Senin, 24 Juli 2017

Erni Lubis: Do the Best in your Life!


“Yang dimaksud jenius adalah adalah 1% inspirasi dan 99% kerja keras,” ucap Thomas Alva Edison. Tentu kita setuju dengan pernyataan tersebut. Hal itu juga dibuktikan oleh salah satu anak bangsa bernama Erni Lubis. Dilahirkan pada desa kecil, yakni desa Pinarik, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas pada 18 Juli 1983. Pada saat itu, hanya ada sekolah dasar di sana. Jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, maka harus pergi ke Sibuhuan, yang merupakan ibu kota sekaligus pusat pemerintahan di Padang Lawas. Jarak Pinarik ke Sibuhuan memakan waktu kurang lebih dua jam. Belum lagi jalanan penuh bebatuan yang harus dilalui. Benar-benar butuh perjuangan ekstra keras.
            Pada saat itu, kebanyakan orangtua memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan anak-anaknya. Cukup sampai tamat sekolah dasar. Tak heran anak perempuan yang telah tamat sekolah dasar, sudah banyak yang menikah. Orang-orang di sana berkeyakinan bahwa perempuan tak perlu sekolah tinggi sebab ujung-ujungnya hanya menjadi seorang istri yang pekerjaannya mengurus suami, anak, dan juga rumah.

            Erni Lubis merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Orangtuanya hanya bekerja sebagai penyadap karet di kebun milik orang lain. Dengan penghasilan minim, mereka sama sekali tidak sanggup untuk menyekolahkan anak-anak setinggi mungkin. Padahal Erni merupakan siswi yang sangat cerdas. Terbukti sejak kelas satu hingga menyelesaikan pendidikan SDnya berhasil memperoleh peringkat pertama. 

Berangkat kerja!
Sumber gambar: Facebook Erni Lubis 

Melihat kondisi tersebut, Paman Erni yang tinggal di Kota Padangsidimpuan memutuskan untuk membawa Erni agar tinggal bersama keluarga mereka. Erni pun disekolahkan hingga SMA. Meski berasal dari kampung kecil, Erni berhasil membuktikan bahwa dia sanggup bersaing dengan teman-temannya. Berkali-kali Erni memperoleh juara mulai dari bidang akademik dan olahraga, yakni renang. Paman dan bibi Erni begitu bangga padanya. Sayangnya, untuk menyekolahkan ke jenjang universitas, mereka tak lagi mampu. Sebab dua anak paman Erni, sudah mulai besar dan juga butuh banyak biaya.
            Berbekal semangat dan impian, Erni berangkat merantau menuju Pulau Batam. Tujuannya adalah menjumpai kakak pertama yang memang sudah merantau terlebih dahulu di sana. Selama setahun tamat SMA, Erni kerja serabutan. Apa saja dikerjakan yang penting gajinya bisa terkumpul. Tujuannya agar tahun depan bisa mendaftar kuliah. Perjuangan ikhas memang akan membuahkan hasil. Akhirnya Erni berhasil masuk kuliah di STMIK Putra Batam dengan jurusan Manajemen Informasi.
            Kuliah sambil bekerja, itu artinya dia harus sanggup memaksimalkan waktu selama 24 jam tanpa sia-sia. Tak ada kata menyerah. Tak ada kata mengeluh. Semua dilalui dengan niat dan tekad tinggi. “Aku pasti bisa mencapai kesuksesan!”
            Pagi sampai sore bekerja banting tulang sebagai karyawan di toko dan perusahaan orang, sedangkan malam untuk kuliah. Bila teman-teman pergi ke kampus dengan alat transportasi, maka Erni harus melalui perjalanan sejauh 4 km tersebut dengan berjalan kaki. Tak heran dia bisa sampai rumah hampir larut malam. Syukurnya sesekali Erni boleh nebeng pulang dengan kawan kampusnya yang memiliki kendaraan.

Bersama pujaan hati.
Sumber gambar: Facebook Erni Lubis

            Disaat teman-teman bisa kuliah tanpa harus memikirkan banyaknya biaya sebab ditanggung orangtua, namun Erni harus berjuang untuk me-manage penghasilannya sendiri. Bahkan dari penghasilannya yang belum terbilang mencukupi kebutuhannya, masih dia sisihkan untuk orangtua dan adik-adik di kampung.
            Tamat kuliah pada tahun 2008, Erni masih bekerja di perusahaan swasta, sekaligus membuka usaha rental playstation dan counter pulsa. Ketika keadaan ekonominya mulai stabil, perusahaan tempatnya bekerja malah tutup disebabkan keadaan ekonomi nasional Indonesia saat itu tengah memburuk. Pada saat yang sama, sang pacar pun menyarankan Erni untuk mengajukan lamaran PNS yang tengah buka di Kejaksaan.
            Awalnya Erni menolak sebab tidak pernah terbersit dipikirannya untuk menjadi PNS. Tetapi Tuhan memang selalu memiliki rencana. Tes demi tes pun dia lalui. Sayangnya pada tes terakhir, Erni dinyatakan tidak lulus. Rezeki memang tidak akan pernah tertukar. Salah satu perserta yang telah dinyatakan lulus mengundurkan diri sebab diterima di imigrasi. Secara tak terduga, Erni kembali dipanggil untuk menggantikan peserta yang mengundurkan diri tersebut.
            Desember 2009, Erni resmi menjadi PNS di Kejaksaan yang ditugaskan di Kantor Kejaksaan Tanjung Balai Karimun. Hidupnya pun berangsur-angsur menjadi jauh lebih baik. Rumah orangtua di kampung yang terbuat dari papan dan berukuran sangat kecil mampu dia renovasi menjadi rumah yang tergolong besar.
            Pada 09 September 2012, Erni melangsungkan pernikahan pada salah satu gedung mewah di Kota Batam bersama sang pacar yang telah menjadi resmi menjadi suami, yakni, Metri Derbiyanto. Meski telah menjadi PNS, Erni tetap memiliki bisnis sampingan. Mulai dari berdagang tas wanita online, baju wanita, tiket pesawat, bahkan join bisnis MLM. “Selagi muda, kembangkan potensi yang ada. Jangan pernah puas. Semakin banyak penghasilan yang kamu dapatkan, semakin besar kesempatanmu untuk membantu sesama. Tentunya kamu harus bisa membagi waktu sebaik mungkin,” ujarnya bangga.  
            Kebahagian Erni semakin lengkap dengan kehadiran dua putranya yang tampan, dan kini tengah menanti kehadiran buah hati ketiga. Memiliki rumah di salah satu perumahan di Batam, kendaraan berupa mobil, sepeda motor, dan beberapa aset lainnya membuat Erni tetap menjadi pribadi yang rendah hati.
            Tahun ini Erni bercita-cita akan memberangkatkan sang ibunda umroh ke tanah suci. Selain itu, dia berharap agar selalu diberi kesehatan, keberkahan, dan rezeki lebih banyak agar bisa lebih berguna bagi yang lain khususnya keluarga.
Siapapun bisa mencapai kesuksesan asal tetap berusaha dan selalu bersyukur atas segala sesuatu. Pesan Erni pada remaja muda:
1.      Saat waktunya belajar, belajarlah yang baik. Fokus pada hal tersebut.
2.      Jangan pernah mengeluh dengan keadaan apalagi menyerah. Terus berjuang sebab nantinya akan ada waktu di mana kita menikmati usaha dari perjuangan kita.
3.      Tetap berusaha kapanpun dan di manapun dan serahkan semua hasilnya pada Allah.
4.      Berjuang selagi muda agar masa tua nanti tak perlu kerja keras lagi.
          
Erni telah membuktikan kalau dia bisa. Bagaimana dengan kamu?

Jangan diam saja dan berharap sesuatu dapat berubah.” – Salma Hayek.

Padangsidimpuan, 23 Mei 2017.
❤ Eva Riyanty Lubis❤

5 komentar:

  1. perjuangan Kakakmu kereeen bangeet ya Vaa... jadi inspirasi banget nih buat kita terutama daku, salam ya buat kakakmu Vaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa keren banget, teh. Noh udah dibalas kak Erni. Salam balik kata beliau :)
      Semoga kita ketularan kerennya ya teh.

      Hapus
  2. Makasih y dek Septia Khoirunnisa
    Salam balik y dek..kalian juga kreen

    BalasHapus

Follow Me @evariyantylubis