Minggu, 23 Juli 2017

Panduan Menulis Proposal yang Baik dan Benar

            
Assalamua’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
            Selamat pagi dan selamat menikmati penghujung Juli ya teman-teman. Nggak terasa hampir dua bulan mimin Okeday menyepi dari hiruk pikuk dunia perblogan. Maklum, beberapa bulan terakhir ini mimin disibukkan dengan penulisan dua buku nonfiksi dan berbagai macam pesanan artikel. Oh ya, novel mimin yang terbaru sudah bisa dibeli lewat Aplikasi Scoop lho. Judulnya Can You Hear My Heart? dan Penjerat Hati. Boleh banget dinikmati dan dikasih komentar muat mimin agar bisa menulis lebih baik ke depannya yaa *teteup promosi  
            InsyaAllah mulai hari ini mimin Okeday bakalan kembali semangat menulis di blog tercinta ini. Pantengin terus ya tulisan mimin *kedip-kedip. Kali ini kita bakalan bahas mengenai proposal.
            Pernah dengar yang namanya proposal, kan? Pengen buat proposal namun tidak tahu caranya? Tenang, dalam tulisan kali ini, mimin Okeday bakalan kupas tuntas seluk beluak proposal secara terperinci. Proposal merupakan sebuah media penyampaian ide mengenai suatu peluang dalam berbagai aktivitas, misal penawaran bisnis, penelitian, maupun proyek yang bersifat individu ataupun lembaga yang telah dirumuskan dari sebuah keadaan tertentu. Proposal juga merupakan ‘jalan’ untuk mendapatkan keuntungan, baik untuk pihak pembuat proposal maupun pihak yang akan dijadikan rekan, misal perusahan, lembaga, organisasi, ataupun event organizer (EO).
            Agar proposal yang ditulis mendatangkan hasil sesuai yang diharapkan, maka proposal harus mampu meyakinkan dan dalam pembuatannya tidak boleh asal-asalan. Di dalam proposal harus terdapat dasar-dasar yang akan mempengaruhi target proposal, sebab mereka memerlukan keyakinan bahwa dana atau tawaran konsep kerja sama harus benar-benar bermanfaat dan menguntungkan untuk kelancaran kegiatan yang akan dilakukan. Semakin baik dan menarik sebuah proposal, maka semakin besar pula peluang proposal tersebut mendapat persetujuan dari target proposal.
            Tentu kita sering menjumpai atau bahkan pernah mengalami yang namanya penolakan proposal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, mulai dari tidak jelasnya kegiatan, pernyataan lemah, atau tujuan kegiatan yang tidak jelas. Karena proposal merupakan usulan keinginan untuk melakukan sesuatu dan mengajak pihak lain bersedia bekerja sama, maka keseluruhan isi proposal harus menampilkan suatu gagasan yang benar-benar masuk akal dan saling menguntungkan. Sehingga tidak ada keraguan bagi pihak sponsor untuk melakukan kerja sama.
            Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan manusia untuk melakukan kerja sama pun kian besar. Dampak positifnya adalah terbukanya peluang bisnis atau peluang proyek untuk mendapakan bantuan dari donatur. Jika kamu berkeinginan untuk mendapatkan peluang tersebut, maka kamu wajib memahami bagaimana cara agar peluang tersebut berhasil menjadi milikmu. Coba lihat kembali proposal yang kamu buat selama ini dan cari tahu apa alasan proposal tersebut ditolak. Kamu harus mampu mencari tahu jawaban sebenarnya sehingga ke depannya tidak mengulang hal yang sama. Misal:
1.     Proposal tidak Menarik
Tahukah kamu bahwa ada banyak proposal yang diterima oleh perusahaan ataupun pihak lainnya dalam satu hari? Bisa kamu bayangkan jika proposalmu biasa-biasa saja alias tidak memiliki nilai lebih, tentu saja tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk ‘mengenyahkan’ proposalmu secepat mungkin dari pandangan. Karena jumlah proposal yang mereka terima bukan hanya satu atau dua, kamu diwajibkan untuk mampu membuat proposal yang menarik dan mencolok.

2.     Proposal tidak Relevan
Seperti apa sih proposal yang tidak relevan itu? Misal, proposal salah alamat. Kamu akan mengadakan event festival musik, namun mengajukan proposal pada perusahaan alat rumah tangga. Jelas sekali bahwa ini tidak berhubungan dengan perusahaan mereka.

3.     Proposal tidak Menjual
Ingatlah bahwa tujuan proposal bukan untuk meminta sumbangan atau uang hibah, namun untuk melakukan kerja sama. Jadi, perusahaan atau target proposal pasti akan mempertimbangkan sebaik mungkin isi proposal yang telah dibuat.

4.     Proposan Masuk Disaat tidak Tepat
Kamu harus bisa membaca waktu yang tepat untuk mengirimkan proposal. Misal, saat ini ada banyak festival kuliner yang tengah diadakan. Tentu saja pada saat yang bersamaan akan banyak proposal yang menawarkan hal tersebut. Jadi, hal tersebut membuat peluang diterimanya proposal kita kecil sebab ada banyak pesaing. Oleh sebab itu, pintar-pintar melihat kondisi, ya.

Beberapa aspek yang harus kamu lakukan dalam menyusun proposal, antara lain:
1.     Mempelajari situasi target proposal, lalu menetapkan masalah dan kebutuhan mereka.
2.     Membuat penyelesaian yang berharga dari masalah serta kebutuhan tersebut. Di sinilah tercipta penawaran dari semua kesimpulan yang telah dipelajari. 
3.     Dalam membuat proposal, tentukan tujuan bisnis, teknis, sosial, bahkan tujuan pribadi terutama dalam menentukan tujuan penentu kebijakan perusahaan target proposal.
4.     Mempertimbangkan perhitungan biaya serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kerja sama tersebut.
5.     Memikirkan setiap usulan dan masukan yang diterima, lalu mempertimbangkannya sebaik mungkin.
6.     Pastikan bahwa proposal yang dibuat sejalan dengan misi, visi, ataupun tema dari target proposal.
7.     Pastikan bahwa kamu memang memiliki keahlian dan kapasitas untuk melaksanakan kegiatan seperti yang telah kamu sebutkan dalam proposal.
8.      Tulisan dalam proposal harus tepat. Jangan membuat tulisan bertele-tele dan sulit dimengerti pembaca. Tentunya kamu harus bisa menyesuaikan tulisan yang sesuai dengan target proposal.
9.      Tentukan sektor garapan, kemudian teliti kegiatan ataupun pihak-pihak lain yang akan kamu mintai dukungan.

            Sebenarnya proposal mempunyai bentuk yang bermacam-macam, tergantung tujuan dan fungsinya. Tetapi, meskipun memiliki perbedaan, sebuah proposal tetaplah sebuah bentuk penjabaran dari penawaran yang saling menguntungkan. Secara umum, proposal dibagi menjadi dua jenis, yakni:
1.     Proposal Umum
Merupakan proposal bersifat resmi (dinas). Biasanya pembuatan proposal ini ditujukan untuk tujuan penelitian, skripsi, tesis, atau disertasi. Artinya, jenis proposal yang satu ini biasanya digunakan pada kalangan dunia akademis atau pekerjaan proyek pemerintah.

2.     Proposal Nonformal (Semiformal)
Merupakan jenis proposal freksibel karena ditampilkan dalam surat pendek. Kadang, proposal jenis ini juga disebut dengan proposal surat.

Format Penyusunan Proposal Nonformal (Semiformal)
Pendahuluan
·        Sampaikan tujuan.
·        Kembangkan ‘kail’ persuasive.
Latar Belakang Masalah
·        Bahas tujuan proposal, manfaat, bahkan sasarannya.
·        Informasikan masalah.
Rencana
·        Sajikan rencana untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan.
·        Informasikan bagaimana rencana akan dilaksanakan dan dievaluasi.
·        Uraikan table waktu.
Penetapan Staf
·        Promosikan kualifikasi staf/tim.
·        Sebutkan SDM atau peralatan khusus.
Anggaran
·        Tunjukkan biaya proyek.
·        Cantumkan tenggat waktu.
Otorisasi
·        Minta persetujuan seperti tanda tangan.
Lampiran A
·        Resume peneliti utama.
·        Surat pernyataan.
Lampiran B
·        Contoh atau daftar proyek sebelumnya.
·        Prosedur audit.
·        Grafik teknis.
·        Makalah professional.

            Lalu, bagaimana dengan proposal bisnis? Proposal bisnis juga termasuk dalam jenis proposal nonformal. Penulisan proposal bisnis harus bisa disesuaikan dengan perusahaan atau lembaga yang akan dijadikan target proposal. Untuk membuat proposal bisnis, yang harus kamu lakukan adalah:
1.      Merencanakan dan merealisasikan proposal bisnis.
2.      Membuat proposal bisnis.
3.      Konsep proposal bisnis, yang terdiri dari pengantar, pembahasan, proyek yang diusulkan, kualifikasi perusahaan, dan lampiran.
4.      Format penulisan proposal bisnis yang terdiri dari:
·        Cover.
·        Profil singkat usaha atau identitas pemilik.
·        Ringkasan proposal.
·        Isi proposal (pendahuluan, tujuan penggunaan dana, jumlah dana yang dibutuhkan, ekplanasi mengenai usaha, sejarah usaha, informasi pasar mengenai produk dan jasa spesifik, aspek produksi, aspek sosial ekonomi, sejarang keuangan usaha, proyeksi keuangan, daftar jaminan yang mungkin diberikan, dan penutup).
·        Lampiran.


Padangsidimpuan, 23 Juli 2017
❤ Eva Riyanty Lubis❤

Daftar Pustaka:
Rameli Agam, 2008, Menulis Proposal, Penerbit Familia, Yogyakarta. 



4 komentar:

  1. Alhamdulillah, akhirnya mimin manisnya update tulisan lagi. Wuiihh mimin syibuuuk syekali yaa.. kasih tips juga dong biar sesibuk mimin dalam menulis buku #asiik..

    Share tentang proposal ini berguna banget Min, daku bookmark deh siapa tahu nanti butuh buat proposal sesuatu. Makasih Mimin 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sesuatu ya teteh. Semoga bisa konsisten nulis diblog. kasihan masa aktif domain satu tahunnya bakalan habis. hhuhuhu

      Gimana caranya biar kita temanan di blog, teh? Bisa tak? Kalau wordpress kan bisa tuh. Tulisan teman otomatis muncul di beranda kita.

      Hapus
    2. Gampang va, Kita Saling klik tombol ikuti aja di masing2 blog kita, terus kalo mau nampilin pake blogroll di widget vaa

      Hapus
  2. Oke teteh. aku buat blogroll nya dulu ya :)

    BalasHapus

Follow Me @evariyantylubis