Minggu, 17 Februari 2019

Eksotisme Pantai Bosur yang Tak Terlupakan


Eva Riyanty Lubis

Horas Tapteng! Negeri Sejuta Pesona Pariwisata.
*
            Ketika memasuki wilayah Tapanuli Tengah, kita akan menemukan banyak bacaan seperti itu di pinggiran jalan. Memang benar adanya. Tapanuli Tengah pantas disebut sebagai tempat gudangnya pariwisata.



            Menurut Pendit (1994), pariwisata dapat dibedakan menurut motif wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat. Jenis-jenis pariwisata tersebut adalah wisata budaya, wisata bahari, wisata cagar alam, wisata konvensi, wisata pertanian, wisata buru, dan wisata ziarah. Dapat disimpulkan kalau hampir kesemua jenis wisata itu ada di Tapanuli Tengah.



Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang Pantai Bosur. Mungkin belum banyak orang yang tahu dengan jelas tentang Pantai Bosur. Salah satu pantai indah yang terletak di Pandan, Tapanuli Tengah. Dibuka sejak 07 Desember  2013. Jadi masih tergolong sebagai salah satu tempat pariwisata baru. Berbeda halnya dengan Pantai Pandan dan Pantai Kalangan yang sudah ada sejak lama.

Waktu itu saya dan kesebelas teman kampus lainnya yang mencintai “jalan-jalan” memutuskan untuk menjajaki keindahan Pantai Bosur. Dari Padangsidimpuan kami mengendarai sepeda motor masing-masing, hingga tiba di tempat tujuan yang memakan waktu kurang lebih dua jam.



            Rasa lelah dan dahaga terbayar lunas ketika tiba di Pantai Bosur. Aroma laut memanggil-manggil kami untuk merasakan keindahannya. Hanya bermodal parkir Rp 2.000 per sepeda motor, kami sudah bebas berkeliaran di sana sepuasnya.

            Pantai Bosur memang tidak seperti Pantai Ancol atau Pantai terkenal di Indonesia bahkan dunia yakni Pantai Losari. Namun Pantai ini memberikan kenyamanan, ketenangan dan kepuasan yang tiada terkira. Letaknya yang mudah ditemukan yakni merupakan jalanan umum yang selalu ramai dilalui masyarakat, membuat Pantai ini selalu ramai pengunjung.



            Di kawasan Pantai Bosur, kita juga bisa menemukan food court yang dilengkapi tempat makan yang unik namun berkelas, dagangan souvenir dengan berbagai jenisnya yang bisa menarik hati, mainan anak-anak seperti luncuran, dan rumah tua angker yang dilengkapi dengan berbagai jenis hantu khusus untuk orang-orang yang ingin menguji adrenalin.

            Pantai ini juga semakin cantik karena dibuat dua anjungan dengan menguruk ribuan kubik batu-batu besar ke laut. Ada juga jembatan beton dan kayu yang sengaja dibangun di atas laut. Semuanya masih dengan kondisi yang sangat bagus. Karena hal itu, anjungan selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung yang hendak menikmati suasana pantai. Makanya tidak heran juga kalau pengunjung akan mengabadikan momen-momen istemewanya di atas anjungan.



            Dari Pantai Bosur, kita juga bisa berangkat menuju Pulau Mursala. Salah satu pulau yang kini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sebab dulunya pulau itu dijadikan sebagai salah satu setting film “Mursala” yang diperankan oleh artis ibukota Rio Dewanto dan Titie Rajo Bintang.

            Dulunya Pantai Bosur hanyalah sebuah tempat kotor nan menjijikkan sebab dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Belakangan pemerintahnya berinisiatif untuk membuat wilayah tersebut menjadi tempat pariwisata. Dan akhirnya sekarang ini kita bisa menikmati keindahan alam yang tiada terkira itu.




            Pantai Bosur juga merupakan tempat yang tepat bagi pengunjung yang ingin menikmati matahari terbenam. Senja di Pantai Bosur membuat kita semakin bersyukur atas keindahan alam yang diberikan oleh Sang Pencipta. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang pusing memikirkan tujuan wisata, Pantai Bosur layak untuk dikunjungi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis