Senin, 16 April 2018

[Review Buku] - Pirates School : Petualangan di Karang Ubur-Ubur

Pirates School - Petualangan di Karang Ubur-Ubur
Tahun ini merupakan tahun di mana saya lebih banyak menghabiskan waktu luang dengan menonton daripada membaca. Tontonan saya masih seputar drama Korea dan Hollywood movies.

Senang karena masih bisa me-time seperti ini. Sedih karena sebenarnya saya rindu aroma buku. Rindu menghabiskan waktu lembar demi lembar.
Ada banyak koleksi buku saya yang manggil-manggil buat disentuh. Dari kapan tahun dibeli, hingga kini segel perawannya masih utuh. Poor them. Maafkan saya!

Saya tidak akan membela diri dengan alasan by alasan. Tidak! Mulai hari ini, saya putuskan untuk kembali bercengkrama dengan buku-buku, lebih sering plus lebih fokus.

Va, himne! Let's do this! You can do that!

Btw, saya juga berharap semoga lebih aktif ngeblog. Sayang banget sudah punya blog dengan domain nama sendiri tapi malah tidak dimaksimalkan. Salah saya!

Di hari yang mendung, hujan terus beberapa hari ini. Mati lampu, ets dah malas banget masak dan ngerjain pekerjaan rumah lainnya. So, waktu tepat buat kembali pada hobby awal. Baca buku.

Alhamdulillah selesai baca buku ini dalam 15 menit.

Cekidot.
Judul                   : Pirates School ~ Petualangan di Karang Ubur-Ubur
Penulis                : Sir Steve Stevenson
Ilustrasi               : Stefano Turconi
Penerjemah         : Utti Setiawati
Penyunting         : Denis Agung
Redesain              : Helen Lie
Penerbit              : PT Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit      : 2014
ISBN 13               : 978-602-249-509-3

Petualangan di Karang Ubur-Ubur menampilkan lima sekawan. Mereka adalah:

Jim, anak Inggris yang cerdas, pemberani, dan selalu bersedia menolong teman-temannya.

Anton, anak Prancis berbadan kurus dan ceking. Suka mengeluh dan sedikit pengecut.

Ondina, satu-satunya anak perempuan di kelompok ini. Cerdas dan bersemangat.

Boni dan Bono. Dua kembar yang berasal dari Norwegia. Memiliki rambut pirang dan tingkat kemiripan 99,999999%.

Petulangan di Karang Ubur-Ubur merupakan kisah lima sekawan untuk menemukan Sekolah Bajak Laut. Guru, alias sang Kapten Hammock tidak serta merta memberi tahu di mana persisnya letak sekolah mereka. Namun, mereka disuruh untuk menemukan sekolah itu sendiri sebagai tantangan. Tentunya dengan 'petuah' alias 'clue' yang wajib mereka ketahui.

Anak-anak harus mampu mencapai sekolah sebelum matahari terbenam. Tentu tidak mudah. Apalagi mereka berada di sebuah pulau. Mereka harus mampu menentukan arah, siap menghadapi perlawanan dari berbagai hewan, jebakan yang harus dilalui, dan sebagainya.

Untuk mencapai suatu tujuan, dibutuhkan kerja sama tim. Itulah satu satu pelajaran yang didapat dari novel anak ini. Pelajaran lainnya adalah tidak mudah mengeluh, harus kreatif, berpikir positif, dan selalu bersemangat.
Membaca novel ini seperti nonton film petualangan. Film petualangan terakhir yang saya tonton adalah Jumanji terbaru. Seru dan menegangkan. Pun dengan kisah lima sekawan di dalam buku ini.

I love it! Kalau saya saja suka, apalagi anak-anak. Ya kan? Poin plusnya lagi, lembar demi lembar di dalam buku ini sangat menarik. Jadi makin betah baca bukunya.

So, tertarik baca Pirates School?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis