Thursday, September 9, 2021

Tahap Persiapan Penulisan Buku Nonfiksi


 
Tahap Persiapan

 Penulisan Buku Nonfiksi


Sebelumnya disebutkan bahwa ada dua jenis tulisan, yakni fiksi dan nonfiksi. Seterusnya akan dibahas lebih lengkap seputar penulisan buku nonfiksi. Bila Anda telah mengetahui alasan menulis buku nonfiksi, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memulai persiapan menulis. 

Berikut beberapa hal yang harus Anda persiapkan:

1. Tentukan Tema 

Ketika Anda memutuskan menulis nonfiksi, maka ada banyak tema yang bisa dipilih. Mulai dari bisnis, IT, pendidikan, peternakan, pertanian, motivasi, parenting, agama, pelajaran, kesehatan, keterampilan, dan masih banyak lainnya. Menulis buku nonfiksi gampang-gampang susah. Gampang bila kita tahu ilmunya, susah bila kita tidak memahami tema yang dipilih. Dari sekian banyak tema, mana yang akan kita pilih? Untuk menentukan hal ini, maka ada beberapa pertanyaan yang perlu Anda jawab dengan jujur. 

Topik apa yang Anda senangi?

Topik apa yang Anda kuasai?

Bila Anda memilih topik A, dapatkah Anda mempersiapkan beberapa referensi sebagai pendukung selama proses penulisan?

Dapatkah Anda mempelajari teknik menulis buku nonfiksi yang baik dan benar?

Dapatkah Anda menulis secara disiplin atau tepat waktu?

Setelah naskah selesai, ke mana Anda kirimkan naskah tersebut? 

Bila naskah telah diterima penerbit, apa saja langkah promosi yang Anda lakukan?

Dari beberapa pertanyaan di atas, Anda dapat manarik kesimpulan akan tema yang nantinya Anda pilih untuk dijadikan buku nonfiksi. Pemilihan tema juga berkaitan erat dengan target pasar. Pastikan tema menarik dan up to date. 


2. Tentukan Judul 

Tema sudah ditentukan. Langkah selanjutnya adalah penentuan judul. Sebagian penulis memutuskan untuk mencantumkan judul setelah naskah selesai ditulis, ada juga yang sudah mempersiapkan judul sebelum naskah ditulis. Untuk membuat judul bagus, beberapa poin ini wajib Anda perhatikan:

Menggoda

Mudah diingat

Menggambarkan isi

Tegas alias tidak bertele-tele

Mengundang rasa penasaran 

Apa yang calon pembeli lihat ketika hendak membeli buku? Berdasarkan riset salah satu penerbit buku ternama Amerika Serikat, yang pertama kali dilihat adalah judul buku. Jadi, judul buku memiliki peran penting dalam laku tidaknya buku tersebut. Ada buku yang isinya bagus, namun karena judul tidak menarik, pembeli pun ogah membelinya. Tentu hal ini sangat disayangkan. Apalagi sebagai penulis, kita sudah berusaha semaksimal mungkin menulis buku dengan baik dan benar. Ehh, karena judul kurang menarik, buku kita kalah saing di pasaran.  

Contoh pembuatan judul: 

Tema terpilih adalah bisnis. Maka beberapa judul yang bisa dibuat antara lain:

Bisnis Donat

Bisnis Mudah dari Rumah

Judul lebih spesifik. Contoh:

Bisnis Donat Modal Cekak 

Membangun Bisnis Mudah dari Rumah dalam 30 Hari 

Menambahkan Power Words. Power words merupakan kata benda, kata sifat, dan kata kerja yang dapat memicu ketertarikan sekaligus emosi seseorang. Misalnya menggunakan kata rahasia, sukses, keajaiban, sederhana, cepat, penting, menyingkap, dan sebagainya. Contoh:

Rahasia Bisnis Donat Modal Cekak 

Sukses Membangun Bisnis Mudah dari Rumah dalam 30 Hari 

Unik. Anda bisa menggabungkan judul utama dan subjudul. Biasanya judul utama mengandung 1 – 4 kata supaya lebih mudah diingat. Sedangkan subjudul mengandung isi di dalam buku. Banyak penulis buku Indonesia menggunakan judul utama menggunakan bahasa Inggris, kemudian menambahkan subjudul menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini bukan suatu keharusan. Contoh:

Jadi Jutawan: Bisnis Donat Modal Cekak Untung Berlipat

Wujudkan Bisnis Pertama Anda: 33 Kiat Jitu Membangun Bisnis dari Rumah

Berikut beberapa contoh judul buku best seller menggunakan judul utama dan subjudul: 

Chicken Soup for the Soul: Kekuatan Memaafkan 

Good Bye Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang

The Battle for God: A History of Fundamentalism

Cara terakhir adalah dengan meminta masukan dari orang terdekat. Bisa melalui media sosial atau jumpa secara langsung. 


3. Tentukan Sasaran Pembaca 

Poin ini penting sebab akan memandu Anda dalam penggunaan bahasa di dalam naskah. Tentu naskah yang dikhususkan untuk anak-anak, remaja, dewasa, dan segala umur memiliki perbedaan. Jadi, ketika hendak menulis naskah nonfiksi, kira-kira berapa rentang umur sasaran pembaca yang akan membaca karyamu? Bila Anda sudah mengetahui jawabannya, maka sesuaikan gaya penulisan dengan kelompok umur tersebut. Contoh, buku nonfiksi yang dikhususkan untuk remaja harus menggunakan bahasa Indonesia populer, ringan, mengalir, tidak menggurui, dan sebagainya. 


4. Tentukan Tujuan dan Manfaat Buku 

Apa tujuan dan manfaat buku yang Anda tulis bagi pembaca? Misal, Anda menulis tentang beberapa jenis bisnis yang bisa dilakukan dalam rumah. Tentunya pembaca mencari jawaban atas judul tersebut. Apa saja jenis-jenis bisnis tersebut? Berapa modal yang dibutuhkan? Bahan dan persiapan apa yang diperlukan? Jangan menjadi penulis PHP, yang mana judul dan isi di dalamnya tidak sesuai. Yang ada pembaca merasa ‘kualat’ membeli buku Anda. Tiga poin penting tujuan dan manfaat buku harus memiliki nilai pengetahuan, keterampilan, dan solusi di dalamnya. 


5. Tentukan Keunggulan Naskah

Naskah yang ditulis harus memiliki pembeda dengan buku sejenis. Baik dari segi penyajian, harga buku, gaya bahasa, gambar pendukung, dan sebagainya. Jika memungkinkan, naskah seperti yang Anda tulis belum ada sebelumnya. Menulis sesuatu yang tidak masuk akal, tidak wajar, nonsense, dan lainnya tidak akan menggundang selera pasar sebab konsep buku demikian dianggap tidak dapat dipertanggungjawabkan. Misal, “Kaya Raya dengan Bantuan Jin.” 

Konsep buku dengan menggabungkan unsur terbaru, bermanfaat, inovasi, dan lainnya memberikan nilai plus pada buku yang ditulis. Misal, “Awet Muda dengan Air Kelapa.” Tentu hal ini masuk akal dan disukai oleh pembaca perempuan remaja hingga dewasa. 

Konsep buku terakhir adalah yang mampu menimbulkan perdebatan alias kontroversional. Misal berkaitan dengan agama. Dapatkah Anda mempertanggungjawabkan naskah demikian? Yang jelas, bila Anda tidak nyaman menulis naskah tersebut, segera tinggalkan. Cari hal lain yang lebih nyaman saat dan sesudah proses penulisan selesai. 


6. Tentukan Referensi 

Referensi bukan hanya kumpulan buku yang dituliskan pada daftar pustaka. Referensi juga termasuk buku yang dibaca selama proses penulisan buku nonfiksi dan berkaitan dengan naskah yang ditulis. Tentu semakin banyak buku yang dibaca, semakin baik kualitas buku yang nantinya ditulis. Apalagi buku yang dibaca merupakan buku dari penulis profesional dibidangnya. Selain referensi berupa buku, Anda juga bisa memperoleh data dari internet, youtube, wawancara dengan narasumber berkaitan, dan sebagainya. 


7. Tentukan Jadwal 

Untuk menyelesaikan buku nonfiksi, Anda butuh jadwal! Buat deadline bagi diri sendiri. Misal, satu buku nonfiksi diselesaikan dalam waktu satu bulan. Bisa? Tentu bisa! Naskah ditulis dengan font Times New Roman, A4, spasi 1 ½, margin normal, dan spacing 0. Naskah nonfiksi minimal 120 halaman. Jika target naskah Anda selesai dalam waktu satu bulan, maka Anda harus mampu menulis 4 halaman per hari. 


8. Tentukan Outline 

Pembuatan outline berguna untuk mempermudah proses penulisan. Di dalam outline sudah tersedia sinopsis keseluruhan buku sekaligus daftar isi bab per bab. Semakin lengkap outline yang Anda buat, semakin cepat proses penulisan yang Anda jalani. 


9. Teknik Penulisan Buku 

Ketika menulis buku nonfiksi, ada tiga poin penting yang harus ada di dalamnya. Apa saja? Pendahuluan, isi, dan penutup. Itu sebabnya buku nonfiksi wajib dibagi beberapa bab, lalu disederhanakan menjadi beberapa subbab, lalu subbab dibagi menjadi beberapa paragraf. Beberapa hal yang harus ada dalam naskah Anda adalah:

Kata Pengantar

Daftar Isi 

Daftar Gambar

Daftar Istilah bila perlu

Indeks 

Daftar Pustaka

Profil Penulis 


10. Self Editing

Ketika melakukan penulisan naskah, tak perlu pusing bagus tidaknya naskahmu. Tetap menulis hingga selesai. Mengedit sambil menulis tidak disarankan. Karena hal itu bisa membuat kamu jenuh, alhasil naskah tidak selesai tepat waktu. Selesaikan naskah mentah terlebih dahulu. Setelah selesai, endapkan dua tiga hari. Kemudian kembali buka naskah, baca dari awal dengan teliti sembari melakukan self editing. 


11. Mengirimkan Naskah

Naskah telah selesai, langkah selanjutnya? Kirim ke penerbit. Ada banyak penerbit di negara kita ini. Sesuaikan jenis naskah yang Anda tulis dengan penerbit yang menerima naskah seperti itu. Jangan sampai salah kirim naskah. Misal, naskah Anda tentang bisnis, namun Anda mengirimkannya pada penerbit buku anak. Tentu naskah Anda akan ditolak. Jadi, survey penerbit terlebih dahulu. Bisa dengan cek melalui internet atau jalan-jalan ke toko buku. 


Salam, 

Bunda Azzu


No comments:

Post a Comment