Sabtu, 15 September 2018

Pentas Seni Anak Joring Lombang Padangsidimpuan Sukses dan Meriah


Meski latihannya cukup singkat, anak-anak Joring Lombang mampu memberikan penampilan terbaik mereka.

Pentas Seni Anak di Desa Joring Lombang Padangsidimpuan Angkola Julu yang diadakan pada hari Selasa, 11 September 2018 berlangsung sukses dan meriah. Meskipun menjadi pentas seni anak pertama di Kota Padangsidimpuan, namun acara ini berhasil menarik banyak minat masyarakat, khususnya pemerhati anak dan pecinta seni.

Saya sendiri baru pertama kali menonton secara live acara pentas seni anak. Jujur saja, saya begitu menikmati acara ini. Ketika anak seusia mereka (05 s/d 15 tahun) asyik dengan gadget, anak-anak Joring Lombang hadir dengan penuh ide dan kreativitas. Cukup dibimbing sedikit saja oleh kakak-kakak komunitas, mereka langsung menjelma layaknya kupu-kupu yang berhasil membuat banyak orang tertawa riang gembira.

Onang-Onang yang berhasil membuat penonton terbius. Onang-onangnya keren pisan, ey!

Kepolosan, keunikan, dan kejujuran mereka sampai pada penonton. Mereka adalah bocah-bocah cilik generasi penerus bangsa. Memang seperti inilah seharusnya mereka. Masa di mana mereka bermain sambil belajar. Tidak ada tekanan apalagi paksaan. Mereka dibiarkan berkembang sesuai usia. Nah, di sini dapat disimpulkan bahwa orangtua dan guru memiliki peranan penting dalam membentuk karakter anak.

"Nak, kamu harus dapat peringkat pertama di kelas."

No! Jangan sampai pola pikir Anda sesempit itu. Setiap anak terlahir istimewa dan memiliki kelebihan masing-masing. Sebagai orangtua dan guru, Anda harus menyadari itu. Saya sendiri merasakan hal sama. Waktu kecil orang-orang di sekitar selalu meminta saya untuk mendapat peringkat di sekolah. Sudah dapat juara dua, mereka masih tidak puas. Padahal kemampuan anak berbeda satu sama lain. Orangtua tidak boleh dengan egoisnya berharap terlalu berlebihan pada anak. Cukup dengan ucapan, "Terima kasih ya, Nak. Kamu hebat. Kamu sudah banggain Emak." 


Acara berlangsung sukses dan meriah.
Semoga tahun depan kembali diadakan, ya.


Jujur, kalimat itulah yang anak Anda inginkan. Sebuah perhatian kecil yang mampu membuat anak lebih baik lagi ke depannya. Bukan kalimat yang membuat mental anak semakin down. Seolah-olah apapun yang anak perbuat, tetap tidak menjadi yang terbaik di mata orang-orang yang ia sayangi.

Jika anak tidak memiliki kelebihan dibidang akademik, bisa saja ia jago olahraga, menulis, menari, bermusik, dan sebagainya. Anda hanya perlu meluangkan waktu untuk mengenal anak. Seperti apa anak Anda, apa yang ia butuhkan, apa yang ia inginkan, dan kelak ia akan menjadi apa. 

Desa Joring Lombang bersyukur karena memiliki Bang Syafar Alim. Seorang pemuda penuh ide, kreativitas, dan kecintaan pada anak. Olehnya berdirilah Rumah Baca Bercahaya. Tempat bocah-bocah cilik Joring Lombang mengembangkan berbagai macam minat dan bakat. Meksipun memiliki aktivitas bejibun, lelaki dengan senyum teduh di wajahnya ini tetap meluangkan waktu berharganya bagi anak-anak. Ia ajari mereka mengaji, membaca, menulis, melukis, dan cinta pada dunia seni. 

Meski acara hanya diadakan di lapangan sekolah, tapi penampilan anak-anak Desa Joring Lombang sungguh sangat luar biasa.

Berbekal kecintaannya, Pentas Seni Anak dibuat dibantu dengan 35 komunitas yang ada di Kota Padangsidimpuan. Sungguh luar biasa. Sidimpuan yang dikenal minim sentuhan seni mulai unjuk gigi. Sedikit demi sedikit, saya yakin seni di Padangsidimpuan bisa berubah menjadi lebih baik. 

Pentas Seni Anak di Desa Joring Lombang Padangsidimpuan Angkola Julu alhamdulillah dihadiri oleh Kepala Desa Joring Lombang, Camat Padangsidimpuan Angkola Julu, Wakil Kepala Satlantas Padangsidimpuan, sekaligus Wakil Walikota Padangsidimpuan Terpilih yang sebentar lagi akan dilantik. Itu salah satu faktor yang menandakan acara ini keren abis, karena orang-orang keren juga menyempatkan waktunya buat nonton! 

99% acara ini dilakoni oleh anak-anak Joring Lombang. Mulai dari pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Hafizah cilik, nyanyian Mars Aku Cinta Buku, tarian daerah, lagu daerah, onang-onang, dan sebagainya. 1% ke mana? Hehe. 1% diisi dengan pembacaan puisi oleh mereka yang sudah melanglang buana di dunia seni. Mereka adalah suhu saya, Bang Budi Hutasuhut, adek saya Sunaryo JW, dan owner Pocos Le Cafe Sandy Gusrio Harahap. Keren? Banget dong. 

Mauliate buat teman-teman 35 komunitas di Padangsidimpuan yang turut andil dalam acara ini.

Selain itu, hal yang tidak saya lupakan adalah ketika bang Syafar Alim selaku pendiri Rumah Baca Bercahaya menyampaikan sepatah dua patah kata. 

"Kami melangsungkan acara ini tanpa meminta-minta. Sama sekali tidak ada proposal. Dana hanya kami dapatkan dari keuntungan menjual kaos yang desainnya dibuat sendiri oleh adik kami, Tarmidzi. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa melakukan acara ini. Meskipun sederhana, namun inilah kami. Kami anak muda penuh kreativitas milik Padangsidimpuan yang memiliki impian sederhana, yakni menggiatkan literasi pada anak." 

Nah, kalau anak muda sudah unjuk gigi, siapa yang tak takut? Teman-teman mari bergenggaman tangan. Mari berjuang bersama untuk menggiatkan seni pada anak. Sudah saatnya kita buka mata, hati, dan pikiran. Sebab hidup bukan hanya untuk dirimu saja. Mari berbuat lebih. Mari menebar manfaat. Karena hidup hanya sekali, maka mari kita melakukan yang terbaik yang kita bisa. 

Jangan pernah lelah berkarya, ya!

Salam Literasi. 
Salam Cinta Buku. 
Salam Cinta Seni. 
Salam Cinta Padangsidimpuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis