Tuesday, January 21, 2020

Contoh Surat Penarikan Naskah ke Penerbit

Bagaimana sih cara menarik naskah di penerbit?

Pernah nggak sih kamu kirim naskah ke penerbit tapi tak ada kabar? Bulan demi bulan, hingga tahun berganti nama. Tentu kita penasaran bin kesal. Mana naskah pas dikirim tak ada email pemberitahuan apa sudah sampai meja redaksi. Huhu. 

Memangnya ada ya penerbit seperti itu? Pastinya. Tapi tak semua. Bahkan beberapa penerbit besar yang bukunya banyak kita temukan di Gramedia, tetap luangin waktu balas email pas naskah kita sudah tiba di redaksi.

Biasanya setiap penerbit memiliki peraturan berbeda dalam hal masa tunggu naskah yang kita kirimkan. Ada yang tiga bulan, empat bulan, enam bulan, bahkan satu tahun. Huh! Artinya kudu sabar kalau mau jadi penulis. Itu masih nunggu kabar naskah acc tidaknya. Belum proses penerbitan kalau naskah acc. Bisa juga bertahun-tahun. Mulai dari editing, layout, cover, dan sebagainya. Jadi, tak ada yang instan.

Kalau kita punya naskah pada satu penerbit dan tidak ada kabar kelanjutannya, padahal sudah menanti lebih dari enam bulan, bisakah naskah ditarik?

Yap.

Kita punya hak menarik naskah tersebut, kemudian mengirimkannya ke penerbit lain.

Berikut contoh surat penarikan naskah ke penerbit yang bisa kamu jadikan referensi.

Penulis dengan bukunya masing-masing.


Contoh:
Kepada Yth. Redaksi Penerbit ------

Dengan Hormat,

Bersama surat ini saya beritahukan bahwa saya akan menarik keempat naskah novel yang saya kirim ke Redaksi -----

Adapun judul keempat naskah tersebut, antara lain:
1.     Ada Apa dengan Cinta? Dikirim pada 02 April 2019.
2.     Kangen. Dikirim pada 08 September 2019.
3.     Rindu. Dikirim pada 08 September 2019.
4.     Peluk. Dikirim pada 08 September 2019.

Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya jawaban dari Redaksi ------ sejak naskah saya kirimkan hingga sekarang. Sehingga saya memutuskan untuk memperbaiki naskah dan mengirimkannya ke penerbit lain.

Demikian surat ini saya sampaikan. Semoga dapat dimaklumi dan berharap kelak kita bisa bekerja sama. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,
Nama Lengkap Penulis

-------
Demikian contoh surat penarikan naskah yang bisa kamu jadikan referensi. Semangat menulis yaa. Walau naskahmu belum dapat kabar baik, jangan patah semangat. Tetap menulis dan berkarya. InsyaAllah cepat atau lambat, kamu bakalan metik hasil dari perjuanganmu.

Saya sendiri punya banyak pengalaman soal penantian naskah. Memang ada yang bernasib baik, ada pula sebaliknya. Naskah langsung dapat kabar acc beberapa hari setelah dikirim, naskah acc setelah penantian tiga bulan, naskah acc setahun kemudian, ada pula redaksi yang tidak memberi kabar padahal sudah saya tanyakaan berkali-kali, hingga akhirnya saya putuskan untuk menarik naskah dan mengirimkannya ke penerbit lain.

Yang perlu digarisbawahi sebagai penulis adalah, pupuk rasa sabar dan tetap menulis. Jadi, kamu tak fokus pada naskah di satu penerbit.

 
Padangsidimpuan, 21 Januari 2020
Salam hangat,
Eva Riyanty Lubis

No comments:

Post a Comment

Instagram