Minggu, 30 September 2018

Selamat Datang di Kolam Bebek Payanggar

Kolam Bebek Panyanggar yang beralamat di Kelurahan Kayu Ombun, Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan ini merupakan salah satu tempat wisata pas buat keluarga. Hadir dengan keindahan panorama alam yang mampu menyejukkan mata. Tempat ini tidak begitu luas, namun siapa saja yang hadir di sini, pasti merasa tenang dan damai.

Tempatnya keren, kan?


Buat keluarga yang punya bocah cilik, nikmati waktu bersama anak dengan menggunakan 'angkutan bebek'. Kalian bisa 'berenang-berenang' di seputaran kolam sembari memberi makan ikan mas yang luar biasa banyak. Ketika melemparkan makanan ke kolam, puluhan ikan mas akan menyerbu makanan tersebut. Siapa saja yang melihat pemandangan ini pastilah takjub. Apalagi anak-anak. Sudah saatnya orangtua meluangkan waktu bersama anak dengan cara seperti ini. Ajari dan temani anak untuk mengenali dan mencintai lingkungannya. Cara ini jauh lebih ampuh untuk perkembangan otak anak, dibanding hanya bermain di dalam rumah. 

Kolam Bebek Payanggar

Sabtu, 29 September 2018

Tulisan karya Eva Riyanty Lubis ini telah dimuat pada 
 Harian Medan Bisnis. Rubrik Art & Culture. Minggu, 09 Desember 2012.
***

Kamu, ya kamu. Lelaki beraroma daun. Harummu begitu menyeruak hidungku sehingga aku ingin selalu berada di sampingmu. Wajahmu pucat, namun tak sepucat Edward si vampire di Twilight. Matamu coklat gelap. Sangat kontras dengan kulit putih pucatmu.
            Tubuhmu tinggi, bak model. Rambutmu lurus dan terlihat memanjang. Jika tertiup angin, menjadi sangat indah dan berkilau. Sungguh, aku sangat ingin membelainya. Kau begitu berkharisma. Kuputuskan bahwa kamulah pangeranku. Pangeran tak berkuda. Walau kutahu tak pernah ada senyuman manis darimu untukku. Malah sorot mata tajammu yang selalu kau berikan. Seakan-akan kau hendak menelanku bulat-bulat. Tetapi, itu tak mengubah hasratku padamu. Sebab hatiku telah terpaut olehmu.

***
            Kampung itu adalah salah satu kampung di Sumatera Utara yang memiliki hutan. Sama seperti hutan lainnya. Hutan itu dulunya dipenuhi oleh berbagai macam jenis pohon, tumbuh-tumbuhan beserta hewan. Namun kini, tak ada lagi yang peduli dengan keindahan alam tersebut. Mereka malah merusaknya. Misalnya dengan melakukan penebangan liar yang kemudian menjual kayu-kayu itu ke kota. Bahkan tidak sedikit dari mereka melakukan perburuan hewan seperti burung, ular, monyet, rusa dan gajah. Bukankah semakin sering diburu mereka akan semakin cepat punah?
            “Kita harus membangun kampung ini lebih baik agar tidak tertinggal dengan kampung-kampung yang lain. Jangan mau dicap sebagai orang yang kampungan! Itu memalukan! Kita harus bangkit dan bersatu bersama-sama untuk membangun kampung kita ini menjadi sebuah kota besar.“
            Tepuk tangan membahana terdengar di ruangan berukuran 10x12 meter itu. Sebuah tempat yang dinamakan sopo godang[1], yang digunakan sebagai tempat rapat dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya. Seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, peringatan Isra’ Mi’raj, pengajian bapak-bapak serta pengajian ibu-ibu, atau perayaan ulang tahun naposo naulibulung[2].
            Setelah suara riuh itu berakhir, tiba-tiba seseorang berdiri. Semua mata pun tertuju padanya. Lalu ia berujar, “apa yang akan kita lakukan dengan hutan kita itu Pak Kepala Lingkungan? Bukankah ia akan menghasilkan banyak uang untuk kita?”
            Pria yang disebut sebagai kepala lingkungan itu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan lelaki yang baru menginjak dewasa itu.
            “Pertanyaan bagus. Ok. Untuk semua warga kampung ini, maksimalkan semua potensi yang ada di sini. Untuk hutan kita, kalian tetap bebas melakukan hal yang sudah biasa dilakukan.”
            Aku memandang mereka semua dengan keheranan. Bukankah seharusnya hutan itu dilindungi? Bukankah hutan yang menjadi paru-paru dunia ini? Kalau tidak ada hutan, maka banyaklah negara yang akan hancur. Ah... aku tidak habis pikir dengan tindakan dan cara pikir mereka. Namun mulutku belum mampu untuk berkata.
            Oh ya, namaku Putri Salsabella. Usiaku tujuh belas tahun. Harusnya kini aku duduk di bangku sekolah dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan anak diusiaku. Namun harapan dan keinginan tidaklah berjalan dengan mulus. Akan banyak didapatkan halangan dan rintangan. Hal itulah yang  mengharuskan kita untuk mengerti hidup ini.
            Seminggu yang lalu, Udak[3]Lubis atau yang dikenal dengan sebutan Pak Kepala Lingkungan membawaku ke kampung ini. Semula aku tinggal di Medan. Namun karena kedua orangtuaku meninggal dalam kecelakaan tempo hari, dan aku merupakan putri tunggal mereka, maka udak berinisiatif untuk membawaku ke kampung halamannya, yang juga kampung halaman bapak. Sebab hanya udaklah saudara bapak satu-satunya.
            Aku disambut dengan gembira oleh warga kampung, bahkan oleh Etek[4] Winny, istri udak. Dia menganggapku sebagai anaknya, sebab hingga kini mereka belum juga dikarui oleh anak. Padahal usia pernikahan mereka sudah mencapai empat belas tahun.

Sabtu, 15 September 2018


Meski latihannya cukup singkat, anak-anak Joring Lombang mampu memberikan penampilan terbaik mereka.

Pentas Seni Anak di Desa Joring Lombang Padangsidimpuan Angkola Julu yang diadakan pada hari Selasa, 11 September 2018 berlangsung sukses dan meriah. Meskipun menjadi pentas seni anak pertama di Kota Padangsidimpuan, namun acara ini berhasil menarik banyak minat masyarakat, khususnya pemerhati anak dan pecinta seni.

Saya sendiri baru pertama kali menonton secara live acara pentas seni anak. Jujur saja, saya begitu menikmati acara ini. Ketika anak seusia mereka (05 s/d 15 tahun) asyik dengan gadget, anak-anak Joring Lombang hadir dengan penuh ide dan kreativitas. Cukup dibimbing sedikit saja oleh kakak-kakak komunitas, mereka langsung menjelma layaknya kupu-kupu yang berhasil membuat banyak orang tertawa riang gembira.

Onang-Onang yang berhasil membuat penonton terbius. Onang-onangnya keren pisan, ey!

Kepolosan, keunikan, dan kejujuran mereka sampai pada penonton. Mereka adalah bocah-bocah cilik generasi penerus bangsa. Memang seperti inilah seharusnya mereka. Masa di mana mereka bermain sambil belajar. Tidak ada tekanan apalagi paksaan. Mereka dibiarkan berkembang sesuai usia. Nah, di sini dapat disimpulkan bahwa orangtua dan guru memiliki peranan penting dalam membentuk karakter anak.

"Nak, kamu harus dapat peringkat pertama di kelas."

No! Jangan sampai pola pikir Anda sesempit itu. Setiap anak terlahir istimewa dan memiliki kelebihan masing-masing. Sebagai orangtua dan guru, Anda harus menyadari itu. Saya sendiri merasakan hal sama. Waktu kecil orang-orang di sekitar selalu meminta saya untuk mendapat peringkat di sekolah. Sudah dapat juara dua, mereka masih tidak puas. Padahal kemampuan anak berbeda satu sama lain. Orangtua tidak boleh dengan egoisnya berharap terlalu berlebihan pada anak. Cukup dengan ucapan, "Terima kasih ya, Nak. Kamu hebat. Kamu sudah banggain Emak." 


Acara berlangsung sukses dan meriah.
Semoga tahun depan kembali diadakan, ya.


Jujur, kalimat itulah yang anak Anda inginkan. Sebuah perhatian kecil yang mampu membuat anak lebih baik lagi ke depannya. Bukan kalimat yang membuat mental anak semakin down. Seolah-olah apapun yang anak perbuat, tetap tidak menjadi yang terbaik di mata orang-orang yang ia sayangi.

Jika anak tidak memiliki kelebihan dibidang akademik, bisa saja ia jago olahraga, menulis, menari, bermusik, dan sebagainya. Anda hanya perlu meluangkan waktu untuk mengenal anak. Seperti apa anak Anda, apa yang ia butuhkan, apa yang ia inginkan, dan kelak ia akan menjadi apa. 

Desa Joring Lombang bersyukur karena memiliki Bang Syafar Alim. Seorang pemuda penuh ide, kreativitas, dan kecintaan pada anak. Olehnya berdirilah Rumah Baca Bercahaya. Tempat bocah-bocah cilik Joring Lombang mengembangkan berbagai macam minat dan bakat. Meksipun memiliki aktivitas bejibun, lelaki dengan senyum teduh di wajahnya ini tetap meluangkan waktu berharganya bagi anak-anak. Ia ajari mereka mengaji, membaca, menulis, melukis, dan cinta pada dunia seni. 

Meski acara hanya diadakan di lapangan sekolah, tapi penampilan anak-anak Desa Joring Lombang sungguh sangat luar biasa.

Berbekal kecintaannya, Pentas Seni Anak dibuat dibantu dengan 35 komunitas yang ada di Kota Padangsidimpuan. Sungguh luar biasa. Sidimpuan yang dikenal minim sentuhan seni mulai unjuk gigi. Sedikit demi sedikit, saya yakin seni di Padangsidimpuan bisa berubah menjadi lebih baik. 

Pentas Seni Anak di Desa Joring Lombang Padangsidimpuan Angkola Julu alhamdulillah dihadiri oleh Kepala Desa Joring Lombang, Camat Padangsidimpuan Angkola Julu, Wakil Kepala Satlantas Padangsidimpuan, sekaligus Wakil Walikota Padangsidimpuan Terpilih yang sebentar lagi akan dilantik. Itu salah satu faktor yang menandakan acara ini keren abis, karena orang-orang keren juga menyempatkan waktunya buat nonton! 

99% acara ini dilakoni oleh anak-anak Joring Lombang. Mulai dari pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh Hafizah cilik, nyanyian Mars Aku Cinta Buku, tarian daerah, lagu daerah, onang-onang, dan sebagainya. 1% ke mana? Hehe. 1% diisi dengan pembacaan puisi oleh mereka yang sudah melanglang buana di dunia seni. Mereka adalah suhu saya, Bang Budi Hutasuhut, adek saya Sunaryo JW, dan owner Pocos Le Cafe Sandy Gusrio Harahap. Keren? Banget dong. 

Mauliate buat teman-teman 35 komunitas di Padangsidimpuan yang turut andil dalam acara ini.

Selain itu, hal yang tidak saya lupakan adalah ketika bang Syafar Alim selaku pendiri Rumah Baca Bercahaya menyampaikan sepatah dua patah kata. 

"Kami melangsungkan acara ini tanpa meminta-minta. Sama sekali tidak ada proposal. Dana hanya kami dapatkan dari keuntungan menjual kaos yang desainnya dibuat sendiri oleh adik kami, Tarmidzi. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa melakukan acara ini. Meskipun sederhana, namun inilah kami. Kami anak muda penuh kreativitas milik Padangsidimpuan yang memiliki impian sederhana, yakni menggiatkan literasi pada anak." 

Nah, kalau anak muda sudah unjuk gigi, siapa yang tak takut? Teman-teman mari bergenggaman tangan. Mari berjuang bersama untuk menggiatkan seni pada anak. Sudah saatnya kita buka mata, hati, dan pikiran. Sebab hidup bukan hanya untuk dirimu saja. Mari berbuat lebih. Mari menebar manfaat. Karena hidup hanya sekali, maka mari kita melakukan yang terbaik yang kita bisa. 

Jangan pernah lelah berkarya, ya!

Salam Literasi. 
Salam Cinta Buku. 
Salam Cinta Seni. 
Salam Cinta Padangsidimpuan.

Sabtu, 08 September 2018

Lopo Lele Dipadati Pengunjung
Salah satu ciri remaja zaman now, memiliki kegemaran nongkrong bareng teman-temannya. Biasanya sih nongkrong di café. Tak heran pertumbuhan café di kota besar atau kota berkembang kian menjamur. Berbagai ide dan kreativitas dimunculkan untuk menciptakan café keren plus beken. Harapannya agar bisnis tersebut diterima masyarakat sekaligus menjadi tempat muda-mudi berkumpul bersama teman-temannya. 

Café dengan bangunan megah, desain unik, sajian berkelas, atau pun dengan bentuk pelayanan lainnya sudah tidak asing lagi bagi kita. Sebut saja di kota tempat saya lahir dan dibesarkan, Padangsidimpuan. Beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan café sangat pesat. Berbagai jenis café dengan kelebihannya masing-masing membuat konsumen berlomba-lomba untuk ‘mencicipi’ apa yang ada pada café tersebut. 

Selamat Datang di Lopo Lele
Free Kick, Fix Café, Green Coffee, J&J Café, Meet up, Pocos Le Café, King Kopi, dan masih banyak lainnya. Tentunya setiap café memiliki kelebihannya masing-masing. Misal, Pocos Le Café dengan sajian porsi gede namun harganya sangat terjangkau, Meet up dengan suasananya yang tenang, dan sebagainya. Yang sering nongkrong pasti tahu, dah! Saya sih bukan tipikal yang suka nongkrong di café. Tapi boleh dah nanti dicoba satu persatu sekalian kasih review. 

Untuk kali, saya akan kasih rekomendasi buat teman-teman yang suka nongkrong. Kalau biasanya café di Padangsidimpuan tergolong modern, nah saatnya ganti sensasi pada yang lebih alami. Maksudnya seperti apa??

Tempat Asyik Buat Nongkrong

Maksudnya adalah tempat nongkrong dengan pemandangan yang bisa buat mata dan pikiran jadi lebih segar. Lopo Lele. Lopo yang tidak sekadar lopo. Tempat ini beralamat di Jalan Janji Raja, Samora, Kelurahan Wek I, Aek Sidogap-Dogap. 

Lopo Lele hadir di Kota Padangsidimpuan sejak Maret 2018. Mengapa namanya pakai lele? Karena selain ada lopo alias tempat nongkrong, kamu juga bisa melihat pembibitan ikan lele dumbo secara langsung. Mulai dari kolam yang isinya benih, hingga yang sudah bisa dipanen. Tahu dong kalau lele dikasih pakan, pasti mereka akan melompat kegirangan. Pemandangan keren kalau menurut saya. 

Doorsmeer
 
“Karena ada pembibitan ikan lele, boleh dong nanya-nanya tentang lele?”

“Boleh banget. Kamu bisa tanya langsung pada si empunya, Alvi Harahap.” 

Selain ada pembibitan lele, sang pemilik juga memiliki ternak ayam kampung yang luar biasa banyak. Jadi, jangan heran melihat ayam berlarian ke sana-kemari sembari kamu asyik dengan smartphone dan makananmu ya, guys. Mau download cantik? Tenang! Lopo Lele dilengkapi dengan jaringan wifi super cepat, kok. Jadi, sama sekali nggak kalah dengan café modern.

Sebagian Suasana Lopo Lele
“Ada kelebihan lainnya lagi, nggak?”

“Ada dong. Kamu juga bisa cuci sepeda motor, ambal, atau mobil di sini.” 

Karena Lopo Lele memiliki halaman yang sangat luas, tak heran fasilitasnya pun banyak. Saban hari Lopo ini dipadati oleh pengunjung. Apalagi bila hari libur tiba.

Nah, untuk kamu yang suka nongkrong, boleh dong sesekali nongkrong cantik di sini. Saya sendiri sangat menikmati tempat ini. Sembari menulis, mencari inspirasi, atau sekadar download film ditemani sajian yang lumayan enak. 

See you, there!😀

Istri Pemilik Lopo Lele with Me


NB: Istri pemilik Lopo Lele, Rizki Muliani Nasution, jago bahasa Inggris, lho. Kamu bisa kursus singkat atau sekadar speaking buat lancarin bahasa Inggrismu. 

~Eva Riyanty Lubis 
Gedung STMIK Citra Mandiri 

Padangsidimpuan sebagai kota berkembang semakin unjuk gigi, termasuk dalam hal pendidikan. Sebut saja STMIK Citra Mandiri yang beralamat di Jl. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Ujung Gurap, Padangsidimpuan. STMIK ini hadir sebagai jawaban bagi rekan-rekan yang ingin kuliah pada jurusan S1 Sistem Informasi. Jadi, tidak perlu kuliah ke luar kota sebab fasilitasnya sudah ada di kota tercinta ini.

Untuk bangunan, saya rasa sudah lumayan baik. Apalagi bagi kampus baru. Desain minimalis namun elegen berhasil ditampilkan. Sepanjang mata memandang, bangunan ini bikin adem dan betah. Hanya saja letaknya yang terlalu jauh dari kota. Jika ingin kuliah di sini, wajib dah punya kendaraan. 

Ada dua kelas yang dihadirkan, kelas reluger dan karyawan. Biaya kuliahnya lumayan terjangkau dan bisa dicicil setiap bulannya. Sangat membantu.

Seminar Sekaligus Perkenalan STMIK Citra Mandiri


Bagaimana dengan dosen? Alhamdulillah kampus ini berhasil 'menggaet' mereka yang sudah profesional dibidangnya. Memang dosennya belum banyak. Namun saya yakin seiring berkembangnya STMIK, pasti ke dapannya akan membutuhkan lebih banyak dosen. 

Agar kampus ini bisa menunjukkan eksistensinya, dibutuhkan mahasiswa. Ya iya dong. Masa iya kampus tanpa mahasiswa bisa maju? Ya kan? Bagi teman-teman, coba datang dulu ke STMIK. Dilihat, dinikmati, dan diperhatikan lebih lanjut. Tak kenal maka tak sayang. Jadi kalau sudah kenal, kali saja kamu tertarik buat kuliah di sini. 

Suasana di sekitar kampus sebenarnya sangat baik buat tubuh. Mengapa saya bilang seperti itu? Sebab belum banyak polusi, tidak bising, pokoknya masih asri sekali. Bagi yang suka belajar pada kondisi seperti ini, STMIK Citra Mandiri bisa jadi pilihan.

Peserta Seminar Terlihat Sangat Menikmati

STMIK Citra Mandiri melakukan promosi dengan berbagai cara. Mulai dari spanduk diberbagai tempat, mengundang instansi pemerintahan untuk perkenalan kampus, melalui media sosial, dan sebagainya. Merupakan hal bagus kalau menurut saya. Cepat atau lambat perjuangan akan membuahkan hasil. 

Sabtu, 01 September 2018, STMIK Citra Mandiri mengadakan Seminar dan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi Blockchain Solution for the Future of Business, Governance, and Society. Acaranya berlangsung di gedung kampus baru ini. Puluhan perwakilan instansi pemerintahan diundang. Alhamdulillah saya termasuk di dalamnya, mewakili Dinas Perpustakaan Kota Padangsidimpuan bersama rekan saya Mhd. Syahputra Pahlawan Harahap. 

Hadiah dari STMIK Citra Mandiri buat Peserta Desain Fan Page Terbaik


Ketua STMIK Citra Mandiri, Awaluddin Dongoran S.Kom, M.Kom membuka dengan perkenalan kampus. Sebuah pembukaan yang menarik kalau menurut saya. Mereka juga memperkenalkan ketua Yayasan Citra Mandiri kepada kita, berikut dosen yang nantinya mengajar di STMIK Citra Mandiri. Selepas itu, barulah diberi materi tentang Blockchain dan cara pembuatan Fan Page. Lumayan menarik. Acara berlangsung sukses. 

Sebagai masyarakat awam yang baru mengenal STMIK Citra Mandiri, saya mengharapkan yang terbaik untuk kampus ini.

Ingin tahu lebih lengkap seputar kampus ini?
Silahkan kepoin websitenya di sini ->  

http://www.citramandiri.ac.id 


Selasa, 04 September 2018

Sudah tahu belum kalau di Lapangan Desa Joring Lombang, Kecamatan Angkola Julu Padangsidimpuan, bakalan diadakan Pentas Seni Anak-Anak? Yap! We did it! Rumah Baca Bercahaya bersama anak-anak muda penuh kreativitas berkumpul menjadi satu untuk merembukkan acara keren yang insyaAllah diadakan pada hari Selasa, 11 September 2018 pukul 13.00 s/d 18.30 Wib.

Sebagai masyarakat Sidimpuan yang peduli seni dan anak-anak, sudah seharusnya kamu ikut serta memeriahkan acara ini. Bagaimana caranya?

1. Datang pada hari H. 
2. Kasih tahu teman-teman buat ikutan acara ini. 
3. Beri donasi! Bagaimana caranya? Kamu bisa cek caranya pada poster di bawah ini.

Rumah Baca Bercahaya Butuh Kita!

 Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli pada seni dan anak-anak? Jangan biarkan anak tumbuh tanpa seni di dalam dirinya. Teknologi boleh berkembang pesat, namun anak-anak tidak boleh menjadi korban. Peran oragtua sangat penting di sini. Mulailah menyadari bahwa orangtua berkewajiban mendampingi tumbuh kembang anak. Salah satunya dengan cara mengenalkan arti pentingnya seni dalam hidup mereka. 

Tahukah kamu bahwa setiap anak istimewa? Hanya saja tidak semua orangtua menyadari keistimewaan buah hatinya tersebut. So, jangan jadi orangtua seperti itu, ya. Semoga kita bisa menjadi orangtua yang lebih baik lagi bagi anak-anaknya kelak. 

Kamu bisa ikut serta menyemarakkan acara ini dengan membeli T-Shirt karya anak komunitas kita lho.


Aminnnn. 

#SalamSastra
#SalamKreativitas
#RumahBacaBercahaya
#JoringLombang 
 

Follow Me @evariyantylubis