Senin, 08 Oktober 2018

Traveling Tidak Melulu Menghabiskan Uang



pixabay.com


Banyak orang yang berpendapat kalau jalan-jalan itu identik dengan pengeluaran uang. Apalagi kalau tempat yang dituju tergolong jauh dari kota tempat tinggal. Mungkin bisa di luar kota, luar provinsi, atau bahkan luar negeri. Yap, satu sisi itu benar sekali. Bukankah kalau kita ingin mendapatkan sesuatu maka kita juga harus mengorbankan sesuatu juga? Seperti travelling ini. Namun ada banyak cara untuk membuat uang yang kita keluarkan ketika travelling kembali kepada kita. Tidak percaya? Sama. Awalnya saya juga beranggapan begitu. Namun sekarang berbeda setelah saya tahu bagaimana cara mendapatkan uang dari melakukan perjalanan.

Ubah cara pandang

pixabay.com

            Mindset kita perlu diatur dan ditanamkan kalau jalan-jalan yang kita lakukan bertujuan untuk mendapatkan uang, bukan sebaliknya. Terserah orang mau berkata apa, yang penting cara pandang itu harus tetap nempel dipikiran kita. Percaya deh, itu pasti akan membuat pemikiran kita semakin tenang, jalan-jalan lebih menyenangkan, dan kita bakalan benar-benar bisa mendapatkan uang setelah selesai jalan-jalan. Misalnya kita sudah mengeluarkan uang kurang lebih dari Rp 500.000, maka kita harus bisa mendapatkan uang minimal Rp 1.000.000 dari jalan-jalan itu. Caranya? 

Berpikir kreatif

pixabay.com


            
Jalan-jalan yang dilakukan akan lebih asyik kalau didokumentasikan. Benar begitu? Benar sekali. Tulis perjalananmu dan kirim ke media yang menerima naskah jalan-jalan. Tenang, ada banyak sekali media di Indonesia ini yang mempunyai rubrik pariwisata. Mulai dari media lokal, hingga nasional.  Dan honornya pun beragam. Mulai dari ratus ribuan, hingga jutaan. Fantantis sekali bukan? Padahal tulisan yang dibutuhkan media itu biasanya berkisar dua hingga tiga halaman A4 saja. Sama sekali tidak banyak. Setelah itu lampirkan beberapa foto pendukung dalam tulisan yang dibuat.
            Segampang itu? Ya. Namun sebelumnya kita harus mencari tahu tulisan pariwisata seperti apa yang diterima oleh media yang kita tuju. Sebab setiap media pasti memiliki perbedaan dan ciri khasnya masing-masing. Kalau asal mengirim tulisan saja semau kita, bisa-bisa tulisan kita tidak dilirik.
            Yang pasti, tulislah tulisan yang menarik, mudah dipahami pembaca, dan lebih hebatnya lagi bisa membuat pembaca ingin pergi ke tempat pariwisata yang kita tuliskan. Amazing sekali kalau gara-gara tulisan kita seseorang jadi mengikuti jejak kita sebagai traveller.
            Tidak bisa menulis naskah yang hanya berkisar dua atau tiga lembar? Maka masih ada pilihan lain. Yakni menulis buku perjalanan. Zaman sekarang ini penduduk Indonesia sangat gemar membeli dan membaca buku travelling. Apalagi tempat pariwisata yang ditulis merupakan tempat yang masih baru atau belum banyak terjamah penulis lain, namun menyajikan berbagai jenis pariwisata yang menarik dan membuat diri ingin menjejakkan kaki di sana.

pixabay.com

            Ada banyak penerbit yang menerbitkan buku pariwisata. Lebih jelasnya, bisa cek di google atau di toko buku bagian pariwisata. Kalau sampai buku kita terbit, kita akan mendapatkan honor kisaran 8% s/d 12% dari hasil penjualan buku. Lumayan banyak lho. Bahkan dari honor buku itu kita kembali bisa melakukan perjalanan. Gimana? Asyik? Tentu saja!
            Cara lain lagi? Bisa menulis perjalanan di blog. Kita bisa membuat blog secara gratis. Misalnya melalui wordpress.com atau blogger.com. Memang untuk mendapatkan uang dari menulis di blog tidak segampang menulis di media atau di penerbit. Butuh proses panjang. Namun kalau lama kelamaan blog kita dikenal banyak orang karena tulisannya yang selalu bagus dan bermanfaat, pasti deh cepat atau lambat uang akan mengalir ke kantong kita.
            Bagi yang tidak bisa menulis perjalanan namun jago dalam memotret, bisa juga mengirim hasil jepretannya ke media yang membutuhkan. Hanya saja akan lebih baik kalau yang bisa menulis bisa juga memotret, dan yang bisa memotret bisa juga menulis. Kan dapat uangnya bakalan lebih banyak. Rasa syukurnya pun akan lebih banyak.
            Tunggu apalagi? Siapkan semua keperluan travelling dan setelah itu lakukan hal-hal yang bisa mendapatkan uang seperti yang telah disebutkan di atas! Rasakan petualangan jalan-jalan, nikmati hidupmu, tulis kisah perjalanmu, kirim ke media, dan bersyukurlah karena bisa melakukan semua itu. Sebab ada banyak orang yang ingin travelling dan mempunyai uang yang berlimpah namun sama sekali tidak bisa meninggalkan pekerjaannya barang beberapa jam sekalipun.

Harian Analisa Medan. 
Minggu, 16 Oktober 2016.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis