Kamis, 12 April 2018

Kucing Saya Hilang, Sedih Luar Biasa



Kecik Jadi Anggota Baru di Rumah

Ling Ling namanya. Tapi saya lebih suka manggil dia dengan sebutan 'Kecik'. Mengapa? Karena badannya kecil dan imut. Kucing ini dulunya dibuang orang ke samping rumah. Karena keseringan saya kasih makan, alhasil dia sudah nganggap rumah seperti rumahnya sendiri. Kucingnya manja. Pandai sekali ngambil hati saya dan suami. Padahal waktu itu kami sudah punya kucing peliharaan. Namanya Kemon.

Saya pikir, Kecik bisa jadi teman Kemon. Soalnya Kemon lebih suka di rumah seorang diri. Kasihan kalau saya dan suami nggak di rumah. Dia nggak ada teman. Awalnya Kemon nggak suka dengan kehadiran Kecik. Seperti ada rasa cemburu gitu, karena kasih sayang majikan terbagi. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya makin akrab. Tidur pun selalu bareng saya dan suami di kasur. Keduanya meringkuk manja di ujung kasur.

Kecik Bantunin Kemon Turun dari Genteng

 25 Februari 2018, Kecik melahiran 4 anak kucing yang lucu-lucu. Sayangnya sebulan kemudian, anak paling bungsu mati. Sedih sekali. Saya sampai nangis apalagi pas si Nuna dikuburin.

Nah, 09 April 2018, Kecik hilang. Dia nggak datang ke rumah sampai hari ini. Padahal dia nggak sakit, nggak kelihatan stress, sudah itu dia kalau main paling jauh ya ke rumah mama mertua yang cuma selisih satu rumah dari rumah saya.

Kecik kalaupun keluar rumah, nggak pernah mau lama-lama. Keluar rumah, masuk lagi. Keluar rumah, masuk lagi. Apalagi sejak punya anak. Dia makin betah di rumah. Keluar rumah hampir cuma buang air besar dan kecil.

Kecik Bareng Empat Buah Hatinya
 
Sampai siang dia nggak kelihatan, saya langsung tanya mertua. Ternyata mamak juga nggak ada lihat. Sedih luar biasa. Saya, suami, mertua, nyari ke seluruh penjuru kampung tempat tinggal kami. Tapi dia tetap nggak ketemu. Ditanyain sama tetangga juga nggak ada yang lihat. Ya Allah. Sedih sekali. Sampai menetes air mata ini.

Kecik itu sahabat saya. Teman kami. Dia udah buat suasana rumah jadi lebih hidup. Kucingnya nggak nakal. Paling mudah diatur. Dia juga sering nyelamatin kami. Soalnya beberapa kali pas saya dan suami tidur, ternyata ada lipan, anak ular, kalajengking, dan berbagai hewan lainnya masuk kamar. Maklum, rumah terbuat dari papan. Rumahnya juga udah lama. Belum lagi belakang rumah, kebun orang. Banyak tanaman. Jadi sering kali hewan-hewan itu bertandang.

Kecik Belajar Manjat Sana-Sini
 
Kecik lah yang nyuruh kami bangun. Dia bakalan ngeong nggak habis-habis sampai kami terbangun. Hiks. Mengingat ini, kembali terurai air mata.

Saya pengen Kecik balek rumah. Saya rindu. Ketiga anaknya rindu ibunya. Kecik, kamu di mana Sayang? 😭😭😭 Hilang semangat gegara kamu nggak balek rumah. 
Teman-teman, saya minta tolong doanya juga ya semoga kucing saya balek rumah. 😢🙏

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis