik Ilu, Distrik Fawi, Distrik Mewoluk, Distrik Yamo, Distrik Tingginambut, Distrik Torere, dan Distrik Jigonikme. Adapun suku asli yang mendiami kawasan pegunungan tengah ini antara lain Suku Dani, Suku Lani, Suku Damal, Suku Dawa, Suku Nduga, Suku Turu, dan Suku Wano. Sedangkan sisanya berupa pendatang dari berbagai daerah.

 Berlibur ke daerah perkotaan mungkin sudah biasa. Tidak ada salahnya bagi Anda, pecinta keindahan Indonesia, untuk menginjakkan kaki ke pedalaman Papua, yakni Puncak Jaya. Meskipun termasuk daerah pelosok, tempat ini menawarkan keindahan yang tidak akan membuat Anda kecewa. Berikut beberapa tips berlibur ke Puncak Jaya Papua yang bisa Anda jadikan panduan:

  1. Cari Kenalan yang Tinggal di Puncak Jaya Terlebih Dahulu

Bila Anda ingin berlibur ke Puncak Jaya secara solo alias tanpa travel agent, maka Anda harus mencari kenalan berupa mereka yang tinggal di Puncak Jaya terlebih dahulu. Tujuannya agar Anda lebih dimudahkan ketika sudah tiba di daerah ini. Tak usah ragu sebab hingga kini, sudah banyak pendatang di Puncak Jaya Papua. Saya sendiri banyak menemukan pendatang yang berasal di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Timur, Manado, Makassar, Flores, dan masih banyak lainnya.

  1. Pemilihan Transportasi

Untuk tiba di Puncak Jaya, bisa dibilang butuh perjuangan panjang sebab transportasi tidak selalu ada. Bila ingin menggunakan pesawat, maka Anda harus bersabar sebab hanya ada satu pesawat kecil dalam satu minggu yang beroperasi menuju Puncak Jaya. Itupun Anda harus memesannya jauh hari sebelum keberangkatan. Anda bisa berangkat ke Puncak Jaya dari Wamena, Nabire, atau Jayapura. Pilihan lain adalah transportasi darat, yakni menumpang dengan mobil truk pengiriman barang dari Wamena menuju Puncak Jaya. Biasanya ada banyak truk yang beroperasi. Hanya saja Anda harus bersabar sebab jalan yang ditempuh termasuk curam. Bila naik pesawat waktu perjalanan hanya kisaran 1 jam 45 menit, maka menggunakan truk paling cepat tiba di lokasi setelah menempuh perjalanan selama 8 jam.

  1. Membawa Pakaian Hangat

Puncak Jaya merupakan salah satu daerah paling dingin di Indonesia. Jadi, Anda wajib mempersiapkan pakaian hangat secukupnya. Anda juga wajib menambahkan selimut dan kaos kaki. Jangan sampai kaget dengan cuaca dinginnya yang tergolong ekstrim, yaa!

  1. Membawa Obat-Obatan Pribadi

Saking dinginnya daerah ini, bukan tidak mungkin Anda akan akan terserang berbagai penyakit. Sebut saja pilek, ketombean karena mandi dengan air sedingin es, gatal-gatal karena perubahan cuaca, masuk angin, ganti kulit, badan mengkerut, dan sebagainya. Saya sendiri merasakan semua itu. Butuh waktu beberapa hari agar terbiasa dengan perubahan cuaca.

  1. Berkenalan dengan Masyarakat Asli  

Sebagai pribadi yang hendak menghabiskan waktu liburan di tanah orang lain, sudah sewajarnya Anda bersikap ramah pada siapa saja, khususnya masyarakat asli Papua yang pasti akan Anda temukan di daerah ini. Penduduk asli Puncak Jaya Papua sangat terbuka pada pendatang. Jika Anda ingin liburan lebih leluasa dan aman, maka bergaullah dengan mereka. Ajak mereka untuk menemani Anda dalam meng-explore keindahan Puncak Jaya. Jadi, tidak disarankan bepergian ke sana-kemari seorang diri, ya.

  1. Pemilihan Penginapan

Memang tidak banyak penginapan yang tersedia di sini. Namun, Anda bisa mensiasatinya dengan menumpang di rumah penduduk asli Papua. Toh, dengan tinggal bersama mereka, Anda akan lebih tahu bagaimana kehidupan mereka, kan? Kapan lagi bisa ‘hidup bersama’ dengan masyarakat asli Papua?

  1. Menghargai Perbedaan

Kehidupan masyarakat asli Papua tentu berbeda dengan kehidupan yang biasa Anda jalani di daerah perkotaan. Di sini, Anda harus terbiasa melihat anak kecil, dewasa, hingga orang tua dengan ingus meleleh. Mereka juga berjalan tanpa alas kaki, hidup berdampingan dengan hewan peliharaan seperti anjing, sekaligus hewan ternak berupa babi. Meskipun berbeda suku, agama, bahasa, masyarakat asli Papua saling menghargai satu sama lain.

  1. Harga Barang Cukup Mahal

Anda harus terbiasa dengan harga barang berupa sembako, makanan, dan hal lainnya yang cukup mahal. Sebut saja nasi satu bungkus, harga paling murah Rp40.000,00. Beras Rp25.000,00 per kg, mie instan Rp5.000,00 per bungkus, minyak Rp150.000,00 lima liter, dan sebagainya. Bila Anda tidak kuat jalan kaki, Anda bisa memesan ojek. Ongkos ojek juga lumayan mahal. Misal, dari Distrik Ilu ke Mulia (sekitar dua jam) Rp500.000,00. Dari Distrik Ilu ke Nioga (15 menit) Rp100.000,00. Dari Dari Distrik Ilu ke Nume (30 menit) Rp200.000,00.

 

Akan ada banyak ilmu dan pengetahuan yang Anda dapatkan selama berlibur di Puncak Jaya Papua. Anda akan bertemu dengan para mama tangguh dengan segala aktivitasnya untuk menghidupi keluarga, anak-anak kecil dengan dunianya yang polos dan sederhana, kerajinan tangan berupa noken dengan segala keindahannya, dan masih banyak lainnya.

Demikian beberapa tips yang bisa membantu Anda ketika hendak berlibur ke Puncak Jaya Papua. Dengan segala kekurangannya, tentu saja banyak kelebihan yang bisa Anda temukan di sini. Pegunungan yang sejukkan mata, langit biru yang sangat indah, udara segar, sungai nan jernih, rumah khas Papua alias Honai yang sangat unik, dan masih banyak lainnya. Selamat berlibur, selamat menikmati kehidupan di Puncak Jaya Papua. Kinaonak wa….

Puncak Jaya, November 2019

 

Sudah terbit di OYOROOMS.COM