Rabu, 03 Mei 2017

Makna Peringatan Hari Kartini

R.A. Kartini
Sumber gambar: Wikipedia

Kita ketahui sendiri bahwa setiap tanggal 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Seorang perempuan yang memperjuangkan emansipasi wanita dan kesetaraan gender. R.A Kartini sendiri lahir di Kota Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879. Semasa hidupnya, Kartini merupakan anak yang rajin dan gemar membaca buku. Dia juga belajar bahasa Belanda.

Pada tanggal 12 November 1903, Kartini menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Meski sudah berstatus sebagai istri, perjuangan serta impiannya tidak akan pupus begitu saja. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mendirikan sekolah khusus perempuan di berbagai tempat. Karena hal itu, kaum perempuan yang dulunya tidak boleh sekolah, akhirnya mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan seperti halnya kaum pria.

            Perjuangan Kartini mendapat samputan positif dari berbagai pihak. Sayangnya, perjuangan yang didukung penuh oleh suaminya itu tidak bisa berlangsung lama. Sebab pada usia 25 tahun, yakni pada tanggal 17 September 1904, dia mengembuskan nafas terakhirnya. Karena hal itu, tak heran jika Kartini ditetapkan ebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia serta pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

            Setelah wafatnya Kartini, oleh Mr. J.H Abendanon terbitlah buku Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang) yang merupakan kumpulan surat yang pernah dikirimkan Kartini pada teman-temannya di Eropa. Surat-surat itu sendiri merupakan hasil pemikirannya tentang kondisi perempuan pribumi.

            Seiring berjalannya waktu, peringatan Hari Kartini selalu diisi dengan berbagai macam kegiatan di berbagai tempat. Misalnya mengadakan peragaan busana, lomba memasak, dan sebagainya.

            Sebenarnya, kegiatan yang demikian itu sifatnya hanya sementara. Yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai perempuan terus memperjuangkan apa yang telah diperjuangkan oleh Kartini. Misalnya dengan menjadi perempuan cerdas, berprestasi, berdedikasi, serta bisa menginspirasi banyak perempuan lainnya. Tak lupa membuat rasa nasionalisme semakin tumbuh. Lalu berjuang dengan gigih demi kebaikan diri sendiri, keluarga, lingkungan, kota, bahkan Negara kita ini. Jikalau kita didera masalah, janganlah langsung menyerah, mengeluh, serta putus asa.

Sehingga, peringatan Hari Kartini merupakan momentum dimana kita sebagai perempuan melakukan introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Ada banyak perempuan cerdas dan berprestasi di Indonesia ini. Namun, jika masih memiliki sifat, sikap dan perilaku yang tidak baik, maka sudah sepatutnya untuk segera diperbaiki.

Semoga kita sebagai perempuan bisa terbebas dari kebodohan, kemiskinan, dan kesesatan. Hingga akhirnya menjadi perempuan yang berguna bagi dunia akhirat.

            Kepada perempuan yang sudah berstatus sebagai istri, semoga  bisa menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Menjadi pendamping suami, ibu yang baik untuk anak-anak, serta menjalan karir secara professional. Dengan semangat Kartini, kita jalin persatuan dan kesatuan bangsa tanpa memandang agama, suku dan ras, karena perbedaan itu indah. Membuat hidup lebih berwarna. Akhir kata, selamat memperingati Hari Kartini.


Medan, April 2015.


Dimuat pada Harian Analisa Medan.
Minggu, 23 April 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis