Sabtu, 28 April 2018

Asyiknya Naik Ferry

Perjalanan jalur laut menawarkan sensasi luar biasa dibanding jalur darat dan udara. Apalagi bagi saya yang sangat tergila-gila pada aroma laut beserta isinya. Ada banyak romantisme yang saya dapatkan di sana. Tak heran rindu begitu membuncah untuk menyapa keindahan laut, termasuk perjalanan menggunakan ferry.

Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas—kurang lebih 10 tahun yang lalu—Alhamdulillah syukur tak terkira sebab saya sudah berhasil merasakan betapa menakjubkannya perjalanan menggunakan ferry. Baik itu pagi, siang, atau pun malam hari. Setiap perjalanan meskipun tujuannya sama, namun cerita yang diberikan selalu berbeda.


Perjalanan Pertama Menggunakan Kapal Ferry dari Dumai Menuju Batam
Masih lekat dibenak saya kala menggunakan kapal ferry untuk pertama kalinya. Ketika itu usia saya masih enam belas tahun, sedang tujuan saya adalah dari Padangsidimpuan menuju Batam. Saya berangkat dari Padangsidimpuan pukul 20.00 Wib menggunakan bus, dan berhasil tiba di Dumai kurang lebih pukul 06.30 WIB. Setelah membeli tiket ke Batam seharga Rp320.000 (kalau saya tak salah ingat), barulah saya dan penumpang lainnya berangkat dengan kapal ferry dari pelabuhan Dumai. Tidak seperti perjalanan jalur darat yang sering molor, jalur laut menurut saya berangkat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pukul 07.00 Wib kapal ferry pun berangkat meninggalkan pelabuhan.

Menikmati Semilir Angin Bersama Nyanyian Ombak

Salah satu yang membuat saya surprise, ada banyak pedagang yang menjajakan dagangannya di dalam ferry ini. Dengan Rp 10.000, sarapan nasi goreng berhasil saya dapatkan. Rasanya? Tak kalah enak dengan yang dijual di daratan. Belum lagi harganya yang sangat terjangkau. Biasanya pedagang ini hadir kala kapal belum berangkat atau tengah beristirahat alias menurunkan penumpang yang turun di persinggahan, yakni Bengkalis, Selat Panjang, dan Tanjung Balai Karimun. Itu artinya, tak perlu takut lapar sebab ada banyak jenis makanan yang dijajakan. 

Di dalam kapal ferry, saya bisa berinteraksi dengan banyak orang, dengan beragam suku, usia, pekerjaan, dan lainnya. Bagi saya, hal ini sangat fantastis. Memiliki teman baru, bahkan di antara mereka ada yang dengan sukarela curcol alias curhat colongan kepada saya. Padahal baru kenalan beberapa menit yang lalu. Hal ini yang tidak saya dapatkan ketika melakukan perjalanan melalui jalur darat dan udara.

Perjalanan menuju Batam ternyata tidak secepat yang saya kira. Berangkat pukul 07.00 Wib, namun berhasil tiba di tujuan pada pukul 15.00 Wib. Cukup lama. Kalau perjalanan di kapal ferry tidak dinikmati, tentu akan terasa bosan dan melelahkan. Untunglah saya merupakan tipikal penumpang yang tidak pernah memiliki masalah diperjalanan. Jadi, sepanjang perjalanan, saya tidak mau menghabiskan waktu dengan tidur. Sayang, dong! 

Hanya saja saya tidak pernah menyangka kalau di dalam kapal ferry, suhu ruangannya sangat dingin! AC nya benar-benar berhasil membuat saya menggigil. Padahal penumpang lainnya lalu lalang menggunakan pakaian minim, namun mereka tetap terlihat enjoy. Mungkin karena saya memang tidak terbiasa melakukan aktivitas di ruangan berAC. Jadi, jaket tebal pun menempel di badan saya. Tak peduli pandangan orang. Yang penting, saya tidak boleh mati gaya! Hihi



Jepret Cantik di Atas Kapal Ferry

Salah satu hobby saya adalah menonton film. Makanya ketika kapal ferry ini memberikan pelayanan nonton gratis dengan berbagai film yang terbilang keren, saya sangat suka. Film satu dan lainnya terus diputar, untuk menciptakan suasana nyaman di dalam kapal.

Setelah lelah menonton, barulah saya berjalan mondar-mandir. Tujuannya sih agar pegal dibadan hilang seketika. Soalnya sudah duduk berpuluh jam selama perjalanan dari kampung tercinta. Waktu itu saya penasaran karena ada banyak penumpang yang turun dari atas melalui tangga. Saya pun bertanya pada salah satu kru, apa yang ada di atas sana. Polos banget saya waktu itu, ya. Hehehe.

Ternyata di atas sana, penumpang bisa menikmati keindahan laut beserta isinya. Ya ampun!! Kok saya baru tahu? Padahal saya sudah setengah perjalanan menuju Batam. Wajar sih, saya kelamaan nonton. Hihi.

Menikmati Perjalanan Bersama Keluarga dengan Kapal Ferry

Bersyukur juga bisa naik ke atas kapal untuk menikmati keindahan laut bersama penumpang lainnya. Saya masih ingat, bahwa saya merupakan penumpang perempuan satu-satunya di sana. Kata beberapa penumpang lainnya, kebanyakan penumpang perempuan tidak tahan melihat hamparan laut dengan waktu lama serta angin yang berembus kencang.

Maha Besar Allah beserta seluruh ciptaannya. 
Pemandangan ini sangat luar biasa. 
Nikmat Allah ini sangat mengagumkan. 
Saya bersyukur bisa melihat hamparan laut ciptaan Allah.

Melihat hamparan laut melalui jendela kapal ferry yang ada di dalam ruangan sangat berbeda dibanding melihat langsung di atas kapal. Jadi, ketika melakukan perjalanan naik ferry, jangan sia-siakan kesempatan ini.

Setelah perjalanan pertama itu, saya kembali melakukan perjalanan menggunakan ferry setiap menuju Batam. Kadang seorang diri, kadang bersama adik, kadang bersama orangtua, dan kadang beramai-ramai bersama sanak saudara. #AsyiknyaNaikFerry tidak akan pernah saya lupakan.

Tiba di Tujuan, Namun Perjalanan Belum Usai di sini

Menyebang dari Bekauheni menuju ASDP Indonesia Ferry Merak Banten
Pertama kali ke Jakarta, saya melakukan perjalanan darat, yang kemudian di tengah perjalanan harus melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Bekauheni menuju Pelabuhan Merak Banten. Waktu itu usia saya masih tujuh belas tahun dan saya berangkat dari kampung halaman menuju Jakarta seorang diri. Tujuannya sih menghabiskan waktu liburan semester bersama saudara.

Dag dig dug tetap saya rasakan meski sebelumnya sudah pernah naik ferry menuju Batam. Perbedaannya, penyeberangan menggunakan ferry kali ini terjadi pada malam hari, dengan penumpang yang jauh lebih banyak dibanding pengalaman saya menuju Batam.

Hamparan laut dengan sorot lampu membuat perjalanan terasa menyenangkan. Belum lagi kerlip bintang nun jauh di sana yang menambah keromantisan malam itu. #AsyiknyaNaikFerry tidak akan pernah saya lupakan.


Asyiknya Naik Ferry Batam – Singapura di Malam Hari
Perjalanan naik ferry selanjutnya yang saya rasakan adalah ketika berangkat menuju Singapura bersama keluarga. Menurut saya, perjalanan ke luar negeri dengan kapal ferry kali ini jauh lebih nyaman, rapi, dan teratur. Penumpangnya juga lebih dewasa dibanding perjalanan sebelumnya yang saya rasakan.

Sebelum Ferry Melaju, Kita Selpih Cantik Dulu

Bukan saya tidak suka dengan penumpang yang bising. Bukan. Malah saya menikmati itu ketika melakukan perjalanan ferry dari Dumai menuju Batam. Saya rasa, kalau suasana terlalu hening, malah perjalanan akan terasa membosankan. Lain hal ketika menuju Singapura yang tidak memakan waktu banyak. Jadi, rasanya sangat sempurna.

Menikmati bangunan-bangunan pencakar langit yang membuat bibir ini tidak lelah bertasbih. Perjalanan pergi dan pulang sama-sama istimewa. Pas pulang, keindahan laut yang ditambah dengan sorot lampu membuat suasana lebih romantis. Kalau punya pasangan, pas banget dah! Duduk berdua sembari menikmati keindahan hamparan laut di malam hari. Saking takjubnya, saya sampai tidak sadar kalau kami sudah tiba di tujuan. Hihi. #AsyiknyaNaikFerry tidak akan pernah saya lupakan.

Gedung Pencakar Langit di Pelupuk Mata

Pesan Tiket Enggak Pakai Ribet di ASDP Indonesia 
Ada beberapa teman yang berkata pada saya bahwa memesan tiket kapal ferry di ASDP terbilang rumit. Guys, hal itu sama sekali tidak benar. Mesan tiket di sini semudah membalikkan telapak tangan. Hah? Segitu mudahnya? Yup! 

Masuk dulu ke website ASDP Indonesia yakni:
https://www.indonesiaferry.co.id/

Step 1
 

 Step 2

 Step 3

Jika masih ada yang mengganjal, atau ingin memberi saran, kritik, atau masukan membangun kepada ASDP Indonesia, teman-teman jangan ragu kontak ke sini, ya.



Bagi pecinta traveling, pasti suka banget yang namanya promo perjalanan. Apalagi bila rute perjalanan sudah sangat diimpikan. Meskipun telah terbiasa melakukan perjalanan darat atau udara, mengapa tidak mencoba asyiknya perjalanan laut? Dijamin teman-teman bakalan mendapat sensasi dan pengalaman luar biasa. 

Berikut beberapa promo dari ASDP Indonesia yang bisa jadi pilihan teman-teman. 


Harapan Saya untuk ASDP Indonesia
ASDP Indonesia memang belum hadir di seluruh penjuru wilayah Indonesia. Saya berharap semoga ke depannya ASDP semakin luas jangkauannya. Misalnya untuk tempat tinggal saya, Sumatera Utara. Daerah tujuan berangkat lebih diperbanyak, agar masyarakat bisa dengan mudah menggunakan transportasi ini.

So, ini pengalaman saya naik ferry. Bagaimana denganmu?
Yuk share di sini.

Kamis, 26 April 2018

Tiga Idola
Sumber: Screen Rant

Trilogy Maze Runner berakhir sudah. Meskipun sudah berusia lebih dari seperempat abad, saya tetap menikmati film bertema Dystopian/Post Apocalypse. Selain Maze Runner, sebut saja The Hunger Game dan Divergent.  Bahkan untuk The Hunger Game, saya juga berhasil menuntaskan novelnya. 

Film seperti ini sebenarnya ditujukan bagi young adult betusia 15 hingga 20 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa turut menikmati. Terbukti film bertema seperti ini lumayan meraih keuntungan yang cukup fantastis.

Final Maze Ranner baru bisa dinikmati setelah penundaan kurang lebih tiga tahun dikarenakan cedera yang dialami oleh sang pemeran utama, Dylan O'brien.

The Maze Runner 2014 baru saya tonton pada tahun 2015. Sedang yang kedua dan ketiga saya tamatkan semalam sore. Film ini membuat detak jantung saya berdetak lebih cepat,  malah kepengen ikutan lari bareng Thomas. Hehe.

'Cobaan demi cobaan' yang mereka hadapi sangat luar biasa. Ibarat game, buka pintu ini,  keluarnya ini. Buka pintu yang lain,  cobaannya tak kalah berat. Lari lari dan lari.  Belum lagi bunyi dor-dor yang membuat suasana semakin 'panas'.

Maze Runner mengajarkan betapa pentingnya sebuah tim. Betapa pentingnya persahabatan.  Betapa pentingnya kepercayaan. Betapa pentingnya berpikir jauh ke depan.

The Maze Runner merupakan kisah sekelompok remaja yang terjebak di dalam labirin yang juga disebut The Maze. Thomas merupakan anggota bari yang mengalami amnesia.  Sedang Teresa merupakan tokoh perempuan satu-satunya. Mereka dijadikan eksperimen untuk mencari penawar dari wabah oleh organisasi besar bernama WCKD (Wicked).

Pada film nomer dua, Thomas dkk lari dari WCKD dan berjuang untuk menemukan Right Arm's.  Kelompok menentang WCKD yang berhasil kabur dari organisasi tersebut.  Sayangnya Teresa membocorkan lokasi keberadaan mereka pada WCKD.  Pertempuran kembali terjadi. Ada banyak remaja yang kembali 'diambil' WCKD,  termasuk Minho.

Maze Runner terakhir, Thomas dkk berjuang semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Minho dan teman-teman lainnya yang diculik. Mereka mendapat bantuan dari Lawrence,  seorang pemimpin para infected namun belum menjadi Crank. 

Maze Runner merupakan kisah simpel dan mudah dimengerti.  Jadi, kamu nggak bakalan merasakan yang namanya kening berkerut.

Salah satu scene favorit saya adalah ketika Newt (Thomas Brodie) tak bisa diselamatkan. Pun ketika ia meninggalkan surat untuk Thomas di menit-menit berakhirnya film ini. Bagi saya itu mengharukan.

Minho alias Ki Hong Lee merupakan tokoh favorit saya sejak film pertama hingga akhir. Ternyata doi sudah nikah, bo. Wajahnya babyface banget.  Hehe

Di ending film Minho disiksa dengan berbagai percobaan. Senang banget saya pas Minho mengatakan Teresa penghianat dan berusaha melawannya.  Meski akhirnya Minho harus dibius.

Pahlawan baru di Maze Runner ending ini adalah kembalinya Gally alias Will Poulter. Di film pertama, dialah yang paling saya benci.  Eh di sini doi jadi sang juru selamat. 
"Tidak ada manusia yang sempurna," kalimat yang saya ingat pas Minho bertanya mengapa ia ada dan menolong mereka. So Cool! 

Saya tidak terlalu suka Teresa. Saya rasa doi tidak terlalu maksimal memerankan perannya. Jadi hasil akhirnya kurang memuaskan saya sebagai penonton. Malah tokoh perempuan yang saya suka,  Brenda alias Rosa Salazar. 

Di film kedua,  rambutnya hampir botak. Untunglah di film terakhir kecantikannya semakin bersinar. Perjuangannya luar biasa. Belum lagi aksinya yang sangat memukau. Contoh,  pas dia dan Jorge adu tembak di awal film untuk menyelamatkan Minho di dalam kereta api. Atau pas doi bawa bus yang menampung puluhan remaja. Remaja tersebut diselamatkan dari percobaan WCKD. Dia juga sering jadi sang penyelamat Thomas dikala genting.

Minggu, 22 April 2018


Sumber: Korea Lover

Selamat tinggal Waikiki. Sungguh sedih berpisah denganmu. Kamu adalah salah satu drama Korea terbaik tahun ini. *Tisu mana tisu?

Welcome to Waikiki alias Eurachacha Waikiki alias Laughter in Wakikiki adalah drama Korea comedy yang dibintangi oleh Kim Jung Hyun sebagai Kang Dong Gu, Lee Yi Kyung sebagi Lee Jun Ki, Son Seung Won sebagai Bong Doo Sik, Jung In Sun sebagai Han Yoon Ah, Ko Won Hee sebagai Kang Seo Jin, dan Lee Joo Woo sebagai Min Soo Ah.

Kesayangan Baby Sol.
Sumber : news.bbmessaging.com

Drama JTBC ini tayang sejak 05 Februari s/d 17 April 2018. Saya mengikuti drama ini secara on going minggu demi minggu. Biasanya hanya drama yang menarik perhatian yang saya ikuti secara on going. Yang lain, tunggu sampai complete dulu baru tak tonton per episode.

Setiap tokoh di dalam drama ini memiliki karakter kuat dan unik. Inilah satu satu kelebihannya yang jarang ditemukan di drama komedi Korea lainnya. Misalnya:  

Sumber: PortalSinopsis.com
  1. Kang Dong Gu yang pemarah, agak pesimis, kadang ngomong A tapi maksudnya B, gengsi tinggi, dan lainnya. Ia bercita-cita menjadi seorang sutradara.

  2. Jun Ki yang lucu dan gokilnya minta ampun. Di dalam drama ini, Jun Ki-lah biang keroknya. Di mana ada Jun Ki, di situ kita tertawa. Ia bercita-cita menjadi aktor hebat.

  3. Doo Sik yang polos, kurang peka, mudah jatuh cinta, dan doyan ngemil. Karakternya berbanding terbalik dengan drama sebelumnya yang ia bintangi, Age of Youth. Ia bercita-cita menjadi penulis scenario.

Welcome to Waikiki merupakan paket komplit sebuah drama. Persahabatannya dapat, cintanya dapat, mengejar impiannya dapat, kekeluargannya dapat.

Ada banyak scene lucu yang berhasil mengocok perut. Semua aktor mampu berakting secara maksimal. Tak heran ceritnya merasuk ke hati. Belum lagi cameo yang hampir muncul di setiap episode. Tidak hanya cameo aktor dan aktris korea, tapi ditambah dengan beberapa artis luar negeri. Maklum saja, karena setting drama ini merupakan penginapan Waikiki. Tak jarang mereka mendapat tamu dari luar negeri yang sesekali ikut nyempil di beberapa scene.  

Sumber: dreamers.id 

Beberapa adegan Kang Dong Gu yang berhasil membuat saya ngakak guling-guling.
  1. Ketika Yoon Ah masak jamur yang sudah jamuran. Nah, karena masakan itu perut Dong Gu, Jun Ki, Doo Sik, dan Seo Jin mules tiada terkira. Alhasil masing-masing dari mereka berlari menuju toilet secepat mungkin. Karena tidak sanggup menunggu antrian, Dong Gu berlari keluar penginapan untuk menemukan toilet. Malang nasib, toilet yang ia dapat malah rusak. Ia terus berlari ke sana-kemari. Di tengah jalan, doi ketemu sang mantan, Soo Ah. Dong Gu masih sempat-sempatnya mencegat Soo Ah dan mengajak balikan. Saat Soo Ah ngasih kesempatan, Dong Gu-nya malah kentut. Maklum, sudah sesak b*ker. Hehehe. Karena tidak sanggup menahan gejolak ingin buang air besar, langsung doi meninggalkan sang mantan dan berlari ke lapangan. Di sana, doi melihat toilet. Langsung saja Dong Gu masuk dan melepaskan hajatnya. Eh dilalanya itu toilet ternyata toilet yang tengah dipajang buat dijual. Hehe. Lucunya makin nambah ketika Yoon Ah lewat dari situ dan akhirnya mengetahui peristiwa yang terjadi.
  2. Ketika Dong Gu dan chef pembuat kue rebutan mendapatkan hati Yoon Ah. Ada banyak scene lucu diantara keduanya. 
  3. Ketika bekerja sebagai asisten sutradara, sang sutradara sering kali bertanya pada asistennya apa memiliki ide untuk film mereka. Nah, di sini Dong Gu jawaranya. Mereka tak tahu bahwa apa yang dilontarkan Dong Gu sebenarnya tidak berkaitan dengan pekerjaan. Boro-boro mikirin ide. Doi malah sibuk mikirin gimana nyaingin sang chef yang mencoba mendekati Yoon Ah. 
  4. Ketika Dong Gu melakukan pengintaian kepada Jun Ki dan adiknya Seo Jin. Hihi. Mengocok perut sekaliii. 

Sumber: dramabeans.com

Beberapa adegan Lee Jun Ki yang berhasil membuat saya ngakak guling-guling. Sebenarnya Jun Ki merupakan tokoh dengan adegan lucu terbanyak. Dialah yang membuat penonton terpingkal-pingkal. Lihat mukanya saja sudah lucu, ditambah aktingnya yang ruar biasa. Ya makin lucu. Hehe
  1. Di episode awal, Jun Ki acting dengan aktor senior. Lupa namanya siapa. Doi pernah main di Man to Man bareng Park Hae Jin. Nah, sang aktor ini tidak pernah bicara. Doi lebih suka nunjuk-nunjuk sebagai bahasa isyarakat. Jun Ki yang baru bertemu ini aktor tentu saja pusing tujuh keliling. Nggak Jun Ki aja sih. Kalau saya yang ada di posisinya, sama saja. Mana saya tahu doi ngomong apa kalau main tunjuk-tunjuk saja. Sayangnya, semua orang selain Jun Ki memahami ‘omongan’ itu. Ketika Jun Ki curhat ke Doo Sik, eh Doo Sik juga mengerti. Poor Jun Ki. Hihi
  2. Ketika Jun Ki harus berperan sebagai ‘monter monyet’ kalau tak salah. Sudah capek make up, nggak tahunya shooting diundur esok hari. Nah, sama produser Jun Ki dilarang merusak make upnya. Kebayangkan gimana Jun Ki harus beraktivitas dengan make up ruar biasanya itu seharian.
  3. Ketika Jun Ki pacaran dengan Seo Jin, namun yang ia lihat hanyalah anak kecil.
  4. Ketika Jun Ki dan Doo Sik taruhan buat dapat duit banyak. Diawal sih menang. Eh seterusnya kalah melulu sampai uang habis.
  5. Tong Dun Tok!!!! You know what  I mean.
  6. Ketika Jun Ki harus akting dengan Elisabeth, sang kura-kura.
  7. Ketika Jun Ki acting dengan artis senior. Pas ingus tuh artis masuk mulutnya. Huah rasanya gimanaaa gitu.

Sumber: matamata.com

Beberapa adegan Bong Doo Sik yang berhasil membuat saya ngakak guling-guling.
  1. Doo Sik yang bercita-cita jadi penulis scenario namun lebih sering nulis novel di blog. Novelnya tentang Presiden Bruce Lee. Ada alien-aliennya juga.
  2. Ketika Doo Sik ditawari jadi penulis scenario, tapi untuk film porno. Ngakak so hard. Doi dikasih referensi film porno. Pas mau nonton, ada ajaaa halangannya. Nonton di kamar, diganggu Dong Gu. Nonton di toilet, diganggau Dong Gu lagi. Ternyata oh ternyata pintu kamar di penginapan Waikiki kala itu mengalami kerusakan.
  3. Ketika Doo Sik menjadi penulis scenario film porno dan artis yang membintanginya merupakan cinta pertama Doo Sik.
  4. Ketika Doo Sik dan Soo Ah mempromosikan Sergio Armany Shopping Mall. Ada-adanya saja ulah keduanya.

Tentu saja masih banyak adegan lucu yang sayang untuk dilewatkan. Btw, untuk adegan percintaan, saya suka Dong Gu dan Yoon Ah. Mesra. Kalau Jun Ki dan Seo Jin, menggebu-gebu khas anak remaja. Sedang Doo Sik dan Soo Ah, malu-malu kucing. Hehehe. Meskipun ditemani selama 20 episode, benar-benar nggak terasa panjang.  Jangan lupa, Baby Sol juga berperan penting dalam mensukseskan drama ini. Baby Sol, saranghaeyo. Love Love. 

Sumber: Vimeo.com

Jumat, 20 April 2018

Sumber: Youtube.com

Forefer My Girl merupakan film romance keluaran tahun 2018. Film ini dibuat berdasarkan novel karangan Heidi McLaughlin. Kalau kata saya, novelnya pasti jauh lebih keren. Sangat jarang film yang diangkat dari novel mampu memenuhi ekspektasi pembaca.

Film ini diperankan oleh Alex Roe sebagai Liam Page, Jessica Rothe sebagai Josie, dan Abby Ryder Fortson senagai Billy.

Hari H pernikahannya, Josie ditinggalkan sang kekasih, Liam. Hatinya begitu hancur dan remuk. Kisah langsung berlanjut delapan tahun kemudian.

Fokus utama beralih pada Liam. Liam merupakan lelaki macho dengan tampang rupawan. Ia juga seorang penyanyi yang sangat populer. Namun seiring berjalannya waktu, ia merasa hampa. Seolah-olah ada yang hilang dari dirinya. Maklum saja. Duit sudah banyak, fans di mana-mana, nama dielu-elukan, lagu disukai, apa saja bisa dibeli, namun kekurangan cinta. Liam sejak menjadi penyanyi, tidak pernah berkomunikasi dengan ayahnya yang berprofesi sebagai seorang pendeta. Sedang ibunya, sejak Liam kecil, sudah menghadap Yang Kuasa.

Suatu hari, ketika ia bersama perempuan di hotel, dan tanpa sengaja perempuan itu menginjak hape jadul berantena milik Liam. Kontan Liam marah dan berlari secepat mungkin menuju tukang service hape. Tanpa sendal alias telanjang kaki. Meskipun dikejar banyak fans, Liam tak peduli. Ia terus berlari sampai bajunya dipenuhi keringat.

Syukurlah bapak tukang service berhasil benerin hape jadul Liam. Ternyata hanya ada satu yang penting di sana. Pesan suara dari Josie, sang mantan.

Ternyata sejak Liam 'kabur' dari hari pernikahannya, ia tetap tidak bisa melupakan Josie. Buktinya ia selalu mendengarkan pesan suara terakhir yang dikirim Josie ketika Liam meninggalkannya. Yang saya heran di sini, kalau masih ada rasa pada Josie, mengapa tidak kembali? Mengapa tidak muncul di hadapannya? Tentunya dengan maaf tulus dan menjelaskan semuanya, pasti si cewek bisa menerima. Meskipun itu tidak mudah dan butuh waktu yang tidak sebentar. Ini butuh waktu delapan tahun, bo! 

Kamu sendiri, kalau ditinggal sang calon suami, apa masih mau balikan ketika ia kembali?

Suatu hari, tak sengaja Liam mendengar kabar bahwa sahabatnya di kampung halaman meninggal karena kecelakaan. Di sini, Liam kaget, sedih, dan shoock. Ia pun berangkat menuju kampung halaman melarikan diri, meninggalkan Sam dan kru lainnya. Padahal ia masih memiliki jadwal tour.

Di Lousiana, kampung halamannya, ia tidak dipuja-puja ataupun dikejar para fans yang seperti biasa ia alami. Malah masyarakat membencinya sebab kesalahannya meninggalkan Josie di hari pernikahan. Jadi, Liam tak ubahnya lelaki 'brengsek' yang tak perlu disenangi apalagi dipuja-puja.

Si cantik Billy.
Sumber: cinemabland.com

Liam kembali bersua dengan Josie. Kangen, malu, merasa bersalah, dan semuanya bercampur menjadi satu. Hanya saja yang membuat Liam tak menyangka adalah kala menemukan Josie telah memiliki seorang putri cantik bernama Billy. Billy merupakan nama yang sama dengan nama ibunda Liam. Ternyata, Billy merupakan buah hati Liam dengan Josie. Josie telah hamil ketika Liam meninggalkannya pada hari H pernikahan mereka.

Di sini, saya sangat suka karakter Billy. Bocah cilik yang sangat cantik, imut, pintar, dan dewasa. Dengan usia yang masih sangat muda, yakni tujuh tahun, sangat sulit menemukan anak kecil yang memiliki karakter seperti ini. Biasanya anak tujuh tahun hanya tahu jajan dan bermain. Tapi di sini, Billy sudah bisa diajak diskusi keluarga dan jawaban-jawabannya sangat di luar perkiraan. Entah anak bule sudah biasa seperti itu, saya tidak tahu. Tapi kalau anak-anak di lingkungan tempat tinggal saya, khususnya yang berusia tujuh tahun, kerjaannya cuma nangis kalau keinginannya tidak terpenuhi. Hehee.

Forefer My Girl belum berhasil menjadi salah satu yang terbaik di hati saya. P.S. I Love You, Pretty Woman, The Proposal, dan sebagainya masih menjadi yang terbaik bagi saya.

Rabu, 18 April 2018

Jangan baper ya, jangan!
Sumber: korea.iyaa.com

I am Not a Robot merupakan drama Korea yang tayang sejak 06 Desember 2017 s/d 25 Januari 2018. Drama ini ditayangkan oleh MBC. Genre drama yang dibintangi Yoo Seung Ho sebagai Kim Min Kyu dan Chae Soo Bin sebagai Jo Ji Ah ini adalah romantic comedy.

Saya tidak begitu ngefans sama kedua bintang ini. Namun, sejak nonton episode pertama, malah keterusan. Saya nonton I am Not Robot secara update. Ngikutin minggu demi minggu. Sayangnya tabiat malas nonton ending kembali muncul. Tiga eposide terakhir malah baru selesai saya tamatkan malam ini. Gimaanaaaa gitu rasanya kalau nonton on going minggu demi minggu. Tak sanggup berpisah. Makanya dilama-lamain nonton endingnya. Meskipun sudah beberapa kali melihat beberapa scene ending di instagram.

Saya menggambarkan drama ini memiliki rasa manis dan imut. Dibilang drama receh, nggak juga. Drama berat, tentu jauh sekali. Drama ini cocok menemani hati galau atau pun berbunga-bunga. Alias cocok dengan segala kondisi.

I am Not Robot memang tidak berhasil mendapat rating tinggi, namun berhasil 'nyampai' pada penonton setia. Kala sedih, saya ikutan sedih. Kala jatuh cinta, saya juga ikut-ikutan malu.

Chemistry kedua pemeran utama sangat apik. Manis dan romantis. Suka! Ini drama Jo Ji Ah pertama yang saya tonton, and I really love it!

Soundtrack? Jangan tanya! Dalem banget! Alhamdulillah saya sudah punya lagu mereka di hape. Hhehe. Ketika nulis novel, soundtrack galau memang teman terbaik.

Sebenarnya dari segi cerita, menurut saya mudah ditebak. Tapi di dalam drama ini, peran antagonis tidak begitu kentara. Tidak sampai buat saya kesal sampai maki-maki. Emang pernah? Pernah alias sering. Ngumpat sama si pemain. Saking pandainya memeranin antagonis, penonton sampai terbawa emosi. Misal, pada drama Remember yang juga dibintangi Yoo Seung Ho. Di drama itu saya malah lebih fokus pada pemeran antagonis, Min Mam Koong. Kerennya luar biasa kalau menurut saya. Pun beberapa pemeran antagonis yang sering membuat saya kesal bin benci pada karakternya.

Drama Korea memang jauh lebih berkelas dibanding sinetron Indonesia. Ceritanya unik, acting berkelas, pemain oke, jumlah episode yang masih terbilang wajar, dan beberapa kelebihan lainnya.

Saya tidak menjelek-jelekkan sinetron Indonesia. Namun fakta membuktikan kalau kita memang harus belajar lebih ekstra lagi agar mampu memberi tontonan menarik dan mendidik.

Eh, malah ngelantur ya. Kembali pada Drama I am Not Robot. Saya suka Tim Santa Maria. Tanpa mereka drama ini nggak bakalan hidup.

Anyway, Hwang Seung Eon yang memerankan Hwang Yoo Chul, saya rasa kaga pantas. Mengapa? Karena keseringan nonton doi sebagai supporting roles dan berperan koplak. Bawaannya lucu. Jadi nggak cocok peran serius. Hehehe. Ingat deh pas doi berperan di Let's Fight Ghost atau di Weightlifting Fairy Kim Bok Joo. Lucu pisan, kan?

At last, buat kami yang hobby nonton drama romantis penuh love-love, drama ini bisa jadi pilihan.




Selasa, 17 April 2018

Sumber: youtube.com

Apa yang terlintas dibenakmu kala mendengar kata, 'MamaBoy?'

Awalnya saya tidak kepikiran kalau film ini bercerita tentang seorang anak remaja lelaki yang rela hamil demi menggantikan sang kekasih.
Saya lupa kenapa download film ini. Mungkin waktu itu kehabisan stok film, jadi asal download saja.

Mamaboy diperankan oleh Sean O'Donnell sebagai Kelly Hankins dan Allie DeBerry sebagai Lisa. Kedua remaja ini merupakan pasangan kekasih diam-diam alias backstreet ya istilahnya?

Kelly merupakan remaja tampan, pintar, sopan, vokalis band, pelatih senam, dan tim baseball. Kalau kata saya, Kelly ini idaman cewek-cewek di sekolah. Bisa dibilang perfect untuk ukuran remaja masa kini.

Nah, Kelly pacaran dengan Lisa. Lisa ini teman masa kecil Kelly. Lisa merupakan putri pendeta yang tidak diizinkan pacaran sebelum memasuki usia 18 tahun. Maka dari itu mereka pacaran diam-diam.

Konflik mulai terjadi kala Lisa positif hamil. Takut sudah pasti. Takut ketahuan sang ayah, guru, teman-teman, dan orang-orang yang nantinya memandang buruk padanya.

Nah, Kelly memiliki seorang paman yang bekerja sebagai ilmuwan. Ilmuwan nyentrik sih kalau kata saya. Gk seperti ilmuwan pada umumnya. Beliau sering menjadikan Kelly sebagai bahan percobaan tanpa bayaran.

Kala itu Uncle Theus sedang melakulan percobaan pada monyet jantan yang dibuat hamil. Melihat hal tersebut, Kelly merasa solusi yang tengah ia hadapi telah mendapat jawaban. Ia pun meminta Uncle Theus untuk melakulan percobaan itu padanya. Awalnya Lisa menolak, namun percobaan itu tetap terjadi.
Kelly positif hamil! Percobaan berhasil dilakukan. Ia mulai merasa mual, sering buang air kecil, makan dengan lahap, dan sebagainya. Makin hari, perutnya semakin membuncit. Menurut saya akting Sean di sini lumayan oke. Ia benar-benar berhasil menjiwai peran sebagai seorang pelajar SMA yang tengah hamil. OMG! He is a boy!

Ia yang semula disukai, berubah sebaliknya. Cewek-cewek mulai menjauhinya dan merasa kalau dia aneh. Para guru menyayangkan nilainya yang merosot turun. Kelly kehilangan teman-temannya, pekerjaanya, hobbynya, mobilnya, bahkan pacarnya. Untung masih ada sobat unik nan baik hati, Ditto.

Kelly bukan tipikal cowok yang peduli apa kata orang. Dia yang merasakan dan dia yang memahami. Jadi, tak perlu pusing mendengar apa pendapat orang, khususnya kalimat-kalimat yang bisa membuat dirinya jatuh.

Menurut saya, Kelly merupakan  remaja bertanggungjawab. Sayangnya cobaan bertubi-tubi yang ia rasakan pada saat hamil tua benar-benar menguras hati dan tenaga.

Saya saja yang menonton sampai terharu. Karakternya begitu kuat. But, saya sebenarnya tak begitu suka dengan karakter Lisa. Pas pacaran disayang-sayang. Waktu Kelly hamil dengan berat badannya yang semakin bertambah, ia malah terlihat jijik.

Mamaboy berdurasi 2 jam lebih. Lamaaaa. Harusnya bisa lebih disingkat sih kalau kata saya.

Endingnya lumayan mengharukan. Guys, Kelly berhasil jadi Mama. So, tertarik nonton film ini? Lumayan buat nemani waktu luang.


Senin, 16 April 2018

Pirates School - Petualangan di Karang Ubur-Ubur
Tahun ini merupakan tahun di mana saya lebih banyak menghabiskan waktu luang dengan menonton daripada membaca. Tontonan saya masih seputar drama Korea dan Hollywood movies.

Senang karena masih bisa me-time seperti ini. Sedih karena sebenarnya saya rindu aroma buku. Rindu menghabiskan waktu lembar demi lembar.
Ada banyak koleksi buku saya yang manggil-manggil buat disentuh. Dari kapan tahun dibeli, hingga kini segel perawannya masih utuh. Poor them. Maafkan saya!

Saya tidak akan membela diri dengan alasan by alasan. Tidak! Mulai hari ini, saya putuskan untuk kembali bercengkrama dengan buku-buku, lebih sering plus lebih fokus.

Va, himne! Let's do this! You can do that!

Btw, saya juga berharap semoga lebih aktif ngeblog. Sayang banget sudah punya blog dengan domain nama sendiri tapi malah tidak dimaksimalkan. Salah saya!

Di hari yang mendung, hujan terus beberapa hari ini. Mati lampu, ets dah malas banget masak dan ngerjain pekerjaan rumah lainnya. So, waktu tepat buat kembali pada hobby awal. Baca buku.

Alhamdulillah selesai baca buku ini dalam 15 menit.

Cekidot.
Judul                   : Pirates School ~ Petualangan di Karang Ubur-Ubur
Penulis                : Sir Steve Stevenson
Ilustrasi               : Stefano Turconi
Penerjemah         : Utti Setiawati
Penyunting         : Denis Agung
Redesain              : Helen Lie
Penerbit              : PT Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit      : 2014
ISBN 13               : 978-602-249-509-3

Petualangan di Karang Ubur-Ubur menampilkan lima sekawan. Mereka adalah:

Jim, anak Inggris yang cerdas, pemberani, dan selalu bersedia menolong teman-temannya.

Anton, anak Prancis berbadan kurus dan ceking. Suka mengeluh dan sedikit pengecut.

Ondina, satu-satunya anak perempuan di kelompok ini. Cerdas dan bersemangat.

Boni dan Bono. Dua kembar yang berasal dari Norwegia. Memiliki rambut pirang dan tingkat kemiripan 99,999999%.

Petulangan di Karang Ubur-Ubur merupakan kisah lima sekawan untuk menemukan Sekolah Bajak Laut. Guru, alias sang Kapten Hammock tidak serta merta memberi tahu di mana persisnya letak sekolah mereka. Namun, mereka disuruh untuk menemukan sekolah itu sendiri sebagai tantangan. Tentunya dengan 'petuah' alias 'clue' yang wajib mereka ketahui.

Anak-anak harus mampu mencapai sekolah sebelum matahari terbenam. Tentu tidak mudah. Apalagi mereka berada di sebuah pulau. Mereka harus mampu menentukan arah, siap menghadapi perlawanan dari berbagai hewan, jebakan yang harus dilalui, dan sebagainya.

Untuk mencapai suatu tujuan, dibutuhkan kerja sama tim. Itulah satu satu pelajaran yang didapat dari novel anak ini. Pelajaran lainnya adalah tidak mudah mengeluh, harus kreatif, berpikir positif, dan selalu bersemangat.
Membaca novel ini seperti nonton film petualangan. Film petualangan terakhir yang saya tonton adalah Jumanji terbaru. Seru dan menegangkan. Pun dengan kisah lima sekawan di dalam buku ini.

I love it! Kalau saya saja suka, apalagi anak-anak. Ya kan? Poin plusnya lagi, lembar demi lembar di dalam buku ini sangat menarik. Jadi makin betah baca bukunya.

So, tertarik baca Pirates School?



Follow Me @evariyantylubis