Kamis, 15 November 2018

Jambore Literasi Sumatera Utara 2018




Saya baru tahu ada yang namanya Jambore Literasi sejak bekerja di Dinas Perpustakaan Kota Padangsidimpuan. Saya kira Jambore cuma ada buat anak Pramuka. Ke mana aja ane yak? Jambore Literasi pertama yang saya ikuti ini dihadiri oleh puluhan pegiat literasi dari setiap kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Utara. 



Nah, ane sendiri merupakan perwakilan Dinas Perpustakaan Kota Padangsidimpuan bersama dengan Ibu Kadis, Ibu Dijah, Ibu Halima, dan Bang Putra. Selain dari Dinas, kita juga mengajak teman-teman dari Rumah Baca Bercahaya, Bang Syapar, Vina, dan Kak Irdes. Ditambah dengan dua penulis produktif, Bang Budi Hutasuhut dan Sunaryo Jw. Kuota undangan sepuluh orang pun terpenuhi. 



Jambore Literasi 2018 kali ini diadakan di Hotel Torsibohi Sipirok. Acara diadakan sejak Kamis, 01 November 2018 s/d Sabtu, 03 November 2018. 

Satu kata yang saya beri buat panitia acara ini adalah : TERLALU.

Sorry jika terlalu kasar. But, panitia acara memang tidak mempersiapkan acara dengan baik. Koordinasi kepada undangan tidak dilakukan secara menyeluruh. Alhasil, kita yang berasal dari Padangsidimpuan tidak tahu menahu seputar penginapan yang seharusnya di Hotel Torsibohi berubah menjadi Hotel Sitamiang Padangsidimpuan. Hellow? Itu artinya kita bolak-balik dong setiap harinya? 



Beberapa buku di pameran. Penulisnya rata-rata teman facebook semua ☺

Memang hal ini tidak hanya dialami oleh undangan dari Kota Padangsidimpuan saja. Beberapa undangan dari kota/kabupaten lain juga mengalami hal sama. Ini bukan acara main-main, lho. Yang mengadakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara. Gubernur dan Bupati Tapanuli Selatan saja diundang. Masa segala persiapan tidak dilakukan dengan matang?

Untunglah dihari kedua, kekesalan di hari pertama sedikit terobati. Meskipun kita harus 'kehilangan' Bang Budi Hutasuhut dan Sunaryo JW yang tidak ingin lagi menghadiri acara ini. 


Sedari kita tiba di lokasi, hujan terus menetes. Belum lagi suhu udaranya yang dingin, membuat saya dan teman-teman bergegas untuk mencari makanan hangat. Alhamdulillah, ketemu juga Uak penjual lontong yang ramah tamah di pasar tradisional di belakang Alun-Alun Sipirok. Karena kita tiba lebih awal di lokasi, bolehlah kita sarapan sejenak di sana.

Selesai sarapan, kami kembali menuju Alun-Alun Sipirok, tempat dilangsungkannya pembukaan acara Jambore Literasi. Segala persiapan telah dilakukan. Mulai dari karpet merah, stand per kota/kabupaten, MC, penari dengan pakaian adatnya, tempat duduk undangan, dan sebagainya. 

Setelah pembukaan oleh beberapa tokoh dan akhiri dengan dongeng oleh Aldi, acara pun diakhiri dengan jepret sana-sini. Pukul 15.00Wib, talkshow seputar literasi diadakan di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Tapanuli Selatan.



Talkshownya lumayan bermanfaat. Apalagi narasumbernya sudah berkompeten dan professional dibidangnya. Hanya saja bagi saya yang tidak terlalu suka talkshow nuansa formal, kegiatan ini terbilang boring or membosankan. Sangat kaku khas acara pemerintahan. Untung ada Kak Irdes dan Vina yang bisa diajak sharing seputar banyak hal.  



Bagaimanapun ceritanya, saya tetap mengajak masyarakat Indonesia, khususnya remaja muda kreatif, untuk terus bergiat dalam dunia literasi. Mari budayakan baca sejak dini. Ajak adek-adek untuk cinta buku. Jangan biarkan mereka larut dalam kecanggihan teknologi hingga lupa budaya dan membaca buku. Menebar kebaikan itu tidak sulit asal ada niat dan kemauan.

Salam Literasi, Ayo Membaca!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis