Jumat, 09 November 2018

Rezeki Tidak Akan Tertukar, Kalau Tertukar Bukan Rezeki Namanya

pixabay.com

Pernah nggak sih kamu ngerasa rezekimu seret? Buat yang dapat gaji bulanan pasti jarang mengalami hal ini. Palingan mereka bermasalah dengan cara mengelola pemasukan. Baru gajian, eh duit wes entek kabeh.

Lain cerita bagi mereka yang memilih  bekerja sebagai freelance. Gaji masuk tak menentu. Kudu dapat proyek dulu. Saya sudah merasakan hal ini. Kadang satu bulan hanya dapat beberapa ratus ribu, bulan berikutnya dapat jutaan. Pokoknya enggak tentu. Kudu pintar cari job. Alhamdulillah kalau ditawari job tiap bulan. Itu artinya ada penghasilan yang diharapkan kedatangannya.

Sebagai penulis, saya harus kirim tulisan ke berbagai media. Baik itu media online, lokal dan nasional. Tidak cukup sampai di situ, saya juga fokus menulis buku. Alhamdulillah selain 'nyodorin' tulisan ke penerbit, saya juga dapat job menulis buku dari mereka setiap bulan. Tak kemanalah saya menuntaskan satu buku satu bulan.

Cukupkah mendapat penghasilan dari situ?

Cukup, pasti cukup. Tergantung bagaimana kita mengelola keuangan. Hanya saja selagi saya masih bisa melakukan banyak hal dan mencintai pekerjaan itu, maka saya akan terus berusaha lebih dan lebih.

Selain menulis di media dan buku, saya juga banting setir *maafkan bahasa saya*  menjadi seorang blogger. Masih junior banget memang. Tapi alhamdulillah memyenangkan. Dari blog sederhana ini,  Allah telah memberi saya pemasukan yang bisa dibilang lumayan.

pixabay.com


Dari beberapa proses yang saya lalui, saya percaya hasil tidak akan mengingkari proses. Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Rezeki tidak akan tertukar, kalau tertukar bukan rezeki namanya.

Mengapa saya memaparkan sedikit bagaimana proses saya memperoleh pemasukan?  Karena malam ini saya memperoleh 'hal' yang jauh dari nalar.

Seseorang mengatakan saya telah mengambil rezekinya. Karena saya dia kehilangan pekerjaan. Sakit?  Tentu saja. Padahal saya tidak pernah mengemis meminta kerja. Toh selagi kita baik dan menjalin hubungan kerja sama profesional, pekerjaan akan datang menghampiri.  Saya percaya hal ini sejak dulu. Hukum sebab akibat akan terus berlaku.

Yang ingin saya tekankan di sini, jangan sampai memaksakan sesuatu yang sudah jelas bukan milik kita. Bekerjalah secara profesional. Perjuangankan sesuatu yang memang pantas diperjuangkan. Kalau kali ini bukan rezeki kita, bersabar saja dan tetap terus melakukan yang terbaik.

Misal, saya sudah nulis puluhan buku. Lempar ke penerbit yang satu dan lainnya namun tetap tidak mendapat kabar baik. Sedihkah saya?  Padahal saya rasa tulisan saya sudah bagusss banget. Pasti!  Hanya saja tidak larut di dalamnya. Kalau saya terus-menerus bersedih, belum tentu buku saya berhasil terbit mayor dan bisa didapatkan di seluruh Gramedia. Benar,  tidak?

Begitu juga dengan 'kasus' yang saya hadapi di atas. Menjelaskan panjang lebar juga tidak ada guna bagi mereka yang sudah terkotak-kotak otaknya.

Mari menanggapi segala hal dengan bijak. Terus bekerya and be the best in your life.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis