Rabu, 26 Juli 2017

Sumber gambar: pixabay.com

Bila ada yang bertanya tentang siapa salah satu remaja sukses dari Padangsidimpuan—Sumatera Utara—yang berhasil membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah salah satu alasan untuk meraih mimpi, maka nama Fitri Haryani Nasution bisa menjadi jawabannya. Remaja yang lahir di Padangsidimpuan, 03 Maret 1996 ini memutuskan untuk hijrah dari Padangsidimpuan setelah menyelesaikan sekolah menengah atas.
            Diterima lewat jalur PMDK pada salah satu universitas terkemuka yakni Unversitas Sumatera Utara (USU), membuatnya kian bersemangat untuk meraih mimpi. Namun semua tidak berjalan mulus seperti yang ia duga. Kepergian sang ayah delapan tahun yang lalu masih menyisakan duka mendalam. Apalagi sang ibu hanya membuka warung kecil-kecilan di depan rumah dengan modal seadanya, yang terkadang malah tidak mendapat banyak keuntungan sebab besarnya kebutuhan hidup sehari-hari.
            Tuhan memang selalu adil. Mengingat masa kecilnya yang terus selalu berjuang untuk meraih mimpi. Pergi ke sekolah tanpa jajan tidak menjadi masalah. Pun ketika ia memohon kepada ibunya agar ibunya tidak menyerah pada impiannya disebabkan oleh materi.
            Saat itu, kondisi ekonomi keluarganya tidak mencukupi untuk membiayai uang kuliahnya yang berjumlah Rp.500.000 dalam satu semester. Bayangkan, hanya Rp.500.000 /semester, keluarganya tidak memiliki uang sebanyak itu, sementara adik lelakinya yang paling kecil, Fahrul Mulia akan masuk SMP pada saat yang sama. Di tengah kebingungan dan kegalauannya, dia membanting tulang sembari menunggu pengumuman selanjutnya dari kampus pasca lulusnya dia dalam jalur PMDK.
            Dia bekerja menjadi buruh kasar di salah satu pabrik minuman mineral di kotanya. Dia harus memasangka tutup demi tutup air mineral tersebut dan mengepak gelas minuman itu dalam karton. Begitulah hingga sampai satu bulan dia bekerja, dia digaji dengan uang yang masih tidak cukup juga untuk ke Medan, untuk ke USU, untuk ke kampusnya menggapai mimpi dan gelar pendidikan yang selama ini dia idam-idamkan. Dia mendapat gaji hari itu Rp. 400.000 dengan tangan yang sudah mengelupasi karena terlalu lama terkena air, dia pulang dengan wajah yang lemah.
            Dia pulang dengan berjalan kaki, karena jarak dari pabrik air minuman itu dekat dengan rumahnya. Hanya berjarak dua ratus meter. Lalu, di tengah perjalanan merenungkan apakah dia akan mengambil kesempatan ke Medan atau tidak, sambil merenungkan gaji empat ratus ribu yang baru saja dia terima, sebuah pesan masuk ke handphonenya.
            Selamat sore Mbak Fitri. Saya Munnal, sekretaris penerbit Diva Press.     Saya ingin mengabarkan, kalau fee untuk naskah novel “Diamond Village” sudah ditransfer yah.
            Cukup dengan kata-kata itu, membuat senyuman di wajah manisnya. Dia kembali bersemangat dan impian serta cita dalam khayalannya seolah-olah telah menjadi kenyataan di hadapannya.  Dia berlari menuju rumahnya dan memeluk Ibu, kakak serta adiknya. Besok harinya adalah hari terakhir untuk membayarkan uang kuliah satu semester sebagai mahasiswa baru, Fitri langsung menghubungi Kakak kelasnya untuk membayarkanya dahulu, karena waktu itu harus langsung dibayarkan di Bank yang bersangkutan di Medan. Dan Alhamdulillah, Allah Maha Besar, melapangkan jalan hambanya yang punya impian dan harapan. Kakak kelasnya membantunya dengan mudah saat itu. Uang dua juta sebagai hasil  menulis novelnya, dibayarkan lima ratus ribu untuk uang kuliah,  lima ratus ribu untuk uang sekolah Fahrul, sisa satu juga lagi untuk berangkat ke Medan.
            Saat inilah peran Ibu sangat besar bagi Fitri. Ibu menemaninya menemui adik Ibu yang dia sebut sebagai etek[1]nya. Di rumah eteknyalah Fitri tinggal sembari merajut asanya sebagai mahasiswa baru USU, saat itu.
            “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” Kalimat itu benar adanya. Puji syukur tak terkira Fitri panjatkan kepada Sang Pencipta sebab ia berhasil menjejakkan kaki di kampus impiannya, pada jurusan Antropologi. Meski harus tinggal dengan saudara yang jaraknya tergolong jauh ke kampus, Fitri tidak peduli. Meski tidak memiliki uang jajan seperti kebanyakan teman-temannya, Fitri juga tidak peduli. Ia meyakinkan hatinya bahwa semua ini akan indah pada waktunya. Semua rasa lelahnya untuk menuntut ilmu pasti terbayar lunas.   
            IPK memuaskan yang ia raih, membuat Fitri menjadi salah satu mahasiswi yang berhasil menerima beasiswa PPA dan PKPU. Disela banyaknya aktivitas kuliah dan komunitas yang diikuti, Fitri juga berhasil mengembangkan hobinya yakni menulis. Beberapa cerpen dan puisinya telah diterbitkan pada harian lokal. Sedangkan buku yang berhasil ia tulis, yakni:
·      Novel Diamond Village (Diva Press, 2013).
·      Novel Love in the Dark nest Palace (Pena House Publisher, 2016).
·      Novel Diamond in Earth (WA Publisher, 2017).
·      Buku Panduan Pencak Silat (2017).
101 Dongeng Sebelum Bobok (Coming Soon, Diva Press).

Fitri Haryani Nasution
Sumber gambar: Facebook Fitri Haryani 

Selain prestasi menulis, prestasi lain yang ia dapatkan selama kuliah antara lain:
·      Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Tingkat Fisip USU, 2014.
·      Juara 1 Lomba Debat Demokrasi dan Pemilu, 2014.
·      Juara I Mawapres FISIP USU, 2015.
·      Juara 3 Pidato Bahasa Inggris Tingkat Nasional, 2016.
·      Surveyor Pilkada Aceh oleh Metro TV, 2016.
·      Eminator Survei Pasar Raya MMTC.
            Fitri merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Dua kakak perempuannya sekarang sudah bekerja. Kakak pertama bernama Rizki, menjadi guru pada salah satu sekolah swasta. Kakak kedua bernama Lenni, bekerja sebagai karyawan Indomaret. Sedangkan adik bungsunya bernama Fahrul, kini duduk di bangku SMK.
            Ekonomi keluarga mereka memang belum sepenuhnya membaik. Namun selangkah demi selangkah, Fitri berkeyakinan kalau ia pasti bisa meraih kesuksesan dan berhasil membuat bangga orangtua, juga kakak serta adiknya.
            Saat ini Fitri sudah berhasil menyelesaikan sidang dengan gelar S.Sos yang ia dapatkan. Jalan untuk meraih kesuksesan masih panjang. Masih ada banyak mimpi yang ingin ia raih. Diantaranya menjadi penulis fantasi terfavorit, memiliki bakery and cake shop, membuka salon, dan penerbitan.
            “Don’t waste your time, thinking positive, and believe God. Law of attraction is real. Hidupmu adalah hasil dari yang kamu pikirkan. Jadi, selalulah berpikir apa yang kamu inginkan. Never give up dan selalu bersyukur,” ujar Fitri memberi pesan kepada teman-teman di luar sana agar selalu berjuang untuk menggapai mimpi.[]
❤Eva Riyanty Lubis❤
Padangsidimpuan, 22 Mei 2017.




[1] Bibi
Sumbar gambar: Pixabay.com

Minarti Manalu S.Pd merupakan seorang perempuan muda yang lahir di Tanjung Pinang, 22 Maret 1994. Mencintai dunia tulis menulis sejak kuliah pada semester tiga hingga saat ini. Baginya, menulis dapat membantu memecahkan masalah dan juga membuatnya kembali bersemangat. Sejak tamat kuliah di universitas HKBP Nommensen Medan dengan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Minarti semakin giat mengasah ketajaman pena. Ia bertekad untuk bisa menggapai mimpi besarnya, yakni menghasilkan novel yang bisa menginspirasi banyak orang, sekaligus novel karyanya difilmkan.
            Tamat sarjana, Minarti diterima untuk melanjutkan kuliah S2 di Universitas Negeri Medan (UNIMED) dengan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sayangnya, impian untuk memperoleh ilmu ke jenjang lebih tinggi tersebut harus berhenti karena ketidaksanggupan biaya. Meski begitu, Minarti tidak pernah merasa kecewa ataupun bersedih. Baginya, semua lika-liku hidupnya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Yang harus ia lakukan adalah tetap bersyukur dan terus berkarya.
            Perempuan yang tergila-gila pada karya penulis Paulo Coelho ini menyebutkan bahwa ia sangat beruntung memiliki keluarga yang terus memberinya dukungan, juga motivasi. Oleh sebab itu, Minarti memantapkan hati untuk menjadi seorang penulis professional. Ia berjanji akan terus menulis hingga tak mampu lagi menulis.
            Bergabung dengan komunitas Laboratorium Sastra Medan (Labsas) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) membuat Minarti berhasil membuktikan bahwa karyanya bisa diterima oleh khalayak banyak. Terbukti dengan dimuatnya naskah Minarti berupa cerpen dan puisi di media lokal Sumatera Utara. Adapun buku yang sudah berhasil Minarti tulis, antara lain:
·      Antologi Prasasti Kehidupan bersama Nancy Purba dan Otniel Napitupulu. Penerbit Oase Pustaka, Agustus 2016.
·      Novel Gadis Kecil Berkaleng Kecil di Negara Australia. Penerbit Sabana Pustaka, Oktober 2016.
·      Antologi Karya Variasi Cerita. Penerbit Perahu Literatur, November 2016.
·      Novel Pelabuhan Hati di Negara Singapura. Penerbit Oase Pustaka, Januari 2017.
·      Kumpulan Cerpen Sketsa Hidup. Penerbit Deepublish, Januari 2017.
·      Kumpulan Puisi Secercah Harapan. Penerbit Perahu Literatur, Maret 2017.

Minarti Manalu
Sumber gambar: Facebook Minarti Manalu 

            Selain menulis, prestasi lain yang berhasil Minarti peroleh, antara lain:
·      Menerima Beasiswa PPA Universitas HKBP Nomensen Medan, Agustus 2013.
·      Sebagai salah satu pemain teater “Dilarang Bernyanyi di Kamar Mandi” di Taman Budaya Sumatera Utara, 27 April 2014.
·      Juara III Program Adik Asuh di Universitas HKBP Nommensen Medan, 5 September 2014.
·      Finalis Duta Bahasa Sumatera Utara, 11 Agustus 2015.
·      Juri Debat Bahasa di Taman Budaya Sumatera Utara, 22 Oktober 2016.
·      Juri Cerdas Cermat di Taman Budaya Sumatera Utara, 22 Oktober 2016.
·      Juri Cipta Puisi di Taman Budaya Sumatera Utara, 22 Oktober 2016.
·      Pembicara Seminar Nasional Sastra dalam Era Globalisasi yang membahas Proses Kreatif Menulis Novel, 9 Maret 2017.
            Sebenarnya menulis tidak bisa dibilang gampang, tidak bisa juga dikatakan sulit. Bila terkena writer block, Minarti memutuskan untuk rihat sejenak dan mendengarkan musik. Lalu ketika ia kehabisan ide, yang ia lakukan adalah dengan banyak membaca. Maka ide-ide pun akan kembali berdatangan.
Minarti menyebutkan bahwa menulis bisa sebagai pencarian utama. Hingga saat ini, Minarti sudah merasakan honor tulisan sebesar Rp 1.500.000 yang ia dapatkan dalam waktu satu bulan. Selain menulis, pemasukan Minarti ia dapatkan dari mengajar les private di rumah.
            Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Untuk menjadi seorang penulis, kamu harus memiliki mental baja. Tidak ada penulis yang langsung sukses. Semua pasti merasakan yang namanya jatuh bangun. Kalau kamu memang sungguh-sungguh ingin menjadi penulis, maka menulislah mulai dari sekarang. Perbanyak referensi dengan membaca buku, dan kamu harus bisa menerima kritik JUGA saran membangun dari pembaca tulisanmu. Nikmati proses yang kamu jalani. Niscaya, cepat atau lambat, kamu pasti merasakan kesuksesan.[]
Padangsidimpuan, 24 Mei 2017.
❤Eva Riyanty Lubis❤ 

Senin, 24 Juli 2017


“Yang dimaksud jenius adalah adalah 1% inspirasi dan 99% kerja keras,” ucap Thomas Alva Edison. Tentu kita setuju dengan pernyataan tersebut. Hal itu juga dibuktikan oleh salah satu anak bangsa bernama Erni Lubis. Dilahirkan pada desa kecil, yakni desa Pinarik, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas pada 18 Juli 1983. Pada saat itu, hanya ada sekolah dasar di sana. Jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, maka harus pergi ke Sibuhuan, yang merupakan ibu kota sekaligus pusat pemerintahan di Padang Lawas. Jarak Pinarik ke Sibuhuan memakan waktu kurang lebih dua jam. Belum lagi jalanan penuh bebatuan yang harus dilalui. Benar-benar butuh perjuangan ekstra keras.
            Pada saat itu, kebanyakan orangtua memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan anak-anaknya. Cukup sampai tamat sekolah dasar. Tak heran anak perempuan yang telah tamat sekolah dasar, sudah banyak yang menikah. Orang-orang di sana berkeyakinan bahwa perempuan tak perlu sekolah tinggi sebab ujung-ujungnya hanya menjadi seorang istri yang pekerjaannya mengurus suami, anak, dan juga rumah.

            Erni Lubis merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Orangtuanya hanya bekerja sebagai penyadap karet di kebun milik orang lain. Dengan penghasilan minim, mereka sama sekali tidak sanggup untuk menyekolahkan anak-anak setinggi mungkin. Padahal Erni merupakan siswi yang sangat cerdas. Terbukti sejak kelas satu hingga menyelesaikan pendidikan SDnya berhasil memperoleh peringkat pertama. 

Berangkat kerja!
Sumber gambar: Facebook Erni Lubis 

Melihat kondisi tersebut, Paman Erni yang tinggal di Kota Padangsidimpuan memutuskan untuk membawa Erni agar tinggal bersama keluarga mereka. Erni pun disekolahkan hingga SMA. Meski berasal dari kampung kecil, Erni berhasil membuktikan bahwa dia sanggup bersaing dengan teman-temannya. Berkali-kali Erni memperoleh juara mulai dari bidang akademik dan olahraga, yakni renang. Paman dan bibi Erni begitu bangga padanya. Sayangnya, untuk menyekolahkan ke jenjang universitas, mereka tak lagi mampu. Sebab dua anak paman Erni, sudah mulai besar dan juga butuh banyak biaya.
            Berbekal semangat dan impian, Erni berangkat merantau menuju Pulau Batam. Tujuannya adalah menjumpai kakak pertama yang memang sudah merantau terlebih dahulu di sana. Selama setahun tamat SMA, Erni kerja serabutan. Apa saja dikerjakan yang penting gajinya bisa terkumpul. Tujuannya agar tahun depan bisa mendaftar kuliah. Perjuangan ikhas memang akan membuahkan hasil. Akhirnya Erni berhasil masuk kuliah di STMIK Putra Batam dengan jurusan Manajemen Informasi.
            Kuliah sambil bekerja, itu artinya dia harus sanggup memaksimalkan waktu selama 24 jam tanpa sia-sia. Tak ada kata menyerah. Tak ada kata mengeluh. Semua dilalui dengan niat dan tekad tinggi. “Aku pasti bisa mencapai kesuksesan!”
            Pagi sampai sore bekerja banting tulang sebagai karyawan di toko dan perusahaan orang, sedangkan malam untuk kuliah. Bila teman-teman pergi ke kampus dengan alat transportasi, maka Erni harus melalui perjalanan sejauh 4 km tersebut dengan berjalan kaki. Tak heran dia bisa sampai rumah hampir larut malam. Syukurnya sesekali Erni boleh nebeng pulang dengan kawan kampusnya yang memiliki kendaraan.

Bersama pujaan hati.
Sumber gambar: Facebook Erni Lubis

            Disaat teman-teman bisa kuliah tanpa harus memikirkan banyaknya biaya sebab ditanggung orangtua, namun Erni harus berjuang untuk me-manage penghasilannya sendiri. Bahkan dari penghasilannya yang belum terbilang mencukupi kebutuhannya, masih dia sisihkan untuk orangtua dan adik-adik di kampung.
            Tamat kuliah pada tahun 2008, Erni masih bekerja di perusahaan swasta, sekaligus membuka usaha rental playstation dan counter pulsa. Ketika keadaan ekonominya mulai stabil, perusahaan tempatnya bekerja malah tutup disebabkan keadaan ekonomi nasional Indonesia saat itu tengah memburuk. Pada saat yang sama, sang pacar pun menyarankan Erni untuk mengajukan lamaran PNS yang tengah buka di Kejaksaan.
            Awalnya Erni menolak sebab tidak pernah terbersit dipikirannya untuk menjadi PNS. Tetapi Tuhan memang selalu memiliki rencana. Tes demi tes pun dia lalui. Sayangnya pada tes terakhir, Erni dinyatakan tidak lulus. Rezeki memang tidak akan pernah tertukar. Salah satu perserta yang telah dinyatakan lulus mengundurkan diri sebab diterima di imigrasi. Secara tak terduga, Erni kembali dipanggil untuk menggantikan peserta yang mengundurkan diri tersebut.
            Desember 2009, Erni resmi menjadi PNS di Kejaksaan yang ditugaskan di Kantor Kejaksaan Tanjung Balai Karimun. Hidupnya pun berangsur-angsur menjadi jauh lebih baik. Rumah orangtua di kampung yang terbuat dari papan dan berukuran sangat kecil mampu dia renovasi menjadi rumah yang tergolong besar.
            Pada 09 September 2012, Erni melangsungkan pernikahan pada salah satu gedung mewah di Kota Batam bersama sang pacar yang telah menjadi resmi menjadi suami, yakni, Metri Derbiyanto. Meski telah menjadi PNS, Erni tetap memiliki bisnis sampingan. Mulai dari berdagang tas wanita online, baju wanita, tiket pesawat, bahkan join bisnis MLM. “Selagi muda, kembangkan potensi yang ada. Jangan pernah puas. Semakin banyak penghasilan yang kamu dapatkan, semakin besar kesempatanmu untuk membantu sesama. Tentunya kamu harus bisa membagi waktu sebaik mungkin,” ujarnya bangga.  
            Kebahagian Erni semakin lengkap dengan kehadiran dua putranya yang tampan, dan kini tengah menanti kehadiran buah hati ketiga. Memiliki rumah di salah satu perumahan di Batam, kendaraan berupa mobil, sepeda motor, dan beberapa aset lainnya membuat Erni tetap menjadi pribadi yang rendah hati.
            Tahun ini Erni bercita-cita akan memberangkatkan sang ibunda umroh ke tanah suci. Selain itu, dia berharap agar selalu diberi kesehatan, keberkahan, dan rezeki lebih banyak agar bisa lebih berguna bagi yang lain khususnya keluarga.
Siapapun bisa mencapai kesuksesan asal tetap berusaha dan selalu bersyukur atas segala sesuatu. Pesan Erni pada remaja muda:
1.      Saat waktunya belajar, belajarlah yang baik. Fokus pada hal tersebut.
2.      Jangan pernah mengeluh dengan keadaan apalagi menyerah. Terus berjuang sebab nantinya akan ada waktu di mana kita menikmati usaha dari perjuangan kita.
3.      Tetap berusaha kapanpun dan di manapun dan serahkan semua hasilnya pada Allah.
4.      Berjuang selagi muda agar masa tua nanti tak perlu kerja keras lagi.
          
Erni telah membuktikan kalau dia bisa. Bagaimana dengan kamu?

Jangan diam saja dan berharap sesuatu dapat berubah.” – Salma Hayek.

Padangsidimpuan, 23 Mei 2017.
❤ Eva Riyanty Lubis❤

Minggu, 23 Juli 2017

            
Assalamua’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
            Selamat pagi dan selamat menikmati penghujung Juli ya teman-teman. Nggak terasa hampir dua bulan mimin Okeday menyepi dari hiruk pikuk dunia perblogan. Maklum, beberapa bulan terakhir ini mimin disibukkan dengan penulisan dua buku nonfiksi dan berbagai macam pesanan artikel. Oh ya, novel mimin yang terbaru sudah bisa dibeli lewat Aplikasi Scoop lho. Judulnya Can You Hear My Heart? dan Penjerat Hati. Boleh banget dinikmati dan dikasih komentar muat mimin agar bisa menulis lebih baik ke depannya yaa *teteup promosi  
            InsyaAllah mulai hari ini mimin Okeday bakalan kembali semangat menulis di blog tercinta ini. Pantengin terus ya tulisan mimin *kedip-kedip. Kali ini kita bakalan bahas mengenai proposal.
            Pernah dengar yang namanya proposal, kan? Pengen buat proposal namun tidak tahu caranya? Tenang, dalam tulisan kali ini, mimin Okeday bakalan kupas tuntas seluk beluak proposal secara terperinci. Proposal merupakan sebuah media penyampaian ide mengenai suatu peluang dalam berbagai aktivitas, misal penawaran bisnis, penelitian, maupun proyek yang bersifat individu ataupun lembaga yang telah dirumuskan dari sebuah keadaan tertentu. Proposal juga merupakan ‘jalan’ untuk mendapatkan keuntungan, baik untuk pihak pembuat proposal maupun pihak yang akan dijadikan rekan, misal perusahan, lembaga, organisasi, ataupun event organizer (EO).
            Agar proposal yang ditulis mendatangkan hasil sesuai yang diharapkan, maka proposal harus mampu meyakinkan dan dalam pembuatannya tidak boleh asal-asalan. Di dalam proposal harus terdapat dasar-dasar yang akan mempengaruhi target proposal, sebab mereka memerlukan keyakinan bahwa dana atau tawaran konsep kerja sama harus benar-benar bermanfaat dan menguntungkan untuk kelancaran kegiatan yang akan dilakukan. Semakin baik dan menarik sebuah proposal, maka semakin besar pula peluang proposal tersebut mendapat persetujuan dari target proposal.
            Tentu kita sering menjumpai atau bahkan pernah mengalami yang namanya penolakan proposal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, mulai dari tidak jelasnya kegiatan, pernyataan lemah, atau tujuan kegiatan yang tidak jelas. Karena proposal merupakan usulan keinginan untuk melakukan sesuatu dan mengajak pihak lain bersedia bekerja sama, maka keseluruhan isi proposal harus menampilkan suatu gagasan yang benar-benar masuk akal dan saling menguntungkan. Sehingga tidak ada keraguan bagi pihak sponsor untuk melakukan kerja sama.
            Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan manusia untuk melakukan kerja sama pun kian besar. Dampak positifnya adalah terbukanya peluang bisnis atau peluang proyek untuk mendapakan bantuan dari donatur. Jika kamu berkeinginan untuk mendapatkan peluang tersebut, maka kamu wajib memahami bagaimana cara agar peluang tersebut berhasil menjadi milikmu. Coba lihat kembali proposal yang kamu buat selama ini dan cari tahu apa alasan proposal tersebut ditolak. Kamu harus mampu mencari tahu jawaban sebenarnya sehingga ke depannya tidak mengulang hal yang sama. Misal:
1.     Proposal tidak Menarik
Tahukah kamu bahwa ada banyak proposal yang diterima oleh perusahaan ataupun pihak lainnya dalam satu hari? Bisa kamu bayangkan jika proposalmu biasa-biasa saja alias tidak memiliki nilai lebih, tentu saja tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk ‘mengenyahkan’ proposalmu secepat mungkin dari pandangan. Karena jumlah proposal yang mereka terima bukan hanya satu atau dua, kamu diwajibkan untuk mampu membuat proposal yang menarik dan mencolok.

2.     Proposal tidak Relevan
Seperti apa sih proposal yang tidak relevan itu? Misal, proposal salah alamat. Kamu akan mengadakan event festival musik, namun mengajukan proposal pada perusahaan alat rumah tangga. Jelas sekali bahwa ini tidak berhubungan dengan perusahaan mereka.

3.     Proposal tidak Menjual
Ingatlah bahwa tujuan proposal bukan untuk meminta sumbangan atau uang hibah, namun untuk melakukan kerja sama. Jadi, perusahaan atau target proposal pasti akan mempertimbangkan sebaik mungkin isi proposal yang telah dibuat.

4.     Proposan Masuk Disaat tidak Tepat
Kamu harus bisa membaca waktu yang tepat untuk mengirimkan proposal. Misal, saat ini ada banyak festival kuliner yang tengah diadakan. Tentu saja pada saat yang bersamaan akan banyak proposal yang menawarkan hal tersebut. Jadi, hal tersebut membuat peluang diterimanya proposal kita kecil sebab ada banyak pesaing. Oleh sebab itu, pintar-pintar melihat kondisi, ya.

Beberapa aspek yang harus kamu lakukan dalam menyusun proposal, antara lain:
1.     Mempelajari situasi target proposal, lalu menetapkan masalah dan kebutuhan mereka.
2.     Membuat penyelesaian yang berharga dari masalah serta kebutuhan tersebut. Di sinilah tercipta penawaran dari semua kesimpulan yang telah dipelajari. 
3.     Dalam membuat proposal, tentukan tujuan bisnis, teknis, sosial, bahkan tujuan pribadi terutama dalam menentukan tujuan penentu kebijakan perusahaan target proposal.
4.     Mempertimbangkan perhitungan biaya serta waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kerja sama tersebut.
5.     Memikirkan setiap usulan dan masukan yang diterima, lalu mempertimbangkannya sebaik mungkin.
6.     Pastikan bahwa proposal yang dibuat sejalan dengan misi, visi, ataupun tema dari target proposal.
7.     Pastikan bahwa kamu memang memiliki keahlian dan kapasitas untuk melaksanakan kegiatan seperti yang telah kamu sebutkan dalam proposal.
8.      Tulisan dalam proposal harus tepat. Jangan membuat tulisan bertele-tele dan sulit dimengerti pembaca. Tentunya kamu harus bisa menyesuaikan tulisan yang sesuai dengan target proposal.
9.      Tentukan sektor garapan, kemudian teliti kegiatan ataupun pihak-pihak lain yang akan kamu mintai dukungan.

            Sebenarnya proposal mempunyai bentuk yang bermacam-macam, tergantung tujuan dan fungsinya. Tetapi, meskipun memiliki perbedaan, sebuah proposal tetaplah sebuah bentuk penjabaran dari penawaran yang saling menguntungkan. Secara umum, proposal dibagi menjadi dua jenis, yakni:
1.     Proposal Umum
Merupakan proposal bersifat resmi (dinas). Biasanya pembuatan proposal ini ditujukan untuk tujuan penelitian, skripsi, tesis, atau disertasi. Artinya, jenis proposal yang satu ini biasanya digunakan pada kalangan dunia akademis atau pekerjaan proyek pemerintah.

2.     Proposal Nonformal (Semiformal)
Merupakan jenis proposal freksibel karena ditampilkan dalam surat pendek. Kadang, proposal jenis ini juga disebut dengan proposal surat.

Format Penyusunan Proposal Nonformal (Semiformal)
Pendahuluan
·        Sampaikan tujuan.
·        Kembangkan ‘kail’ persuasive.
Latar Belakang Masalah
·        Bahas tujuan proposal, manfaat, bahkan sasarannya.
·        Informasikan masalah.
Rencana
·        Sajikan rencana untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan.
·        Informasikan bagaimana rencana akan dilaksanakan dan dievaluasi.
·        Uraikan table waktu.
Penetapan Staf
·        Promosikan kualifikasi staf/tim.
·        Sebutkan SDM atau peralatan khusus.
Anggaran
·        Tunjukkan biaya proyek.
·        Cantumkan tenggat waktu.
Otorisasi
·        Minta persetujuan seperti tanda tangan.
Lampiran A
·        Resume peneliti utama.
·        Surat pernyataan.
Lampiran B
·        Contoh atau daftar proyek sebelumnya.
·        Prosedur audit.
·        Grafik teknis.
·        Makalah professional.

            Lalu, bagaimana dengan proposal bisnis? Proposal bisnis juga termasuk dalam jenis proposal nonformal. Penulisan proposal bisnis harus bisa disesuaikan dengan perusahaan atau lembaga yang akan dijadikan target proposal. Untuk membuat proposal bisnis, yang harus kamu lakukan adalah:
1.      Merencanakan dan merealisasikan proposal bisnis.
2.      Membuat proposal bisnis.
3.      Konsep proposal bisnis, yang terdiri dari pengantar, pembahasan, proyek yang diusulkan, kualifikasi perusahaan, dan lampiran.
4.      Format penulisan proposal bisnis yang terdiri dari:
·        Cover.
·        Profil singkat usaha atau identitas pemilik.
·        Ringkasan proposal.
·        Isi proposal (pendahuluan, tujuan penggunaan dana, jumlah dana yang dibutuhkan, ekplanasi mengenai usaha, sejarah usaha, informasi pasar mengenai produk dan jasa spesifik, aspek produksi, aspek sosial ekonomi, sejarang keuangan usaha, proyeksi keuangan, daftar jaminan yang mungkin diberikan, dan penutup).
·        Lampiran.


Padangsidimpuan, 23 Juli 2017
❤ Eva Riyanty Lubis❤

Daftar Pustaka:
Rameli Agam, 2008, Menulis Proposal, Penerbit Familia, Yogyakarta. 



Follow Me @evariyantylubis