Senin, 18 Desember 2017

Menerbitkan Buku Versi Ebook

Beberapa buku Eva Riyanty Lubis dengan versi ebook

Dewasa ini, ebook kian menjamur. Seiring dengan peminatnya yang juga kian bertambah. Dengan harga lebih murah dibanding buku cetak, kita sudah bisa mengoleksi puluhan hingga ratusan ebook yang bisa disimpan pada gadget. Banyak orang yang bertanya pada saya, “Eva kok mau nerbitin buku versi ebook sih?”

Dengan cepat saya jawab, “Why not?”

Seiring berkembangnya teknologi, sudah seharusnya kita memandang positif dan mencari celah baru di sana. Berkoar-koar kalau buku cetak lebih baik dibanding versi online atau ebook, tidaklah benar. Lain halnya dengan masalah selera. Jika kamu lebih suka baca buku cetak, silahkan dilanjutkan. Demikian juga dengan ebook.

Sebagai penulis, terbit cetak dan ebook merupakan pilihan. Terbit indie atau mayor, juga pilihan. This is your choice. Pilih yang terbaik menurutmu. Tentunya akan lebih baik bila buku terbit dalam bentuk keduanya agar cakupan pembaca lebih luas.

Kembali pada pertanyaan di atas. Mengapa saya mau menerbitkan tulisan dalam versi ebook?
  1. Buku terbit ebook berarti kita turut serta dalam mengurangi jumlah pohon yang ditebang.
  2. Ratusan hingga ribuan ebook (tergantung kapasitas memori) bisa tersimpan dalam gadget, khususnya handphone sehingga sangat dimudahkan ketika kita ingin membaca dalam kondisi apapun.
  3. Di kota saya, Padangsidimpuan, toko buku sangatlah minim. Kalaupun ada, bukunya tidak update. Pilihan lain tentunya beli buku secara online. Terkadang tak sabar menunggu, jadilah saya beralih pada ebook. Lagian, dua tahun belakangan ini saya memang lebih suka beli dan baca ebook.
  4. Lemari saya sudah tidak kuat menampung stok buku yang saya miliki.

Tahun 2016 adalah tahun di mana beberapa naskah saya diterima dalam versi ebook oleh Penerbit Bhuana Ilmu Populer. BIP sendiri bekerja sama dengan SCOOP App (pusat ebook terlengkap dan terpopuler di Indonesia).

Menerbitkan buku cetak tidak semudah beberapa tahun belakangan. Penerbit semakin jeli dan teliti dalam menyeleksi naskah. Tujuannya agar didapatkan buku bagus dan sesuai selera pasar sehingga penjualan buku seperti yang diharapkan. Tentu penerbit dan penulis tidak ingin bukunya menumpuk di gudang dan toko buku lainnya. Untuk mensiasati agar buku ‘tidak terjual’ tersebutlah versi ebook dihadirkan. Penerbit Bhuana Ilmu Populer juga memberikan kesempatan pada penulis ebook, untuk bukunya terbit cetak bila penjualan ebook mencapai target. Jadi, sebenarnya ini merupakan salah satu peluang bagus untuk penulis. 

Yang mau baca karya saya bisa cek di sini. ^-^
           
Kebahagiaan ada pada hati setiap manusia yang bersyukur. Selamat berkarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis