Monday, May 3, 2021



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat siang teman-teman semua….

Semoga ibadah puasanya lancar, yaa.




Pernah punya masalah pada kulit wajah?

Saya? Pernah banget!


Masalah pada kulit wajah memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Mulai dari kulit kusam, kering, kurang bercahaya, berminyak, banyak flek, jeramat, dan sebagainya. Apalagi bagi kita, kaum hawa. Permasalahan ini pasti bikin mumet dan membuat rasa percaya diri berkurang.




Memang, setiap orang pasti merasakan munculnya masalah pada kulit wajah. Tetapi, selalu ada solusi dari masalah yang datang menghampiri. Jadi, kembali ke kita. Ingin masalah teratasi atau dibiarkan begitu saja?




Kalau saya, tentu saja harus diatasi! Dibiarkan semakin lama, yang ada masalah pada kulit wajah bakalan bertambah. Usia baru 28-an, eh lebih kelihatan 38-an. Jangan sampai hal ini terjadi! Kalau bis amah wajah harus lebih muda dari usia. Setuju, tidak?


N’PURE




Sudah pernah dengar yang namanya N’PURE?

N’PURE merupakan brand local yang menggunakan local natural ingredients sebagai bahan utama kandungannya. Kelebihan produk N’PURE lainnya adalah:

- Dermatologically Tested

- Paraben Free

- Alcohol Free

- SLS Free

- Mineral Oil Free

- Halal & terdaftar di BPOM




N’PURE CICA CLEAR PAD







Cica Clear Pad merupakan salah satu produk keluaran N’PURE. Produk ini merupakan kapas exfoliasi lembut yang mudah digunakan. Fungsinya untuk membersihkan sel kulit mati secara efektif, mengatasi permasalahan kulit kusam, dan menjadikan kulit lebih lembut dan cerah. Kandungan eksfoliasi di dalamnya sangat mild dan diimbangi dengan ingredient-ingredient yang membantu menenangkan kulit, sehingga aman untuk semua jenis kulit, bahkan untuk kulit sensitif.




INGREDIENTS





WATER, BUTYLENE GLYCOL, METHYLPROPANEDIOL, 1.2-HEXANEDIOL, GLYCERIN, ACETYL GLUCOSAMINE, CENTELLA ASIATICA LEAF WATER, ROSMARINUS OFFICINALIS (ROSEMARY) LEAF OIL, MELIA AZADIRACHTA LEAF EXTRACT, CITRIC ACID, SALIX ALBA (WILLOW) BARK EXTRACT, MELIA AZADIRACHTA FLOWER EXTRACT, LACTOBIONIC ACID, GLYCOLIC ACID TOCOPHEROL, HYDROXYACETOPHENONE, BETAINE, PEG-60 HYDROGENATED CASTOR OIL, SODIUM CITRATE, CAFFEINE, OCTYLDODECETH-16, PANTHENOL, ALLANTOIN, CAPRYLYL GLYCOL, ETHYLHEXLGLYCERIN, DISODIUM EDTA, XANTHAN GUM, PHENOXYETHANOL.



CARA PENGGUNAAN


  • Bersihkan wajah terlebih dahulu.
  • Usapkan N’PURE CICA Clear Pad pada area wajah dan leher dengan lembut. Pastikan tidak terkena mata, ya.
  • Tidak dibilas.
  • Lanjutkan dengan skincare yang biasa kamu gunakan.





MANUFACTURED BY

PT COSMAX INDONESIA

JL. RAYA BOGOR KM. 26,4 RT.3 RW.7

CIRACAS

JAKARTA TIMUR



FOR & DISTRIBUTED BY

PT PENTA NATURAL KOSMETINDO

JLN. KIAI HAJI SAMANHUDI NO.49-51

KEL. PASAR BARU

KEC. SAWAH BESAR

JAKARTA PUSAT

DKI JAKARTA




PENGALAMAN MENGGUNAKAN N’PURE CICA CLEAR PAD








Awalnya saya tahu produk ini dari review salah satu satu teman di media sosial. Saya pun langsung cari produknya. Iseng coba, eh ternyata sesuai di kulit. Saya sendiri memiliki masalah kulit kusam. Setelah dicoba beberapa hari, ternyata beneran bisa buat kulit wajah menjadi lembut, cerah, dan bersih. Kalau sudah begini, senangnya luar biasa dong. Maklum, cari produk buat wajah yang sesuai dengan kulit kita itu gampang-gampang susah. Jadi, saat sudah nemu produk yang sudah sejak lama diinginkan, saya berniat untuk rutin menggunakan N’PURE CICA Clear Pad. Saya juga suka tampilan produk yang sangat elegan. Belum lagi tekstur kapas yang basah dan lembut. Penggunaanya juga sangat gampang.

Biasanya saya menggunakan N’Pure CICA Clear Pad malam hari sebelum tidur. Tentu kamu bisa menggunakannya kapan pun kamu mau. Sesuaikan dengan waktu terbaikmu.



Harga N’PURE CICA Clear Pad

Saya rasa harga N’PURE CICA Clear Pad cukup terjangkau dikantong kita. Apalagi dengan hasil semaksimal ini.



KESIMPULAN








N’PURE CICA Clear Pad sangat baik digunakan buat kamu yang ingin memiliki wajah lembut dan cerah. Segala masalah pada kulit wajah dapat dituntaskan dengan penggunaan N’PURE CICA Clear Pad secara rutin. Kalau bisa sekarang, mengapa harus tunggu lama? Dengan wajah lembut dan cerah, tingkat percaya dirimu pun akan semakin bertambah.

Apalagi masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, melakukan perawatan diri di rumah merupakan pilihan terbaik. Yuk, dicoba!



-EvaRiyantyLubis-







Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Selamat siang teman-teman semua...

Kenangan 2015 saat belum menjadi istri dan seorang ibu.


Setelah hampir satu bulan tak menorehkan kata demi kata di rumah maya ini, saya kembali hadir. Ada banyak kisah yang setiap harinya berhasil dilalui. Suka duka silih berganti. Tak jarang air mata menganak sungai. Melepaskan semua penat dan lelah. 


Kali ini hanya ingin berbagi isi hati. Betapa tak mudahnya menjadi seorang istri sekaligus ibu bagi anak-anak. Benar-benar tak mudah. Kalau kata mereka jadi istri dan ibu itu gampang apalagi yang full IRT, maka saya tak berpendapat demikian. Mungkin mudah kalau embel-embel itu hanya sekadar embel-embel. Padahal ada banyak tanggung jawab di sana. 


Bukan saya mengeluh. Bukan pula saya merasa paling malang di dunia. Tak seperti itu. Menjadi istri dan menemukan pendamping yang mampu mencintaimu setulus hati adalah hal luar biasa membahagiakan. Apalagi memiliki buah hati. Sungguh, ini anugerah yang tak bisa digantikan dengan apapun.


Tapi sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, saya terkadang ingin ngeluh atau minimal teriak-lah.  


"Ah, lebay!"


"Ah, drama!"


"Bukan cuma kamu aja yang jadi istri dan ibu!"


Ya, tentu bukan hanya saya, dan torehan kata ini pun tidak melulu fokus di saya. Ketika ada masalah dalam rumah tangga, bahkan yang tergolong sepele, ada baiknya tidak dibesar-besarkan. Mari saling memaafkan. Tidak ada teriakan, tidak ada mata melotot tajam seperti bukan dirimu, tidak ada diam yang membuat suasana hening sekaligus menegangkan. 


Jujur, saya pribadi tak kuat dengar teriakan penuh amarah. Tak kuat dengar orang berantam, adu mulut, adu jotos, dan lainnya. Jantung saya langsung berdebar kencang, perut seperti dihujam paku, dan kepala pusing tujuh keliling. 



Ketika kamu menerima dia menjadi pasangan hidupmu, maka perlakukanlah dia dengan baik.

Ketika dia melakukan kesalahan, maka ingatkan dengan lembut.

Ketika dia terlihat lelah, bisikkan kata sayang atau rindu.

Ketika kamu tak menginginkannya lagi, maka pulangkan ia pada orang tuanya.

Jangan torehkan luka mendalam. Apalagi atas sesuatu kesalahan yang tak ia perbuat.


Suami dan istri harus berjalan beriringan dan membangun rumah tangga bersama.

Bukan suami melulu yang harus jadi pemimpin sedangkan istri tak boleh berkutik.


Istrimu adalah orang yang paling tahu kamu bagaimana.

Suka duka telah kalian lalui bersama.

Lain hal kalau ia hanya ingin berada di saat senang, lari di saat susah.

Coba ingat-ingat kembali masa indah yang telah kalian lalui bersama. 


Menjadi IRT, tak mudah, kawan!

Pekerjaan rumah tak pernah ada habisnya. 

Ngurus anak, menemani anak, membimbing anak, butuh kesiapan ilmu dan mental.

Suami istri harus saling membantu.

Jangan karena suami sudah cari nafkah, sampai rumah kerjaannya tidur mulu or nonton YouTube.


C'mon, perempuan juga bisa lelah.

Butuh pundak untuk bersandar.

Butuh kalimat positif untuk menyemangati.

Butuh belaian yang membuatmu merasa disayang dan terlindugi.


Hukum sebab akibat itu berlaku.

Yang namanya sepihak, pasti nggak mengasikkan.

Lama-lama hubungan bakalan hambar hingga tak berarti apa lagi. 


Saya punya beberapa kenalan yang hidupnya tak lagi hidupnya.

Sebut saja si A, seorang istri dan ibu dari dua bocah perempuan. Setiap melakukan kesalahan, bahkan hal sepele seperti lupa membeli sabun mandi, maka dengan gampangnya si suami melakukan KDRT padanya. Pernah pula nyaris dibunuh.


Sebut saja si B, seorang istri dan ibu dari lima anak. Harus berjuang mati-matian menghidupi keluarganya sedangkan sang suami sibuk tebar pesona kepada para wanita di luar sana. 


Sebut saja si C, seorang ibu dari empat anak yang ditinggal pergi suaminya menghadap Sang Pencipta. Menjadi janda diusia relatif muda, ia juga harus bertanggung jawab dengan hutang suami dengan jumlah fantastis, padahal semasa hidupnya ia tak pernah mengetahui hutang tersebut.


Sebut saja si D, seorang istri dan ibu yang selalu tampak bahagia dengan keluarganya. Segala kisah kebahagiaan mereka dituliskan di sosmed. Ternyata oh ternyata, banyak luka menganga di sana. 



Sebagai pasangan suami istri,

mari kita saling mendukung, mendoakan, menyayangi, memberi semangat, mengingatkan dengan kalimat baik.

 

Baik buruknya keluarga kita, kita yang menciptakan. 

Orang tua yang sering berantam bakalan berimbas pada tumbuh kembang anak. 


Akhir kata, seorang istri dan ibu berhak bahagia.

Sudahkah kamu membahagiakan istrimu?

Sudahkan kamu mengucapkan kata sayang pada ibumu?

Buat pasangan suami istri yang selalu berbahagia, kalian hebat!

Semoga bersama hingga waktu yang memisahkan. 



@EvaRiyantyLubis

Seorang Istri dan Ibu yang mendadak melow menuju 29.

Tuesday, March 30, 2021


 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi kakak semua...


Kali ini saya akan berbagi cerita seputar KBM App.

Pasti sudah banyak teman-teman yang tahu tentang aplikasi ini. 

Sebelumnya, KBM merupakan salah satu grup menulis di FB. 

Namun, mereka melakukan pengembangan hingga memiliki aplikasi sendiri. 


Saya sendiri sudah kenal KBM App sejak delapan bulan lalu.

Tapiii... aktifnya baru dua hari yang lalu. Huhuu...

Maklumlah yang rempong ini. 

Tapi banyak juga yang lebih rempong dari saya tapi sanggup bergerilya di sana. 

Semangat!!!!


Memang, perjuangannya nanti bakalan ekstra panjang.

Bagaimana harus mendapatkan pembaca, pengikut, komentar, like, dan sebagainya. 


Saya perhatikan, ada banyak penulis yang berhasil dapat puluhan bahkan ratusan juta di sana. Bikin ngiler banget, kan? Apalah awak yang penghasilannya tak pernah tetap. Bahkan dapat puluhan juta dalam satu waktu pun keitung jari. Huhuhu...


Terus, beberapa cerbung terkenal di sana kebanyakan novel rumah tangga dengan judul fantastis. Kamu bisa cek sendiri. Mungkin memang pasarannya demikian. Apalah saya yang susah banget nulis novel rumah tangga. 


Tapi... setiap naskah pasti punya pembacanya masing-masing. Mau itu teenlit, novel anak, biografi, nonfiksi, dan sebagainya. Pun demikian dengan naskah saya. Kalau berkenan, boleh berkunjung yaaa. Naskah saya masih sepi. Hihi...


Bagaimana updatenya nanti, bakalan saya bagi lagi. 


Blurb




Perempuan Kedua

— Eva Riyanty Lubis

Raja dibuat patah hati oleh Valleria, calon pengantin yang membatalkan pernikahan menjelang hari H. Padahal Raja yang notabene seorang playboy sudah berubah menjadi lelaki setia untuk membuktikan keseriusannya kepada Valleria.


Dari Jakarta, Raja memutuskan pindah ke Medan untuk bekerja sekaligus menyembuhkan luka. Di sinilah ia bertemu Dinda. Perempuan jutek yang selalu sinis memandang dunia. 


Ada luka yang telah terpahat. 


Mampukah mereka lepas dari luka tersebut untuk bersama menjemput cinta? 



Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah :

https://kbm.id/book/detail/f8923147-f629-0f7c-4e9a-f161069d6e35?af=c835129b-fd2b-d9cd-40ad-a12eb7508bac





Salah satu judul tulisan di Cwitan App


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah masih bisa muncul di rumah maya sederhana saya ini.


Sungguh, butuh sebuah konsistensi agar bisa disiplin menulis. Termasuk menulis pada blog. Jadi, bagi saya yang sudah menjadi seorang emak, ini ndak mudah. Masih bisa menyisihkan waktu menulis saja sudah alhamdulillah. Tahu sendiri bagaimana emak-emak rempong melakukan berbagai hal. Kerjaan di rumah saja nggak ada kelarnya. Hihi... Semoga lelah kita terbayar indah ya, Moms. 


Setelah hampir satu bulan rumah maya ini ditinggalkan, saya mau cerita sedikit seputar Cwitan App. Itu lho, platform baru yang sempat saya tuliskan reviewnya. Jadi, saya gabung Cwitan App akhir Januari 2021. Sedangkan aktif sejak akhir Februari 2021. Kalau dirata-ratakan, saya sudah lumayan aktif sejak sebulan ini.


Bagaimana hasilnya?


Sebuah proses luar biasa panjang namun penuh tantangan. 


Ya, ndak mudah untuk dapat pemasukan. Memang satu view tulisan novel atau komik dihargai Rp 5,- dan satu view quotes diharga Rp 1,-


Ehh... ingat. Dapat pemasukannya kalau buka and baca lewat aplikasinya langsung yaa. Jadi, kalau lewat laptop mah ndak bakalan keitung.


Bagi kamu yang terbiasa dengan uang gede, tentu ini tak seberapa. Tapiii.... balek lagi. Kalau ada banyak pembaca, tentu pendapatan akan terus bertambah setiap harinya.


Selama sebulan berjuang di sana, alhamdulillah sudah bisa makan bakso lima piring. Hihihi... atau  beli paket internet dua minggu-lah.



Dari sini saya belajar kalau segala sesuatunya butuh proses ekstra maksimal. Jangan cepat ngeluh dan putus asa. Semua penulis pasti merasakan hal sama pada mulanya. Ndak ujug-ujug jadi penulis populer yang tulisannya dapat banyak pemasukan. 




Nah, ini dia tampilan kita di Cwitan App. User friendly banget sebenarnya. Semoga makin banyak pembaca yang gabung di Cwitan App yaa. Apa guna banyak penulis kalau pembacanya para penulis itu juga. Ya, kan?



Setahu saya, baru Mba Ari Kinoysan saja yang sudah dapat pemasukan jutaan rupiah. Tepatnya berapa juta saya kurang tahu. Tapi tulisan beliau memang banyak yang baca. 


Yuk, yang mau bergerilya di Cwitan App, segera meluncur. 

Boleh juga ramein tulisan saya, yaaa...

Ditunggu kunjungannya.



Kumpulan Puisi Rindu Hanya Untukmu

Kumpulan Cerpen Nggak Pede 

Kumpulan Cerpen Esok Tak Lagi Ada

Novel Saat Kita Jatuh Cinta


Saturday, February 20, 2021


 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Setelah "cuti" hampir tiga minggu, alhamdulillah kembali lagi menyentuh tuts-tuts si laptop dan post tulisan sana sini, termasuk di aplikasi Cwitan. Bahagianya luar biasa. Maklum saja, sejak jadi emak-emak, me time dengan menulis merupakan anugerah tak terhingga. Makanya saya suka kagum dengan emak-emak yang bocilnya banyak, namun tetap mampu melakukan berbagai hal. Ngurus suami dan anak, masak dan segala urusan rumah tangga lainnya, kerja, lakuin hobi, ikut pengajian, dll. Ini sangat luar biasa, guys! 


Mamak-mamak emang super duper kece! 



Nah, kembali lagi ke topik di atas. 



Saya memang kurang piawai menulis rutin alias update sejak punya baby. Mau buka laptop aja susah, apalagi kudu nulis tiap hari. Huhu. Ingin hati terjun ke dunia per-platform-an seperti teman penulis lainnya, apa daya tubuh dan pikiran saling tolak-menolak. Pikirannya semangat empat lima, tapi tubuh tak kuat dan minta istirahat alias tidur. Huhu.



Sebenarnya nggak nulis beberapa hari saja buat hari-hari saya kurang cerah. Nggak harus tulisan panjang. Nulis status atau quote pun sudah bahagia, sodara! 



Maka dari itu, saya membulatkan tekad untuk kembali semangat menulis. Kita mulai lagi dari awal. Jalan tak akan mudah. Cobaan akan selalu menyapa. Pastikan niatnya apa, dan tak lupa berdoa. Bismillah Bismillah Bismillah.



Per hari ini, saya kembali update di Cwitan. Alhamdulillah membuahkan hasil.



Kumpulan Cerpen NGGAK PEDE langsung masuk 10 Novel Terpopuler Minggu Ini, tepatnya Sabtu, 20 Februari 2021. MasyaAllah senangnya. Maaf norak. Ini yang pertama dan Bunda Azzu sudah sangat bahagia! 

Masih urutan 10, Sodara! Tapi saya sudah luar biasa bahagia 💓


Moms, ditunggu kunjungannya yaa. 😀


Tuesday, February 16, 2021

 

Sumber: Orami

Sejak menyandang status sebagai seorang ibu, saya memutuskan untuk berhenti mengikuti drama on going. Alasannya sepele, karena tak mampu nonton plus download drama yang belom kelar. Takutnya hati sudah kadung bertanya-tanya bagaimana kelanjutan cerita, eh masih kudu nunggu seminggu lagi buat update. Halah! Memang sayanya lagi pengen nonton Drakor lama yang sudah terbukti memiliki jalan cerita bagus.

Nah, terpilihlah Replay 1988. Dulu sebenarnya sudah sempat nonton episode satu. Kisaran dua tiga tahun lalu. Namun sreg-nya belum dapat. Eh, sekarang ditonton ulang malah setiap episodenya bikin ketagihan!


Replay 1988 merupakan salah satu Drakor populer yang juga berhasil meraih rating tertinggi. Drakor yang satu ini berlatar tahun 1988—sesuai judulnya. Berkisah tentang lima orang sahabat, satu perempuan dan empat laki-laki. Mereka adalah Duk Sun ( Hyeri), Jung Hwan (Ryoo Joon Yeol), Sun Woo (Ko Gyung Pyo), Dong Ryong (Lee Dong Hwi) dan Choe Taek (Park Bo Gum).


Sumber: kompas.com

Rumah mereka berlima berdekatan, sahabatannya juga sejak kecil. Jadi, kebayangkan gimana kentalnya persahabatan mereka yang sudah seperti saudara. Setting 1988 juga buat kita mengenang banyak hal, meskipun saya sendiri lahir 1992, tetap saja banyak kenangan yang buat saya senyam-senyum pas nonton ini drama.

Misal, kekompakan para tetangga, tuker-tukeran lauk (sekarang mana ada. Hehe), nonton TV hitam putih, rambut para ibu yang kriwil-kriwil hihi, surat-suratan, dengerin radio, dan masih banyak hal lainnya. Drama ini bukan sekadar drama biasa. Banyak pelajaran yang dapat diambil di dalamnya.

Sumber: idntimes.com


Interaksinya luar biasa. Apalagi jiwa sosial mereka, patut diacungi jempol. Ya, memang beginilah hidup di masa itu. Ketika tahun demi tahun berganti nama, maka kita mau tidak mau harus mengikuti perubahan.

Duk-Sun, sang tokoh utama, karakternya sangat kuat! Eh, nggak hanya dia deng. Semua karakter begitu melekat pada ingatan. Semua punya ciri khas masing-masing, dan itulah salah satu poin plus pada drama ini. Bahkan yang perannya sedikit pun tetap memiliki karakter kuat. Sesuka itu!!!


Ada yang sakit tapi tak berdarah 


Sebagai remaja SMA, benih-benih cinta pun muncul. Duk-Sun sebenarnya tipe gadis yang gampang jatuh cinta. Apalagi ketika dikomporin dua sahabatnya di sekolah. Jadi deh dia baper. Awalnya ke Sun Woo-yang ternyata jatuh cinta pada kakak Duk-Sun, Song Bora. Beralih ke Jung-Hwan—tapi dia nggak berani sesumber seperti sebelumnya. Takut salah sangka lagi. Hihi.

Dua team pun terjadi—hal yang sering dirasakan para penikmat couple. Hhi. Ada tim Dok Sun – Jung Hwan, dan satunya lagi tim Dok Sun – Choe Taek. Kalau saya boleh milih, pastilah pilihan itu pada Babang Tampan Kesayangan saya Jung Hwan. Tapi, bila ditelusuri lebih dalam, memang Dok Sun sudah klop banget dipasangin bareng Choe Taek. Maaf!!! Review ini mengandung SPOILER!!

Dalam drama ndak berjodoh, semoga real life sampai jenjang pernikahan yaaaa...


Jung Hwan memendam cinta bertahun lamanya. Bukan dia tak berani ngungkapin cinta, tapi hatinya terlalu lembut dan nggak mau menyakiti hati sahabat yang ternyata juga suka pada Dok Sun. Hiks. Pengen peluk Jung Pal-aaaaa…. Apalagi pas episode terakhir. Tak kira dia beneran nyatakan cinta. Tenyata oh ternyataa…

Dari drama ini kita belajar bahwa perempuan butuh kepastian, guys. 

 

Sumber: mojok.co

Setiap episode dari drama ini mengandung pelajaran berharga. Jadi, bukan sekadar drama biasa. Cintanya ada, mengejar impian, jiwa sosial yang sangat kuat, hubungan antar keluarga, sahabat, tetangga, dan sebagainya. Paket komplit. Bagi kamu yang ngakunya suka Drakor, Replay 1988 tak boleh dilewatkan begitu saja. 

 

Nih saya kasih bocoran lainnya:

  • Aktor dan aktris mumpuni. Lima pemain utama tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Bahkan nama mereka hingga kini terus berkibar. Lee Hye-ri dengan berbagai macam drama plus karakter yang berhasil ia mainkan. Park Bo Gum—wuuu siapa yang tak kenal doi? Go Kyung Pyo yang juga berhasil bermain drama hampir setiap tahunnya. Kesayangan saya Ryu Jun Yeol—tak hanya sukses bermain film, doi juga ciamik memainkan drama. Setuju? Jangan lupakan Lee Dong Hwi yaa… Di drama ini, kalau doi berjodoh dengan Dok Sun pun, saya rela. Haha… 

    Aslinya cakepp, guyssss
    Sumber: Kumparan

  • Selain lima pemain utama, ada keluarga Dok Sun. Ayah, ibu, kakak, dan adek Dok Sun bermain dengan apik. Eh… saya sudah bilang kan kalau semua tokoh dalam Replay 1988 bermain sempurna? Hihi…


    Beberapa episode di awal, saya paling kesal ama Bo Ra. Habis kerjanya merepeeeeet terus. Hihi

  • Banyak adegan tak terlupakan dalam drama ini. Saat Ibu Jung Hwan dan Ibu Dok Sun menopause, Dok Sun ternyata memberikan perhatian luar biasa banyak ketika Choe Taek bertanding di China, cara Dong Ryong cari perhatian ke orang tuanya, pacaran diam-diamnya Sun Woo dan Bo Ra, judes dan kejamnya Bo Ra padahal ia sebenarnya baik hati, adeknya Dok Sun – No Eul yang lucu ternyata jago nyanyi wkwkwk, manisnya hubungan kakak adek Jung Hwan dan Jung Bong, gaya pacaran Jung Bong, dan lainnya.


    Sumber: today.line.me

  •  Jangan lupa kocaknya ayah Jung Hwan yaaaa, Moms. Hahha. Kalau kamu nonton Replay 1994, kamu nggak bakalan nyangka beliau ikut main lagi dan jadi anak kuliahan—bahkan menjadi couple terbaik dengan salah satu pemain utama wanitanya. Wkwkwk. Perannya luar biasa berubah dari Replay 1988.


    Kita masih nunggu pernikahan Dok Sun dan Choi Taek, lho 😆

Pokoknya nih yaa… kudu tonton drama ini. Selain Replay 1988, selanjutnya ada Replay 1994 dan Replay 1997. Tapi saya berhenti di tengah jalan pas nonton Replay 1994. Belum tahu kapan lanjut lagi. Hihi…

What about you?

Monday, February 15, 2021

 

Sumber Foto : http://sekolah.data.kemdikbud.go.id/index.php/chome/profil/403A9FD9-2EF5-E011-A2C2-21DA23805AC1

Eva Riyanty Lubis

 

Jika waktu dan kesempatan masih ada, tuntutlah ilmu sebanyak mungkin. Jangan sampai orang lain menguasai negeri ini karena minimnya pendidikan kita, masyarakat asli Indonesia.

 

Pendidikan merupakan poin penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat sekaligus negara. Itu artinya, maju tidaknya suatu negara dapat dilihat melalui keseriusan pemerintah mengelola pendidikan.

Kon ginjang do sikola niba so jadi alak[1],” ucap Emak. Saking seringnya kalimat ini beliau lontarkan, putra-putrinya sampai hapal luar kepala. Beliau paling kesal pada anak yang malas belajar dan memilih bolos sekolah. Apalagi bertemu orang tua yang menganggap pendidikan bukan hal penting.


Seiring berkembangnya zaman, sudah semakin banyak orang tua yang menganggap pendidikan merupakan salah satu tangga untuk mencapai kesuksesan. Sebut saja orang tua saya. Meski lahir dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah, beliau selalu mengingatkan putra-putrinya untuk terus belajar. Menuntut ilmu setinggi mungkin agar impian dapat diraih. Padahal kalau dilihat dari kondisi ekonomi, tidak memungkinkan rasanya untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang universitas. Tapi beliau yakin, Allah selalu memberi kemudahan pada hamba-Nya yang berjuang menuntut ilmu. Tidak masalah miskin harta, asal berpendidikan. Anak-anak ‘dipaksa’ harus jadi sarjana. Jangan mengulang hal sama seperti kebanyakan orang tua dulu, yang menganggap pendidikan bukan hal penting.


Ada penyesalan di lubuk hati terdalam ibu saya, mengapa dulu tidak berhasil menuntaskan pendidikan di jenjang universitas. Padahal kalau beliau berjuang sedikit lagi, meski dengan ekonomi terbatas, impiannya menjadi seorang pegawai pemerintah mungkin bisa diraih. Itulah mengapa ia mewajibkan putra-putrinya semangat meraih ilmu. Salah satunya agar tak muncul penyesalan dikemudian hari.

 

YPBU-SIT Bunayya Padangsidimpuan

Sebagai orang tua, pasti ingin anaknya meraih pendidikan di sekolah terbaik. Fasilitas sekolah yang mumpuni, guru yang menguasai mata pelajaran yang ia ajarkan sekaligus mengajar dengan baik. Mengajar dengan baik ini seperti apa? Teringat pas saya sekolah dulu, bertemu beragam tipe guru. Ada yang hobinya menyuruh murid mencatat sampai tangan pegal, ada yang doyan ngasih PR menggunung, ada pula yang hobi menghukum murid bila melakukan kesalahan. Tentu tidak semua guru seperti ini. Ada beberapa guru yang hingga kini tetap berkesan di hati saya. Mereka mengajar penuh totalitas. Menganggap murid tidak sekadar murid, namun juga sebagai teman dan sahabat. Sistem mengajar kaku tidak dimainkan. Murid-murid dapat menikmati proses belajar dengan menyenangkan.


Di zaman era digital ini, pendidikan berbasis agama merupakan pilihan terbaik buat anak-anak. Jadi, dunia dan akhirat mendapat porsi sama. Sering kita menemukan anak-anak yang pintar akademik, namun tidak memiliki sopan santun. Padahal, ini jauh lebih pending dibanding pengetahuan akademik yang ia kuasai.


YPBU-SIT Bunayya Padangsidimpuan hadir menjawab keresahan para orang tua. Alhamdulillah di usianya yang kian matang, eksistensinya pun semakin berkibar hingga luar kota Padangsidimpuan. Saya sendiri sudah bercita-cita memasukkan anak saya ke sekolah ini sejak ia masih di dalam kandungan. Beberapa teman mengatakan kalau saya terlalu ngimpi. Anak masih bayi, namun pendidikannya sudah dipikirkan. Ya! Bagi saya ini wajib hukumnya. Kalau bukan orang tuanya yang memikirkan pendidikan anaknya kelak, lantas siapa?


Kalau sekolah sekadar sekolah tanpa memperhatikan kualitas sekolah itu sendiri, hasil yang diperoleh anak tidak akan sesuai harapan kita sebagai orang tua. Pendidikan adalah motor perubahan, maka pilihlah sekolah yang paling baik di antara yang yang terbaik.

 

 

YPBU-SIT Bunayya, Bersemi di Masa Pandemi

Munculnya pandemi Covid-19 berdampak di segala bidang, khususnya pendidikan. Proses belajar-mengajar yang biasanya tatap muka, dialihkan menjadi daring. Ada rasa sedih, sebab proses belajar seperti ini belum terasa nyaman bagi anak-anak. Orang tua juga turut kewalahan dengan tugas anak yang mau tak mau harus ikut membantu. Apalagi tak semua orang tua dan anak memiliki gadget. Tapi keadaan membuat semuanya harus mengikuti aturan ini. Secara tidak langsung pandemi Covid-19 memaksa kita untuk melek teknologi. Mulai dari yang muda hingga tua. Sebab segala sesuatunya lebih banyak dilakukan secara online, khususnya pendidikan.


Beruntungnya anak-anak, YPBU-SIT Bunayya menjadikan sekolah daring tetap asik dan menyenangkan. Apalagi pengajar, para ustadz dan ustadzah membimbing murid sebaik mungkin. Jadi, tidak ada alasan proses belajar-mengajar terhambat meski kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.


Semoga YPBU-SIT Bunayya terus berkibar hingga tahun demi tahun berganti nama. Menjadi sekolah terbaik yang mampu mendidik anak menjadi generasi Rabbani. Amin Amin ya Robbal Alamin. 

 

Padangsidimpuan, 04 Desember 2020



[1] Sekolah yang tinggi agar jadi orang.