Jumat, 14 Juni 2019




Panduan Lengkap dan Praktis Budidaya Ikan Mas Yg Paling Menguntungkan
- Secara Otodidak
- Untuk Semua Orang
- Mudah Di Praktekkan
- Terbukti Sukses

Judul : Panduan Lengkap dan Praktis Budidaya Ikan Mas Yg Paling Menguntungka
ISBN : 9786026409805
Halaman : 70
Penulis : Eva Riyanty Lubis
Penerbit : Garuda Pustaka 


Anda bisa memperoleh buku ini melalui :
1. Toko buku terdekat di kotamu.
2. Tokopedia -> https://www.tokopedia.com/updatebukucom/panduan-lengkap-dan-praktis-budidaya-ikan-mas-yg-paling-menguntungkan?trkid=f=Ca0000L000P0W0S0Sh,Co0Po0Fr0Cb0_src=search_page=1_ob=23_q=panduan+lengkap+dan+praktis+budidaya+ikan+mas_po=1_catid=816&lt=/searchproduct%20-%20p1%20-%20product
3. Petra Togamas -> https://petramas.co.id/product/panduan-lengkap-praktis-budidaya-ikan-mas-yang-paling-menguntungkan-full-color-b47c
4. Toko buku online lainnya. 


Panduan Lengkap dan Praktis Membuat Pupuk Kompos Yang Paling Menguntungkan
- Secara Otodidak
- Untuk Semua Orang
- Mudah Di Praktekkan
- Terbukti Sukses

Judul : Panduan Lengkap dan Praktis Membuat Pupuk Kompos Yang Paling Menguntungkan
ISBN : 9786026409713
Halaman : 70
Penulis : Eva Ryanti Lubis & Mohammad Syahrial
Penerbit : Garuda Pustaka
PxLxT : 15x1x22
Harga : Rp. 42.000


Anda bisa memperoleh buku ini melalui :
1. Toko buku terdekat di kotamu.
2. Tokopedia -> https://www.tokopedia.com/updatebukucom/panduan-lengkap-dan-praktis-membuat-pupuk-kompos
3. Petra Togamas -> https://petramas.co.id/product/panduan-lengkap-praktis-membuat-pupuk-kompos-yang-paling-menguntungkan-full-color-61e8
4. Toko buku online lainnya.



About
Language : Indonesian
Country : Indonesia
Publisher : Bhuana Ilmu Populer
Author : Eva Riyanty Lubis
Page Count : 100

Sinopsis
Release Date: 11 April 2019.
Keysa memiliki tabiat buruk. 
Dia suka meminjam peralatan sekolah Lulu, namun setelah meminjam, selalu lupa dikembalikan.
Bahkan, dia mengatakan kalau dia tidak pernah meminjam barang-barang Lulu. 
Hal itu membuat Lulu kesal dan marah.
Ternyata, selama ini ada rahasia yang disembunyikan oleh Keysa sang murid baru. 
Ada apa sebenarnya dengan Keysa?

Buku ini berisi 18 cerita asyik yang akan mendorong kita untuk berakhlak baik. Jadi, baca sampai akhir, ya. Kamu akan menemukan banyak keajaiban dalam buku ini!





***

Kembali berkutat dengan novel remaja. Memang kisah cinta remaja selalu menarik untuk ditulis.
Diterbitkan oleh BIP digital.
Anda bisa membaca All I Need is You di sini.

***


About
Language : Indonesian
Country : Indonesia
Publisher : Bhuana Ilmu Populer
Author : Eva Riyanty Lubis
Page Count : 132

Sinopsis

Release Date: 24 August 2018.
"Avril, putri semata wayang. Saban hari hanya berkutat dengan tugas sekolah. Dia pintar, kaya, dan cantik. Namun, Avril tetaplah gadis biasa. Dia jatuh cinta pada David, kekasih Olivia, sahabatnya.

Olivia merupakan salah satu satu cewek paling populer di sekolah. Terkenal dengan tingkah lakunya yang gonta-ganti pasangan. Awalnya dia benar-benar bahagia karena bisa pacaran dengan David yang juga populer. Namun ketika bertemu Steven, perasaannya mendadak luntur pada David.

Avril yang mengetahui hal itu melakukan berbagai cara agar Olivia tidak meninggalkan David. Karena Avril tahu David sangat menyayangi Olivia. Meski cinta Avril bertepuk sebelah tangan dari David, dia tetap tidak ingin cowok impiannya itu patah hati."


***
Belajar Internet Marketing merupakan buku pertama saya tulis yang sesuai dengan jurusan saya ketika kuliah. Ternyata tidak mudah ya nulis buku seputar teknologi. 😓

Lumayan mumet karena tidak fokus dibidang ini. But, ini merupakan pengalaman tak terlupakan.
Buku ini diterbitkan oleh BIP Digital.

Anda bisa membaca buku ini di sini.
Panduan Cepat dan Mudah Belajar Internet Markening.

***



Language : Indonesian
Country : Indonesia
Publisher : Bhuana Ilmu Populer
Author : Eva Riyanty Lubis
Page Count : 118



Release Date: 16 October 2018.
Internet telah mengalami perkembangan sangat pesat dan menjadi idola bisnis sebagaimana yang terjadi pada saat ini. Hal ini dikarenakan banyaknya peluang bisnis di internet sebagai jalan menuju sukses. Tak heran semakin hari semakin banyak pebisnis yang berhasil membuktikan bahwa siapa saja bisa sukses melalui internet, asalkan dikerjakan dengan sungguh-sungguh, pantang menyerah, dan terus belajar.



 
***

Pesan dari Nabi Tentang Anak merupakan tantangan sangat luar biasa bagi saya. Sebab sebelumnya saya lebih sering berkutat pada naskah fiksi. Kalaupun menulis naskah nonfiksi, paling banyak dalam bentuk artikel. Ketika saya ditawarkan untuk menulis buku ini, saya tidak berpikir panjang untuk mengatakan, "YA."

Awalnya naskah ini saya tulis hampir 200 halaman. Naskah paling tebal yang berhasil saya tulis. Namun dari penerbit disuruh pangkas untuk mengurangi harga jual. Bila semua naskah yang saya tulis tidak dipotong, mungkin harga jualnya bisa mencapai seratus ribuan. Tentu lumayan mahal, kan. Sekarang, Anda bisa mendapatkan naskah ini hanya dengan Rp 70.000an saja. 

Berikut info ketersediaan Pesan dari Nabi Tentang Anak di gramedia Indonesia. 

Kamu juga bisa membeli secara online, baik melalui Bukabuku, Bukalapak, BukuKita, dsb. 

Oh ya, proses menunggu kabar dari penerbit kurang lebih enam bulan. Tiga bulan kemudian buku sudah terbit dan disebar dipasaran. 

***
 

About

Language : Indonesian
Country : Indonesia
Publisher : Elex Media Komputindo
Author : Eva Riyanty Lubis
Page Count : 300 



Sinopsis
Banyak pesan dan kisah Nabi yang bisa kita ambil dalam mengurus anak kita. Mulai dari kisah Nabi Ibrahim as., Ismail as., kisah Nabi Yunus as., bahkan sampai Nabi Zakaria as., hingga junjungan kita Nabi Muhammad saw. Ketabahan mereka, sopan santun, serta kemuliaan mereka selama merawat anak, membuat kita selalu berusaha agar bisa sebaik mereka. Walau sulit, penuh rintangan, dan perjuangan. Kita sebagai orangtua harus tetap merawat, membesarkan, dan mendidik anak agar menjadi anak yang membanggakan. Anak yang mengikuti perintah Allah dan Rasul. Anak yang akan mendoakan kita kelak, karena doa anak saleh dan salehah yang akan menyelamatkan kita dari api neraka. 

Kamu bisa membaca secara Ebook Pesan dari Nabi Tentang Anak di sini. 







Sabtu, 06 April 2019

Beberapa buku saya di Gramedia Digital
  
Menjadi seorang penulis sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Jika niatmu untuk menjadi penulis sudah besar, maka action-lah! Tulis halaman demi halaman hingga terkumpul menjadi sebuah buku. Nah, kalau naskahnya sudah jadi, bolehlah dikirim ke penerbit. Ada banyak penerbit yang menerima naskah dari penulis, termasuk penulis pemula. Rajinlah melihat peluang dan perhatikan naskah seperti apa yang diinginkan oleh penerbit. 

Ebook yang terbit melalui BIP Digital

Seiring perkembangan zaman, menerbitkan buku tidak hanya dalam bentuk cetak. Kamu juga bisa menerbitkan buku berbentuk ebook. Saat ini sudah banyak pembaca ebook karena kemudahan dalam mengaksesnya. Cukup dengan membeli dengan cara transfer, via pulsa, dan pilihan lainnya, kamu sudah bisa membaca ebook yang telah tersimpan di gadgetmu. Kelebihan ebook adalah bisa disimpan dalam jumlah banyak (tergantung memori hapemu) dan dapat dibawa kemana pun kaki melangkah. Inilah keefisienan ebook. 

Penerimaan naskah diterima setiap bulan, ya.
DL di atas dibuat untuk memudahkan naskah yang masuk setiap bulannya. Silahkan kirimkan naskahmu :)



Coba bayangkan bagi kamu pecinta buku, kudu bawa buku banyak ke luar kota. Sudahlah berat, takut ketinggalan, dipinjam orang, dll. Kalau ebook, tinggal baca ada di gadget.
Ebook ada yang gratis dan berbayar. Saya sendiri sih lebih sering baca gratisan di Aplikasi iPusnas dan iJak. Jenis buku di perpustakaan online ini beragam dan banyakkkk sekali. Coba deh Download. Dijamin sangat bermanfaat. Mau novel, buku agama,  parenting, ilmu kesehatan, pertanian, perikanan, semua ada. 

Ebook terbitan BIP Digital keren-keren, lho!


Nah,  di sini saya mengabarkan kepada teman-teman semua bahwa kalian bisa mengirim naskah untuk terbit digital melalui penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP). Menerbitkan buku di sini dapat honor lho. Jadi, bukan kamu yang bayar naskahmu untuk diterbitkan, tapi kami akan membayar naskahmu sesuai honorarium yang berlaku. Tentunya setelah naskahmu berhasil acc  redaksi, ya.

 
Ebook terbitan BIP Digital juga ready di PlayStore, guys.

Bila naskahmu diterima, berlanjut revisi (jika ada),  layout, cover, hingga berbentuk buku dan diterbitkan di Gramedia Digital, Play Store, dll. 


Nah, berikut beberapa persyaratannya menerbitkan ebook melalui BIP:

*Info
Dibutuhkan naskah all tema/berbagai tema fiksi (novel) dan nonfiksi (kreasi, kesehatan, motivasi, selfhelp, kisah menggugah, agama populer, resep, ensikopedi, tata busana, travelling, anak, parenting, arsitektur, kumpulan soal, bisnis, agribisnis, how to, dll).

~Untuk terbit digital~
Ketentuan naskah:
1. Minimal 120 halaman (nonfiksi)
2. Maksimal 27.000 kata
3. Spesifikasi naskah: diketik di file Word, kertas A4, spasi 1/5, TNR 12pt, margin normal, spacing 0.

Silakan ajukan naskah sudah jadi plus sinopsis dan blurb. Lampirkan juga CV ke email: ayana.kim05@gmail.com

Lebih cepat lebih baik.
Ditunggu naskahmu dan tetap menulis ya!

Terima kasih
Salam,
Eva Riyanty Lubis

Rabu, 06 Maret 2019


Eva Riyanty Lubis

Kebun stroberi saat ini

 
            Ketika sudah tiba di kebun strawberry, rasa lelah dalam perjalanan pupuslah sudah. Kebun strawberry satu-satunya di Tapanuli Selatan ini menampilkan pesonanya yang sangat luar biasa. Pak Habibun Sitompul adalah orang yang berhasil mendirikan tempat wisata ini. Hal ini terjadi karena kecintaannya kepada dunia tumbuh-tumbuhan. Dedikasinya sudah terbukti bagi masyarakat Indonesia khususnya Tapanuli Selatan. Bahkan beliau berkali-kali memenangkan perlombaan dibidang penghijauan dan konservasi alam. Hingga akhirnya beliau bisa berjumpa dengan pemimpin nomor satu di Indonesia dan petinggi-petinggi Indonesia lainnya.


Eva Riyanty Lubis


            Mungkin dari Kepulauan Riau, Batamlah yang paling terkenal. Namun jangan salah, karena pulau lain seperti Tanjung Balai Karimun juga memiliki pesona wisata yang sangat luar biasa. Kabupaten yang masih belum ramai penduduk ini memiliki salah satu pariwisata yang terkenal, yakni Coastal Area. 

            Tempat wisata ini berada di sepanjang bibir pantai laut Karimun yang dipenuhi dengan pohon mangrove. Hal itu membuat keindahan pantai dan laut Coastal Area menjadi semakin lebih indah. Apalagi tempat wisatanya masih tergolong bersih sebab ada banyak tempat sampah yang disediakan di berbagai sudut.

Minggu, 17 Februari 2019


Eva Riyanty Lubis

Horas Tapteng! Negeri Sejuta Pesona Pariwisata.
*
            Ketika memasuki wilayah Tapanuli Tengah, kita akan menemukan banyak bacaan seperti itu di pinggiran jalan. Memang benar adanya. Tapanuli Tengah pantas disebut sebagai tempat gudangnya pariwisata.



            Menurut Pendit (1994), pariwisata dapat dibedakan menurut motif wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat. Jenis-jenis pariwisata tersebut adalah wisata budaya, wisata bahari, wisata cagar alam, wisata konvensi, wisata pertanian, wisata buru, dan wisata ziarah. Dapat disimpulkan kalau hampir kesemua jenis wisata itu ada di Tapanuli Tengah.



Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang Pantai Bosur. Mungkin belum banyak orang yang tahu dengan jelas tentang Pantai Bosur. Salah satu pantai indah yang terletak di Pandan, Tapanuli Tengah. Dibuka sejak 07 Desember  2013. Jadi masih tergolong sebagai salah satu tempat pariwisata baru. Berbeda halnya dengan Pantai Pandan dan Pantai Kalangan yang sudah ada sejak lama.

Waktu itu saya dan kesebelas teman kampus lainnya yang mencintai “jalan-jalan” memutuskan untuk menjajaki keindahan Pantai Bosur. Dari Padangsidimpuan kami mengendarai sepeda motor masing-masing, hingga tiba di tempat tujuan yang memakan waktu kurang lebih dua jam.



            Rasa lelah dan dahaga terbayar lunas ketika tiba di Pantai Bosur. Aroma laut memanggil-manggil kami untuk merasakan keindahannya. Hanya bermodal parkir Rp 2.000 per sepeda motor, kami sudah bebas berkeliaran di sana sepuasnya.

            Pantai Bosur memang tidak seperti Pantai Ancol atau Pantai terkenal di Indonesia bahkan dunia yakni Pantai Losari. Namun Pantai ini memberikan kenyamanan, ketenangan dan kepuasan yang tiada terkira. Letaknya yang mudah ditemukan yakni merupakan jalanan umum yang selalu ramai dilalui masyarakat, membuat Pantai ini selalu ramai pengunjung.



            Di kawasan Pantai Bosur, kita juga bisa menemukan food court yang dilengkapi tempat makan yang unik namun berkelas, dagangan souvenir dengan berbagai jenisnya yang bisa menarik hati, mainan anak-anak seperti luncuran, dan rumah tua angker yang dilengkapi dengan berbagai jenis hantu khusus untuk orang-orang yang ingin menguji adrenalin.

            Pantai ini juga semakin cantik karena dibuat dua anjungan dengan menguruk ribuan kubik batu-batu besar ke laut. Ada juga jembatan beton dan kayu yang sengaja dibangun di atas laut. Semuanya masih dengan kondisi yang sangat bagus. Karena hal itu, anjungan selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung yang hendak menikmati suasana pantai. Makanya tidak heran juga kalau pengunjung akan mengabadikan momen-momen istemewanya di atas anjungan.



            Dari Pantai Bosur, kita juga bisa berangkat menuju Pulau Mursala. Salah satu pulau yang kini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sebab dulunya pulau itu dijadikan sebagai salah satu setting film “Mursala” yang diperankan oleh artis ibukota Rio Dewanto dan Titie Rajo Bintang.

            Dulunya Pantai Bosur hanyalah sebuah tempat kotor nan menjijikkan sebab dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Belakangan pemerintahnya berinisiatif untuk membuat wilayah tersebut menjadi tempat pariwisata. Dan akhirnya sekarang ini kita bisa menikmati keindahan alam yang tiada terkira itu.




            Pantai Bosur juga merupakan tempat yang tepat bagi pengunjung yang ingin menikmati matahari terbenam. Senja di Pantai Bosur membuat kita semakin bersyukur atas keindahan alam yang diberikan oleh Sang Pencipta. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang pusing memikirkan tujuan wisata, Pantai Bosur layak untuk dikunjungi.

Sabtu, 16 Februari 2019


Eva Riyanty Lubis
SD Muhammadyah

            Belitung adalah pulau di bagian timur  Sumatera Selatan. Sejak 2002, Bangka Belitung lepas dari Sumatera Selatan dan memutuskan untuk menjadi provinsi sendiri. Belitung sendiri sejak 2003 dibagi menjadi dua kabupaten, yakni Belitung Timur dan Belitung Barat. Awalnya Belitung terkenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia. Namun tidak semua orang tahu akan hal itu sebelum Belitung terkenal dengan Laskar Pelanginya.

Empat Sekawan

            Siapa yang tidak tahu Laskar Pelangi? Sebuah novel best seller yang ditulis oleh penulis asli dari Belitung, Andrea Hirata. Novel yang hingga kini masih diminati dan dicintai oleh para penikmat sastra. Bahkan novel yang penuh inspirasi ini telah difilmkan dan dicetak dalam berbagai macam bahasa di dunia ini. Sungguh prestasi yang sangat luar biasa.

Selamat Datang ke Belitung 

            Makanya, Belitung sekarang ini menjadi pusat perhatian Indonesia bahkan dunia. Para wisatawan berbondong-bondong untuk menikmati keindahan pulau penghasil timah ini. Dalam Laskar Pelangi, memang dipaparkan sebahagian keindahan pulau Belitung. Namun yang pasti, keindahan Belitung tidak hanya diseputar tulisan itu.


            Pulau kecil seluas 4.800 km2 ini memiliki deretan pantai pasir putih dengan air yang sangat jernih dan dihiasi batu granit berserakan dari ukuran besar hingga sangat besar dengan bentuk-bentuk yang sangat menakjubkan.



            Kalau dari Sumetera Utara menuju Belitung, kita harus dua kali menaiki pesawat. Pertama dari Medan ke Jakarta, transit di Jakarta sebentar, lalu dari Jakarta terbang ke Tanjung Pandan. Perjalanan yang melelahkan itu sungguh akan sirna secara sempurna setelah kita menapaki kaki di bandara H.A.S Hanandjoeddin. Suhu udaranya yang segar membuat kita langsung jatuh cinta.


            Bagi yang terbiasa tinggal di tempat yang penuh polusi dan macet, maka Bangka Belitung adalah obat yang bagus untuk menenangkan diri sendiri. Keluar dari bandara yang tergolong mungil ini, kita akan menemukan orang-orang yang menawarkan jasa penumpangan menuju tempat yang kita inginkan. Oh ya, di Belitung kita tidak akan menemukan angkot, becak ataupun bus. Ojek juga hanya ada beberapa. Jadi transportasi yang utama di sana adalah mobil pribadi yang bisa kita carter. Ada banyak tempat peminjaman mobil di Belitung. Kita hanya harus mengeluarkan kocek kurang lebih Rp 250.000/hari untuk satu mobil. Biaya supir Rp 100.000/hari dan bensin sesuai yang kita dibutuhkan.



            Belitung, meski daerah ini termasuk daerah yang tingkat perekonomian penduduknya kaya, namun kita tidak akan menemukan fasilitas yang biasa kita temukan di kota-kota besar Indonesia di sana. Misalnya mall, alfamart, indomaret, dsb. Pemerintahnya benar-benar memikirkan usaha penduduk sekitar. Sehingga di Belitung banyak kita temukan produksi-produksi menarik dari masyarakat.

Laut dan Batu

            Percayalah, salah satu pantai terindah dan tercantik di Indonesia ada di Belitung. Sebahagian pantai yang ingin kita masuki, tidak memungut bayaran. Sebahagiannya lagi hanya untuk biaya parkir kendaraan. Pantai-pantai di Belitung sangatlah bersih. Penjual makanan berdagang dengan teratur. Sama sekali jauh dari semberawut sehingga pantai disini amatlah enak buat dipandang mata. Belum lagi batu-batu besar yang menghiasi pantai dengan berbagai bentuk menakjubkan.

            Ada batu yang mirip dengan perahu, ada yang mirip dengan sepatu, mirip dengan penyu, burung dan sebagainya. Pokoknya semua memiliki ciri khas sendiri.



            Tak komplit rasanya jika kita pergi ke Belitung namun tidak mengelilingi pulau-pulau kecilnya yang tergolong banyak. Dengan mencarter sebuah perahu kecil yang bayarannya sekitar Rp 400.000 untuk seharian, kita sudah puas menikmati pulau-pulau kecil nan eksotisnya.

            Salah satu pulau yang paling terkenal adalah Pulau Lengkuas. Dari kejauhan, sebelum perahu merapat ke pulau tersebut, puncak mercusuar setinggi 62 meter terlihat menjulang tinggi. Mercuar ini sendiri didirikan oleh Belanda pada tahun 1882 yang hingga kini menjadi simbol Pulau Lengkuas. Bermodal Rp 5.000/orang, kita sudah bisa menaiki mercusuar tersebut dan menikmati keindahan yang tiada tara dari puncaknya.

            Lautan yang jernih berwarna biru dan tosca yang karangnya dapat dilihat dengan jelas membuat kita betah untuk memandang. Belum lagi anginnya yang sepoi-sepoi. Sungguh pemandangan alam yang luar biasa.



            Kalau kita ingin melihat matahari terbit ataupun tenggelam, Pantai Tanjung Tinggi bisa menjadi pilihan. Menaiki batu-batu besarnya sambil menunggu proses muncul atau menghilangnya matahari adalah salah satu anugrah yang luar biasa. Makanya tak heran meski bukan hari libur, tempat ini selalu dipadati pangunjung. Apalagi dulunya tempat ini menjadi salah satu setting di film Laskar Pelangi.

Replika SD Muhammadiyah

            Tempat ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika datang ke Belitung. Sebuah tempat yang kita kenal dari buku Laskar Pelangi. Tempat Ikal dan kawan-kawan menimba ilmu. Dengan penuh semangat dan tidak pernah putus asa meski banyak cobaan menghadang. Sebelum tiba di Replika SD Muhammadiyah, kita akan disambut dengan hamparan pasir putih. Lalu ada tiang dengan bendera Indonesia di sana.

Museum

            Salah satu museum terkenal di Belitung adalah Museum Kata milik Andrea Hirata yang terletak di Jalan Laskar Pelangi, desa Linggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. 

            Museum ini didirikan Andrea Hirata dari hasil royalty novel-novelnya. Di dalamnya kita akan menemukan bagaimana proses penulisan Laskar Pelangi. Tulisan-tulisannya yang bertebaran di media, Laskar Pelangi dengan berbagai cover berbeda di setiap Negara yang menerbitkannya, penghargaan yang di dapatkan Andrea Hirata, dan masih banyak lainnya.



            Di dapur museum ini juga ada Warung Kuli Kupi lho. Kita boleh memesan kopi seharga Rp 7.000/gelas yang langsung dimasak di tempat itu. Ada juga ruangan untuk belajar menulis. Pokoknya museum ini sangat komplit. Membuat kita sebagai pengunjung terpesona dan percaya kalau kita sendiri pun bisa seperti beliau. Asal selalu memupuk mimpi, bekerja keras dan tidak lupa berdoa pada Sang Pencipta.

            Oh ya, yang susah mendapatkan tulisan Andrea Hirata, di museum ini disediakan novel-novelnya lho. Ada juga baju, bros, dan tempat minum yang berhubungan dengan Andrea Hirata atau Laskar Pelangi.



            Yang pasti masih banyak tempat pariwisata lainnya yang wajib kita kunjungi di Belitung. Jadi kenapa Belitung dikatakan sebagai Balinya Sumatera? Sebab Belitung kaya akan pariwisata. Wisata bahari, wisata underwater, wisata seni dan budaya, wisata agama, dan wisata kuliner. Penginapan di sini juga banyak. Dari yang murah sampai yang berbintang. Belum lagi adat dan budayanya yang masih kental. Makanya jangan heran kalau dikemudian hari para wisatawan lokal maupun luar negeri akan lebih banyak mengunjungi Belitung ketimbang Bali. Sebab Belitung menakjubkan dan luar biasa indahnya.

            Kuakrabi lautmu, Belitung. Panggil aku lagi di hari lain saat kau berkenan.


Belitung, November 2014

Jumat, 15 Februari 2019

What a wonderful view!


Sudah sejak dulu Sumatera Utara hadir dengan sejuta pesona. Berbagai panorama alam ada di sini. Sebut saja Danau Toba sebagai salah satu danau terluas di dunia. Siapa yang tidak tahu Danau Toba? Siapa yang tidak jatuh cinta pada pesonanya? Nah, selain Danau Toba, masih ada Danau lain yang tak kalah indah. Ia adalah Danau Siais yang berada di Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Danau Siais adalah panorama alam yang memiliki keindahan tiada terkira. Sayangnya masih banyak masyarakat Sumatera Utara yang belum mengetahui hal ini. Saya sendiri sudah tahu Danau Siais sejak tahun 2013. Ketika itu teman-teman saya berangkat menuju Danau Siais menggunakan sepeda motornya masing-masing. Sayangnya dikarenakan jalanan yang buruk, salah satu sepeda motor teman saya malah terbelah menjadi dua alias tidak bisa lagi digunakan. Hihihi. Belum sempat menikmati keindahan Danau Siais, sudah mendapat cobaan yang otomatis membutuhkan uang banyak untuk menderek sepeda motornya. Karena pengalaman teman-teman saya tersebut, alhasil saya belum berani untuk menginjakkan kaki ke Danau Siais.
Meskipun jalanan ke Danau Siais belum memadai, tetap saja impian untuk menginjakkan wisata alam ini tetap ada di hati. Minggu, 25 November 2018, ketika saya bingung harus melakukan apa di hari libur, saya dan rekan memutuskan untuk melakukan perjalanan menuju Siais. Padahal waktu itu sudah menunjukkan pukul 16.00 Wib. Sebelumnya kita sudah keliling Padangsidimpuan ke sana-kemari, namun tak jua merasakan kepuasan dalam berlibur.
“Bagaimana kalau kita ke Danau Siais?” tanya rekan saya cepat.
“Mauuuu. Let’s go!” teriak saya cepat.

Perjalanan Menuju Danau Siasis, Singgah Sebentar Buat Jepret Cantik 

Perjalanan Menuju Danau Siais
Jadilah kita melakukan perjalanan mendadak menuju Danau Siais dari Sirappak, berlanjut ke Simarpinggan Napa, dan terus berjalan tanpa ada belokan. Ikuti saja jalan setapak yang banyak melewati kebun, hutan, dan rumah penduduk. Dari Simarpinggan, jalanan yang dilalui sudah lumayan bagus. Menurut perkiraan rekan saya yang sudah pernah ke sana, perjalanan ke Danau Siais dari Simarpinggan memang lebih cepat dibanding dari Batang Toru. Kami hanya butuh waktu 1,5 jam ke sana. Selama satu jam perjalanan, jalanan masih lumayan bagus. Nah, setengah jam berikutnya baru penuh bebatuan dan lumpur. Maklum saja, Padangsidimpuan hingga Tapanuli Selatan sedang musim hujan. Makanya jalanan yang belum disemen sangat becek dan penuh lumpur. Selain itu di sepanjang jalan kami banyak menemui pepohonan yang ambruk dan sisa-sisa tanaman bekas banjir bandang.

Air Terjun Sekitaran Danau Siais 

Ternyata beberapa hari yang lalu telah terjadi banjir bandang yang menyebabkan tumbuhan dan tanaman di sini pada tumbang. Memang daerah yang kami lewati sangat rawan banjir dikarenakan banyaknya sungai besar yang melewati daerah ini. Info daerah ini yang sering terkena rawan banjir juga banyak kita temukan di sepanjang jalan. Jadi, kita bisa lebih hati-hati bila tengah melakukan perjalanan kala musim hujan tiba.
Perjalanan kami ini bisa dibilang ekstrim karena sepanjang jalan, hanya kami saja yang lewat. Sepi sekali! Paling hanya mobil berisi sawit. Itu pun terhitung. Belum lagi ketika melewati jalanan becek dan penuh bebatuan. Dalam hati kami berdoa agar sepeda motor yang kami tunggangi tidak mengalami masalah. Tak lucu kalau ban sampai bocor. Mau tempel di mana di tengah hutan begini?
Meskipun perjalanan ini terbilang menantang, tetap saja kami merasa bahagia. Sepanjang mata memandang ada beberapa gunung yang menyapa dengan keindahannya. Mereka tampak indah, agung, anggun, dan dekat untuk diraih. Belum lagi burung-burung indah yang berterbangan dengan suaranya yang merdu, ditambah desiran air sungai yang membuat suasana menjadi lebih syahdu. Sungguh panorama alam yang sangat indah.
“Sebentar lagi kita sampai. Danau Siaisnya ada di belakang gunung ini,” tunjuk rekan saya penuh semangat.
Tentu saja saya juga semakin bersemangat. Embusan angin menerpa wajah kami. Udara yang sangat baik buat paru-paru. Sungguh berbeda dengan di kota, khususnya Padangsidimpuan yang udaranya sudah banyak terkontaminasi polusi.

Selamat Datang di Danau Siais
Pegununangan di Sepanjang Mata Memandang 

Tepat pukul 17.30 Wib, Danau Siais sudah tampak di depan mata. Masya Allah! Luar biasa indah. Ucapan syukur dan takjub terus keluar dari bibir ini. Betapa luar biasanya Allah dengan segala ciptaanNya. Sungguh saya bersyukur bisa melihat Danau Siais yang keindahannya berhasil membuat saya jatuh hati. Sudah sewajarnya tempat wisata ini memiliki tempat di hati masyarakat. Sebelum jalan-jalan mengunjungi tempat wisata yang jauh di sana, mengapa tidak menikmati Danau Siais terlebih dahulu?
Kami berkeliling Danau Siais untuk menemukan tempat yang pas buat rihat sekaligus menikmati keindahannya. Eh, pas di perjalanan, rekan saya bersua dengan tetangga samping rumah. Jadi deh kita singgah sebentar bersama mereka. Waktu itu mereka lagi duduk manis di salah satu warung yang letaknya dekat dengan air terjun. Sewaktu rekan saya bercengkrama dengan mereka, saya langsung berlari kecil menuju air terjun tersebut. What a wonderful place! Danaunya ada, air terjunnya ada, gunungnya indah, ahh komplit sekali.
Lima belas menit kemudian kita berpamitan dengan mereka.
“Kalian sih datang ke Siais pas matahari sudah terbenam. Orang sudah pulang main dari sini, kalian malah baru sampai,” ucap salah seorang kepada kami.
Kami hanya membalasnya dengan senyuman. Namanya juga perjalanan mendadak. Tapi kami senang karena Danau Siais serasa milik pribadi. Tidak banyak orang. Hihi. Namun kami melihat banyak orang yang asyik memancing di danau ini. Sebelum memutuskan duduk di pinggir Danau, kita memesan makanan terlebih dahulu di salah satu warung yang bisa ditemukan di seputaran Danau Siais. Kita pun membawa makanan ini untuk dihalap di pinggir Danau.
Makan di pinggir Danau Siais memang memiliki kenikmatan tiada terduga. Bersama semilir angin, danau yang tenang, dan suasana asri. Siapa yang tidak suka? Siapa yang tidak jatuh cinta? Rasanya betah di tempat ini. Meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 Wib, hari masih terlihat terang. Tetapi kita tidak bisa berlama-lama di sini. Jadi waktu yang ada memang benar-benar dinikmati dan disyukuri.
Kalau misalkan kita masih ada waktu, pasti kita tidak melewatkan untuk pergi melihat ikan keramat. Sayangnya hari sudah gelap. Mungkin di lain waktu kami akan kembali ke tempat ini dan meng-explore segala tempat wisata yang ada.

Kembali ke Padangsidimpuan
Menatap Danau Siais 

Jalan-jalan singkat nan berkesan harus diakhiri. Selesai magrib, kita pun mulai jalan untuk pulang. Untuk rute pulang, kita memilih melalui Batang Toru, sebab jalannya lebih bagus, aman, dan ramai pengendara. Meskipun memakan waktu lebih lama. Lagian kalau pulang dari jalan datang sebelumnya, kami tidak berani. Selain sepi, jalanan rusak, lampu jalannya juga belum ada. Pukul 21.00 Wib, kami tiba di Padangsidimpuan.

Feel Free

Kalau kata saya, Danau Siais wajib buat kamu junjungi. Dijamin pesona Danau Siais akan mampu membuatmu jatuh hati. Alhamdulillah sekali saya sudah berhasil menginjakkan kaki di sini. Tunggu apalagi? Yuk liburan ke Danau Siais.
Padangsidimpuan, 02 Desember 2018

Follow Me @evariyantylubis