Thursday, February 13, 2020

Menjadi Anak Kos, Siapa Takut?

Bareng teman kos, 2014.

Eva Riyanty Lubis

            Menjadi anak kos, tidaklah semudah yang dibayangkan. Penuh dengan godaan dan tantangan. Awalnya kita akan merasa senang bila diterima di salah satu universitas keinginan kita yang tempatnya jauh dari kota tempat tinggal. Padahal itu masih bisa dikatakan sebagai babak awal untuk memasuki kehidupan baru.

            Tidak semua orang mau tinggal bersama keluarga. Bisa dengan berbagai macam alasan. Sehingga, ngekos menjadi solusi dari masalah tempat tinggal. Di kota-kota besar, banyak ditemukan kasus-kasus mengerikan yang dialami oleh muda-mudi yang ngekos. Contohnya, free sex, mabuk-mabukan, dsb. Hal itu terjadi karena pengaruh pergaulan, kurangnya pendidikan agama, atau takut dianggap sebagai orang yang tidak gaul.

            Namun, dibalik minusnya kelakuan anak-anak kos zaman sekarang, tentu masih ada yang bisa menjaga diri dengan baik. Fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai. Berikut hal-hal yang harus kita lakukan agar terhindar dari berbagai macam godaan dalam menjalani kehidupan sebagai anak kos. Ini berlaku bagi laki-laki dan juga perempuan.

1.     Selalu Ingat Kepada Sang Pencipta
Kerjakan apa yang diperintakanNya dan jauhi apa yang Dia larang. Hal tersebut akan membuat hatimu menjadi damai dan kamu bisa dijauhi dari perbuatan keji hingga mara bahaya lainnya. Ingatlah, Beliau adalah tempat mengadu terbaik di dalam hidup ini.

2.     Ingat Bagaimana Perjuangan Orangtua
Ibu dan Ayah adalah dua orang yang harus kamu banggakan. Selalu ingat bagaimana wajah tulus ikhlas mereka dalam memperjuangkanmu sehingga bisa bersekolah sampai saat ini.

3.     Pandai-Pandailah Bergaul
Tidak semua orang patut dijadikan teman. Maka pilihlah orang yang bisa memberikan pengaruh ke arah yang lebih baik untukmu. Bukan sebaliknya. Kalau teman bersenang-senang, pasti mudah didapatkan. Namun untuk ada di saat duka, tentu tidak gampang menemukannya. 

4.     Kondisi Kos
Dalam memilih kos, kita tidak boleh terpatok pada harganya saja. Namun pastikan juga kondisi kos aman dan nyaman untuk ditempati. 

5.     Pelajari Banyak Hal
Menjadi anak kos adalah saat yang tepat untuk mempelajari banyak hal. Bergabunglah dengan komunitas-komunitas yang kamu suka. Apalagi kalau di kota besar biasanya komunitas apapun yang kita mau, mudah-mudahan tersedia. Perbanyak jaringan sebab kelak itu akan sangat berguna.

            Jadilah anak kos yang memiliki akhlak dan tingkah laku mulia. Kalau ada niat, usaha dan doa, siapapun bisa menjadi yang seperti itu. Keep Spirit!

November, 2014.

2 comments:

  1. Pengalaman jadi anak kost sepertinya harus bersiap dengan kondisi gak punya duit dan kelaparan ya Va? Hehehe
    Jadi ingat, dulu aku pertama kali kost sewaktu PPL kuliah semester 7. Tapi kost manja gitu Va, karena sekalian dimasakin sama Ibu Kost. Paling sakit kalau belum bayar uang kost, mau makan segan, gak makan di kost ya gak punya duit makan di luar. Namanya juga mahasiswa, wkwkwk

    Pas udah kerja, pernah tinggal di Wisma Kantor. Yah, sebenernya enak karena juga sudah plus ibu yang bantu cuci dan masak. Tapi ya masakannya beda dengan selera kita. Kadang asin, kadang ga ada rasa sama sekali. Hahaha. Itulah pengalaman kost manjaku, Va.

    Benar, kadang jauh dari keluarga itu perlu karena membuat kita lebih dewasa dan lebih menghargai pemberian orangtua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget ya kak sayang. Banyak sukadukanya :D
      Apalagi bayaran banyak tapi ibu di kampung lagi tak punya duit.
      Ulala.
      Jadi deh nulis lebih banyak biar dapat honor Analisa :D

      Tapi pas yang kakak bilang.
      Kita jadi lebih dewasa.
      Alhamdulillah ya kak bisa dapat pengalaman berharga ^^

      Delete

Follow Me @evariyantylubis