Thursday, June 18, 2020

One Month - My Baby Girl [Az-Zuhrah Ramadhani Tanjung]

MasyaAllah Tabarakallah
MasyaAllah Tabarakallah

38w4d kamu berada dalam rahim Bunda. 

Hadirmu merupakan anugerah terindah yang tidak pernah Bunda duga sebelumnya. Kamu tahu, Nak. Pada pernikahan pertama Bunda, anak adalah salah satu alasan kami berpisah. Kemudian ayahmu hadir. Sebuah pertemuan dan kisah cinta yang terbilang singkat, namun unik dan berkesan. Bersama ayahmu, Bunda dihujani kebahagiaan. Tanpa rencana apalagi program, kamu pun hadir dalam perut Bunda. Kamu tahu reaksi pertama Bunda setelah kamu hadir? Terbelalak tak percaya. MasyaAllah. Beginikah rasanya hamil? Beginikah rasanya ada calon jabang bayi dalam perut?



Ayahmu tentu bahagia mengetahui berita ini. Begitu juga dengan oma, imo, tulang, nambo, saudara, serta teman dekat. Mereka selalu mengingatkan Bunda untuk menjagamu dengan baik. Apalagi oma. Duh, petuahnya tak pernah ada habisnya. Jangan makan ini, jangan makan itu, jangan berjalan terlalu cepat, banyakin istirahat, bla bla bla. Puji syukur tak terhingga punya Emak seperti beliau. Sungguh, Nak, menjadi seorang ibu bukanlah perkara mudah. Meski demikian, Bunda akan berusaha semaksimal mungkin menjadi Bunda terbaik untukmu, Nak.



You and Me

Mengandungmu benar-benar salah satu pengalaman paling indah dalam hidup Bunda. Bayangkan, baru tiga minggu kamu dalam perut Bunda, Bunda dan ayah harus berangkat menuju Jakarta. Harusnya kita langsung terbang menuju Papua. Tapi Allah berkehendak lain. Kapal PELNI penuh dan mengharuskan kita nunggu jadwal berikutnya. Alhasil kita harus ‘bulan madu’ mendadak di Jakarta hampir tiga minggu lamanya.



Ayah membawa Bunda jalan-jalan ke sana kemari. Mulai dari Monas, Kota Tua, Tanah Abang, nonton bioskop, dan masih banyak lainnya. Bahagia? Tentu saja. Ayah menghujani Bunda dengan penuh kasih sayang. Dan Bunda berdoa agar hal ini terjadi hingga kami tua nanti. Bunda sayang ayah, ayah sayang Bunda, dan kami berdua tentu menyayangi kamu lebih dari apapun. 



Sayangnya Bunda 💓

Saatnya berangkat ke Papua! Selain ikut ayah sebab ayahmu kerja di sana, Bunda juga dapat kerjaan dari KBN dan Kemendikbud, yakni Residensi Penulis 2019. Iya, Nak. Bunda dapat kerjaan juga di sana. Pokoknya rezekimu benar-benar luar biasa, Sayang. Tentu ayahmu yang berperan penting dalam menuntaskan tugas Bunda. Padahal kehadiranmu benar-benar tidak memberatkan Bunda lho, Nak. Tidak ada ngidam, mual, pusing, dan lainnya yang benar-benar buat Bunda drop. Kamu kuat dan mampu menguatkan Bunda. Kalaupun ada mual dan sakit kepala sedikit, itu cuma cara Bunda buat bermanja-manja pada ayahmu. Hihi 



05 Desember 2019, Bunda pulang duluan dari Puncak Jaya menuju kampung halaman, Padangsidimpuan. Tugas Residensi Bunda kelar. Terus ayah bagaimana? Katanya nyusul Februari 2020. Tapi nyatanya ayah belum sampai juga hingga kini. Sampai kamu hadir, ayah belum juga tiba. Sedih? Tentu. Kecewa? Adalah… sedikit. Marah? Ya. Tapi mau marah pada siapa? Kondisi Covid-19 yang membuat semua tidak berjalan sesuai rencana. 



Kadang Bunda iri melihat pasangan jalan berdua. Bunda kemana-mana harus sendiri bareng kamu dalam perut. Untung ada kamu, Nak. Kalau enggak, Bunda udah nangis terus. Hihi. Bunda cengeng yaa. Tapi kamu ndak boleh cengeng kaya Bunda. 



Menjelang kelahiranmu, Bunda merasakan sakit luar biasa. Kurang lebih 50 jam. Benar-benar proses panjang agar kita bersua, Nak. Sakitnya luar  biasa. Di tengah jalan, Bunda sempat putus asa karena sudah tak bertenaga. Rasanya benar-benar lelah. Tangis menganak sungai. Oma dan bidan yang bantu bunda sudah mengeluarkan peluh dan kesal karena Bunda hendak menyerah. Lalu keajaiban tiba. Kamu hadir tanpa ada bantuan oma dan asisten bidan yang sebelumnya ikut mendorong keluarnya kamu dari perut Bunda. Ya, Nak. Hanya kita berdua, dan kamu keluar dengan tangismu yang berhasil membuat Bunda meneteskan air mata dengan senyum luar biasa bahagia. Sakit yang sebelumnya Bunda rasakan mendadak sirna. Bahkan saat bidan memberikan beberapa jahitan, Bunda sudah tak merasakan apa-apa. Semua ringan. Seolah tak ada beban tersisa.



Pertemuan pertama Bunda dan Zuhrah 💓

Ternyata melahirkan benar-benar perjuangan sangat luar biasa, Nak. Bunda akan selalu berbakti pada oma. Menyayangi beliau sampai akhir waktu. Tanpa beliau, apalah arti Bunda, Nak. Bunda benar-benar tak akan kuat bila oma tak ada di samping Bunda. Beliau adalah miracle yang selalu buat Bunda, dan sekarang miracle itu bertambah dengan hadirnya kamu.



Bunda Bahagia bisa berjumpa denganmu. Sangat sangat sangaaaaat bahagia. Syukur tak terhingga pada Sang Pencipta. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah. Kelak, akankah kamu bisa lebih kuat dari Bunda?



Az-Zuhrah Ramadhani adalah nama yang ayah Bunda sematkan padamu. Sesuai dengan artinya, semoga kamu kelak menjadi putri salehah yang indah rupa dan perilakunya, serta menjadi putri dengan otak cemerlang. Ayah bunda juga berharap kamu bisa menjadi putri yang membanggakan bagi kami, agama, nusa dan bangsa. Terima kasih telah hadir di tengah kami, Zuhrah. Ayah bunda akan berusaha semaksimal mungkin menjadi orangtua terbaik buatmu.



Zuhrah, selamat satu bulan, Nak. I Love You so much 💓

 

8 comments:

  1. Tabarakallah. Sehat2 selalu ya nak Zuhrah.

    ReplyDelete
  2. Masha Allah Tabarokallah.
    Aunty tidak kuasa memebendung airmata saat membaca tiap kata yang Bundamu tuliskan, sayang. Entah perasaan apa ini. Satu hal yang pasti, aunty tahu dan melihat seperti apa perjuangan Bundamu. Aunty turut berbahagia untuknya yang pada akhirnya menemukan bahagia yang sesungguhnya. Sungguh ingin memeluknya sekarang. Bundamu adalah wanita hebat. Semoga Zuhrah akan tumbuh lebih hebat dari Bunda. Sehat2 selalu ya sayang, semoga terus membawa kebahagiaan. Aamiin ❤

    ReplyDelete
  3. The power of emak2 hee.. Bahagia tiada tara.. Semoga selalu sehat dan sholihah, plus bahagia dunia akhirat

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnn ya robbal alamin mbak sayang :) menuju emak-emak super :D

      Delete
  4. Masya Allah, manisnya Zuhrah, semoga jadi anak solehah penyejuk hati Ayah Bunda ya Nak.
    Luar biasa perjalanannya menjadi Ibu, Va. Selamat ya Va, semuanya kini terhitung ibadah. Selamat merawat buah hati tercinta, moga sehat dan sukses selalu. Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminnn aminnn aminnn ya robbal alamin kakakku tersayang. Kakak juga semoga selalu berbahagia :)

      Delete

Instagram