Minggu, 28 Mei 2017

Ulos Batak Angkola
Doc. pribadi

            Secara harfiah, Ulos disebut sebagai kain atau selimut. Dalam Batak Angkola, Ulos disebut juga sebagai Abit Godang atau Abit Batak. Makna, fungsi, dan guna Ulos di setiap suku Batak hampir sama, yang membedakan hanya penyebutan nama serta motif. Batak Toba, Mandailing, dan Angkola menyebut kain adat sebagai Ulos, Batak Simalungun menyebutnya Hiou, Batak Karo menyebutnya Uis, dan Batak Pakpak menyebutnya sebagai Oles.
            Sebelum masuk agama Islam dan Kristen di Angkola, masyarakatnya menganut kepercayaan Pelebegu atau memuja roh nenek moyang. Tak sedikit juga yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Pada masa itu, Ulos merupakan salah satu wujud ekspresi dari kepercayaan yang dianut. Nah, ketika agama Islam dan Kristen masuk pada abad ke 19 hingga kini, Ulos tetap digunakan. Batak Kristen menggunakan Ulos dalam pelaksanaan ibadah di gereja, upacara Mangulosi pada perkawinan, dan sebagainya. Pun demikian dengan Batak Muslim yang juga menggunakan Ulos dalam upacara kelahiran anak, perkawinan, khitan, dan masih banyak lainnya.

Proses Pembuatan Ulos.
Doc. pribadi
            Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan—Sumatera Utara, merupakan pusat adat dan budaya yang sejak dulu memegang peranan penting bagi Batak Angkola. Di sana kamu bisa dengan mudah menemukan pengrajin tenun dan kain adat, yang masih mempertahankan cara pembuatan secara manual.
            Pada Batak, Ulos Batak Angkola termasuk yang paling cerah dan banyak motifnya. Setiap motif memiliki arti, lho. Jadi, motif tidak sekadar motif. Berikut arti dari motif Ulos Batak yang Angkola yang digunakan pada upacara pernikahan, prosesi ini biasa disebut sebagai prosesi Mangulosi:

Rambu

Wujudnya seperti bulu atau putri melambai. Melambangkan dalam berumah tangga harus luwes mencari nafkah.




Manik-Manik Si Mata Rambu

Melambangkan suami istri harus bisa menjaga anak laki-laki dan perempuannya dengan baik.




Sirat

Melambangkan rumah tangga harus dipertahankan.





Jarak


Melambangkan semua aspek kehidupan harus ada jarak, tidak boleh terlalu dekat.




Pusuk Robung



Melambangkan bahwa sepanjang hidup kita harus bisa memberi manfaat. Ibarat pepatah, makin tinggi makin merunduk.




Luslus


Melambangkan dalam hidup manusia harus bisa bermasyarakat.




Tutup Mumbang

Melambangkan bahwa kita harus mampu menyimpan hal buruk dan tidak mengumbar hal baik.





·       Iran-Iran
Melambangkan bahwa ke manapun kamu melangkah, kamu harus meninggalkan jejak kebaikan.





Jojak Mata-Mata
Melambangkan suami dan istri harus mampu memberikan kesan baik tentang keluarganya pada mertua, begitu juga sebaliknya.




·        Yok Yok Mata Pune
Melambangkan bahwa perempuan Batak harus pintar, cerdas, dan mau belajar.





·        Ruang
Melambangkan bahwa suami istri harus berjiwa tegar, kuat, dan mampu merangkul semua pihak yang ada di sekitarnya.




·        Si Jobang
Melambangkan bahwa Mora harus bertanggung jawab terhadap seluruh aspek kehidupan orang di sekitarnya.





·        Singap
Melambangkan bahwa kita harus mampu menahan panas dan terik matahari.





·        Horas Tondi Madingin Sayur Matua Bulung
Merupakan serangkaian doa dan harapan semoga yang diUlosi selamat dan jiwanya sejuk sampai dia seperti daun yang menua.




·        Bunga
Melambangkan bahwa perempuan Batak harus mengeluarkan bau yang harum bagi sekelilingnya. Artinya bisa menjadi teladan yang baik.




·        Suri-Suri
Melambangkan bahwa keluar rumah harus merapikan diri terlebih dahulu. Artinya sebelum mengurus orang lain, urus diri sendiri terlebih dahulu.




·        Dalihan Na Tolu
Pada Batak ada tiga unsur penting yakni Mora, Kahanggi, dan Anak Boru.





·        Tugu
Melambangkan perkumpulan keluarga. Orang Batak harus bisa hidup dalam perkumpulan keluarga.





            Sebuah warisan nenek moyang yang sangat luar biasa maknanya. Ulos perlu dijaga, dilestarikan, dirawat, serta dilindungi oleh hukum dan kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya Batak, agar terhindar dari berbagai macam hal yang ingin merusak dan menghilangkan kain adat tersebut sebagai simbol adat budaya Batak Angkola.
            Saya sendiri sangat bangga sebagai orang Batak yang memiliki kain adat berupa Ulos. Apalagi sekarang sudah banyak desainer yang membuat pakaian dengan Ulos sebagai motifnya. Tentu hal tersebut merupakan salah satu cara mengenalkan Ulos kepada banyak orang. Besar harapan saya, Ulos tidak hanya dikenal di dalam negeri, namun juga bisa diterima di luar negeri.[]

*Sumber foto motif ulos dan maknanya dari

*Diikutsertakan dalam Lomba Menulis Sahabat Gold.
#SAHABATGOLD #kisahIstimewaSahabat #pesonaIndonesia

Minggu, 14 Mei 2017

Monumen Perang Kemerdekaan BenHur


Selamat datang di Monumen Benteng Huraba, ya! 

Sebenarnya, Sumatera Utara kaya akan tempat pariwisata. Salah satu yang terkenal adalah Benteng Huraba atau terkadang disebut dengan sebutan Benhur. Tempat pariwisata yang juga merupakan saksi sejarah ini terletak di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dari Padangsidimpuan, butuh waktu kurang lebih empat puluh menit menggunakan sepeda motor.
Si cantik Winny lagi berpose :D

Setelah mengalami renovasi, BenHur jadi jauh lebih indah dan bersih.
Jikalau teman-teman ingin pergi ke Aek Sijornih, salah satu tempat pariwisata yang terkenal di Panyabungan, pastilah melewati Bentang Huraba.  Benteng Huraba ini sendiri terletak pas di tepi jalan. Berada di sebelah kanan kalau kita berangkat dari Padangsidimpuan. Jika kita teliti, kita akan menemukan plakat bertuliskan Bentang Huraba di pinggir jalan tersebut.
Nama Benteng Huraba sendiri diambil dari nama desa letak benteng ini berada. Peletakan batu pertama benteng ini dilakukan oleh Kepala Daerah Kepolisian Sumatera Utara, Brigadir Jendral Polisi JFR Montolalu pada 4 September 1980.
Benteng yang diresmikan pada 21 November 1981 oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Polisi DR Awaloedin Djamin MPA  ini merupakan monumen peristiwa perjuangan merebut kembali kemerdekaan Republik Indonesia pada 5 Mei 1949 setelah Belanda kembali menyerang karena tidak menerima kemerdekaan Indonesia.
 Bentuk Benteng Huraba seperti kerucut. Kita harus menaiki kurang lebih dua puluhan anak tangga untuk tiba di atas. Tempat ini dikelilingi pagar besi yang dicat berwarna hitam dengan panjang kurang lebih satu meter. Ketika kita tiba di atas, kita akan menemukan meriam bercat hitam, yakni di sebelah kanan dan kiri tempat tersebut. Meriam yang ada di sebelah kiri ketika kita masuk, bentuknya lebih utuh ketimbang yang berada di sebelah kanan. Dulu, meriam itu digunakan para pejuang untuk melawan Kolonial Belanda.
Di tengah tempat ini terdapat satu bangunan mirip kastel dengan tinggi kurang lebih enam meter, namun dikelilingi oleh rantai. Di situ kita akan menemukan tulisan yang mengatakan kalau ada 27 orang pejuang bangsa yang gugur. Yakni dari angkatan darat 16 orang dan POLRI 11 orang.
Di sisi belakang tempat ini, di luar pagar besinya, dibuat tembok berbentuk persegi panjang dengan relief perjuangan dan bacaan, “Maju Terus Pantang Mundur.”
Maju Terus Pantang Mundur!
Kobarkan semangat merah putihmu!

Untuk memasuki Bentang Huraba, kita tidak akan dipungut bayaran alias gratis. Entah mungkin karena gratis, tempat ini menjadi kurang terawat. Sampah terlihat berserakan. Belum lagi coretan-coretan tak penting di dinding-dinding monumen.
Sungguh ironis. Sebab banyak pengunjung yang tidak berpikir jauh ke depan. Padahal pariwisata sejarah seharusnya dijaga sebaik mungkin agar tetap utuh hingga anak cucu kita kelak bisa mengetahui sejarah yang terjadi di tempat tinggal atau negaranya sendiri. Contoh kecil yang bisa kita lakukan saat ini adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sebagai warga Negara yang baik, kita wajib mengetahui jejak-jejak sejarah yang ada di Negara kita. Bagi teman-teman yang berminat untuk mendatangi Tapanuli Selatan, jangan lupa untuk menikmati pariwisata sejarah ini. Selain mengetahui banyak hal dari jejak sejarah ini, kita juga akan dimanjakan oleh pemandangan alam yang menyejukkan. Jauh dari polusi dan macet. Udara yang benar-benar bagus untuk tubuh kita. 
Benteng Huraba saat ini.

Benteng Huraba sebelum direnovasi. 


Jumat, 05 Mei 2017

Pentingnya Liburan.

            “Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15)

Destinasi Liburan Halal Di Tapanuli Selatan
            Liburan lebaran dan tahun baru merupakan momen yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Agar momen kebersamaan ini bisa dinikmati, jauh-jauh hari kamu sudah harus membuat perencanaan yang matang. Mulai dari dana, pemilihan waktu, transportasi, itinerary, dan sebagainya. Dengan membuat perencanaan yang matang, insyaAllah liburanmu bisa berjalan dengan lancar dan sesuai yang kamu harapkan.
            “Bukankah liburan tanpa perencanaan itu lebih menyenangkan? Setiap perjalanan spontan akan memberikan kejutan tak terduga!”
            Ya! Kalau kamu liburan seorang diri dan mencintai tantangan serta petualangan. Lain hal bila kamu liburan lebaran dan tahun baru bersama keluarga. Untuk meminimalisir kejadian tidak terduga atau habisnya waktu sebab tidak tahu mau ke mana atau melakukan apa alias mati gaya, dibutuhkan perencanaan yang sangat matang. Saya dan keluarga pernah merasakan kondisi di atas disebabkan liburan lebaran mendadak. Alhasil kita cuma muter-muter nggak jelas karena setiap lokasi wisata yang dituju sudah dipenuhi oleh pengunjung. Finally, adek-adek pun mengeluarkan segala keluhan dengan muka ditekuk. Hihi. Harusnya liburan menjadi menyenangkan malah menyebalkan, ya?

Liburan mati gaya. Pada lemas semua. :D

            Saya dan keluarga biasanya menghabiskan waktu liburan lebaran dengan mengunjungi nenek di desa Pinarik, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Hal ini sudah menjadi rutinitas keluarga kami setiap tahunnya. Dari rumah—Padangsidimpuan, Sumatera Utara—menuju desa tersebut memakan waktu kurang lebih enam jam dengan menggunakan bus. Dua jam menuju Pinarik, jalanan mulus tak lagi ditemui. Meski kondisi jalan penuh dengan bebatuan, kami tetap bisa menikmatinya. Sebab pemandangan menuju kampung nenek begitu indah. Hamparan sawah dan hijau dedaunan sangat menarik mata. Belum lagi kumpulan monyet yang tampak asyik berlompat ria dari satu ranting pohon ke pohon lainnya. Jadi, tidak ada alasan untuk berkeluh kesah selama perjalanan!
            Tiba di rumah nenek, kami disambut dengan penuh suka cita. Karena desa ini merupakan desa kecil dengan tingkat kepedulian masyarakat yang masih sangat tinggi, setiap orang yang datang dari luar kota, pasti disambut oleh banyak orang. Mulai dari tetangga dekat, tetangga jauh, dan saudara, berkumpul di rumah nenek. Belum lagi anak-anak kecil dengan logat Batak Mandailingnya yang kental. Menambah suasana menjadi ceria. Kadang-kadang saya berpikir, “Memangnya kami artis sampai disambut seheboh ini?” Hihi. Tetapi inilah salah satu alasan mengapa liburan lebaran di kampung nenek menjadi sangat spesial!
            Kalau lebaran identik dengan ketupat, di Pinarik lemang jawaranya. Setiap rumah pasti memasak lemang. Nantinya mereka bakalan roker lemang ke tetangga dan saudara. Orang-orang yang bersilaturrahmi pun akan disuguhi lemang. Jarang sekali masyarakat di sini memiliki kue lebaran. Kalaupun ada, biasanya mereka hanya membuat kue bawang dan kacang tojin.
            Hari pertama lebaran biasanya dihabiskan dengan berkunjung ke rumah saudara. Saling bermaaf-maafan. Senyum sumringah terukir di mana-mana. What a wonderful day!
            Barulah pada lebaran kedua dan hari selanjutnya kami menikmati destinasi di desa ini. Meskipun Pinarik masih minim pariwisata, tetapi desa ini menawarkan keindahan gunung, hutan, dan sungai yang tiada duanya. Belum lagi kalau musim buah-buahan seperti durian, langsat, semangka, jagung, rambutan, dan manggis, kita bisa memetik dan menikmati buah di kebunnya secara langsung. Akan ada banyak orang yang piknik di kebun tersebut. Sembari memakan bekal yang dibawa dari rumah atau memanggang ikan di bawah pohon, ditambah dengan menikmati buah-buahan yang dipetik secara langsung. Betapa nikmat!

Menikmati keindahan alam di desa Pinarik. 

            Lalu bagaimana dengan liburan tahun baru?
            Karena liburan tahun baru tidak lama, alias hanya sehari atau dua hari, destinasi pilihan kami adalah destinasi yang berada di kota tempat kami tinggal—Padangsidimpuan, atau paling jauh liburan ke Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah—yang memakan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan. Pantai, sungai, dan air terjun merupakan destinasi favorit saya dan keluarga.
            Bagi kamu dan keluarga yang kepengen cari suasana baru untuk liburan lebaran dan tahun baru ceria serta halal di Kabupaten Tapanuli Selatan, berikut destinasi favorit yang bisa menjadi pilihanmu:
1.     Aek Sijorni
Sumber gambar: imgrum.net
Merupakan wisata pemandian yang memiliki air terjun dengan ketinggian kurang lebih 10 meter. Uniknya, bentuk air terjun Aek Sijorni agak miring sehingga air terjunnya menyebar ke sisi kanan dan kiri. Nah, air terjun yang menyebar ini ditampung pula dalam bentuk kolam buatan. Airnya sangat jernih. Belum lagi panorama asri di sekitar tempat wisata. Begitu indah dan bisa membuat pikiran menjadi tenang.

2.     Danau Siais
Sumber gambar: Pariwisata Sumatera Utara
Danau Siais merupakan danau terbesar kedua di Sumatera Utara. Memang danau Siais belum sepopuler Danau Toba. Butuh banyak ‘usaha’ agar destinasi yang satu ini bisa menjadi idola masyarakat. Danau Siasis terletak di desa Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur. Untuk mencapai danau seluas 4.500 ha ini membutuhkan jarak tempuh sekitar 60 km dari Padangsidimpuan.

3.     Parsariran
Sumber gambar: Tapanuli Nadeges
Merupakan tempat wisata pemandian yang terletak di Kecamatan Batang Toru. Tempat ini selalu ramai pengunjung, apalagi ketika liburan tiba.  Air sungai yang jernih dengan bebatuan besar, ditambah panoramanya yang indah membuat Parsariran begitu disenangi masyarakat. Butuh waktu kurang  lebih dua jam dari Padangsidimpuan untuk tiba di lokasi wisata ini.

4.     Aek Sabaon
Sumber gambar: YouTube
Destinasi yang satu ini mulai terdengar gaungnya sejak tahun 2016. Hingga kini, Aek Sabaon telah berhasil menarik hati banyak pengunjung.

5.     Tor Simago-Mago
Sumber gambar: IAS Plus Sipirok
Sipirok memang kaya akan tempat wisata. Tor Simago-Mago salah satunya. Belum ke Sipirok namanya kalau kamu tidak singgah di tempat wisata keren yang satu ini. Tor dalam bahasa Batak artinya bukit. Nah, dibukit ini kamu bisa melihat pemandangan alam Sipirok yang begitu asri. Tempat ini bagus untuk menghilangkan penat, sambil menikmati segar dan sejuknya suasana.

6.     Pemandian Air Panas Padang Bujur
Sumber gambar: pierpoenya.wordpress.com
Kalau kamu liburan di Sipirok yang terkenal dengan cuacanya yang sejuk, singgalah sebentar di pemandian air panasnya.

7.     Simarsayang
Sumber gambar: Pariwisata Sumatera Utara
Simarsayang merupakan tempat wisata berupa bukit yang terletak di Padangsidimpuan. Kalau Bogor terkenal dengan Puncak Bogor, maka Padangsidimpuan terkenal dengan Simarsayang. Mulai dari pagi hingga malam, tempat ini selalu ramai pengunjung. Pada pagi hari, biasanya tempat ini dijadikan sebagai tempat berolahraga sembari memandang hamparan kota Padangsidimpuan.  

8.     Air Terjun Silima-Lima
Sumber gambar: Pariwisata Sumatera Utara
Sebenarnya sejak 2012 pariwisata ini sudah mulai terdengar gaungnya ke beberapa penjuru daerah. Namun, hingga kini masih banyak juga masyarakat yang kurang peduli pada Air Terjun Silima-Lima. Salah satu alasannya karena akses jalan untuk tiba di sana yang tergolong tidak mudah alias butuh perjuangan.

9.     Benteng Huraba
Benteng Huraba saat ini.
Doc Pribadi. 
Benteng Huraba terkadang disebut dengan sebutan Benhur. Tempat pariwisata yang juga merupakan saksi sejarah ini terletak di Kecamatan Batang Angkola. Dari Padangsidimpuan, butuh waktu kurang lebih empat puluh menit menggunakan sepeda motor.

10.Kebun Buah Naga
Metik buah naga,yuk!
Ada dua tempat perkebunan buah naga di Padangsidimpuan. Yakni di Palopat Maria—Padangsidimpuan Hutaimbaru—dan Pudun Jae—Padangsidimpuan Batunadua. Keduanya memberikan keindahan yang sama. Kita bisa melihat kebun buah naga dari yang kecil, hingga yang buahnya siap untuk dipetik. Di lokasi yang sama juga dihadirkan tempat menikmati berbagai hidangan kuliner, dengan minuman khas dari buah naga, berupa juice, dan ice cream.

Cheria Halal Wisata Tour and Travel
Aku ingin liburan! >.<
             Cheria Halal Holiday berdiri sejak tahun 2012 dan hingga kini sudah berhasil membuktikan bahwa mereka adalah salah satu wisata halal tour and travel terbaik di Indonesia. Cheria Halal Holiday berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, harga bersaing, dan garansi kepuasan bagi pelanggan. Cheria Travel melayani paket tour dalam dan luar negeri. Selain itu, Cheria Travel juga menyediakan tiket, visa, hotel, dan berbagai kebutuhan lainnya selama perjalanan.
Beberapa paket tour Cheria dalam negeri. 

            Agen IATA domestik dan internasional untuk tiket Cheria, sedangkan Agen Resmi Madinah Iman Wisata Cabang Jakarta untuk layanan haji plus dan umroh.
Bapak Cheriatna selaku Founder HTK / Owner Cheria Halal Holiday bersama keluarga. 

Company Profile Cheria Travel
Kantor Cheria Mampang
Alamat           : Gedung Twink Lt. 3. Jalan Kapten P. Tandean No. 82 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12790.
Telepon         : 021 – 7900 201/021 – 700 216
Fax                  : 021 – 7918 2408
Email              : info@cheria-travel.com 
Website         : www.cheria-travel.com

Adapun legilitas Cheria Tour and Travel antara lain:
1.      TDP 36/2014 Tangal 7 Januari 2013 Dinas Pariwisata DKI Jakarta.
2.      Member International Air Transport Association (IATA) dengan No. 15314132.
3.      Izin Penyelenggara Ibadah Haji Khusus Madinah Iman Wisata No. 118 Tahun 2015.
4.      Izin Umroh Madinah Iman Wisata No. D/70/2015.
5.      Cabang Resmi Madinah Iman Jakarta.



Pentingnya Pemilihan Travel yang Mensupport Wisata Halal
            Seiring berjalannya waktu, jumlah traveler muslim dunia pada tahun 2014 sudah mencapai 116 juta. Di Indonesia sendiri traveler muslim terus mengalami peningkatan. Di tahun 2014 traveler muslim dunia menghabiskan US$ 142 miliar untuk berwisata. Benar-benar angka fantastis! Tujuan wisata mereka bisa ke negeri mayoritas muslim atau pun ke negeri non muslim.
20 Negara muslim yang biasa menjadi tujuan destinasi wisatawan. 

20 Negara non muslim yang biasa menjadi tujuan destinasi wisatawan. 

            Dari data tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa traveler muslim pastinya menginginkan perjalanan yang nyaman dan aman, tersedianya tempat beribadah, bisa beribadah dengan tenang, mendapatkan makanan halal, dan sebagainya. Intinya jangan sampai ada aktivitas non halal selama perjalanan. Baik itu perjudian, minuman alkohol, dan masih banyak lainnya.
            Tentu saja saat ini banyak tour and travel yang bisa membantu kamu dalam melakukan perjalanan, tetapi belum banyak paket wisata halal tour and travel. Beruntunglah Cheria Travel hadir di tengah kita. Meskipun begitu, pemerintah memang sudah berbedah dan hendak menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pariwisata halal di tahun 2020.

Pentingnya Menu Halal dalam Wisata Halal
Sumber gambar: Klikkabar.com 
            Ketika kamu liburan ke berbagai tempat yang belum tentu mayoritas muslim, tentu kamu harus teliti soal makanannya. Kamu tidak bisa asal comot sana-sini meskipun makanan tersebut berhasil mengundang seleramu. Pastikan makanan yang akan kamu konsumsi memiliki lebel atau sertifikat halal.
            “Lalu bagaimana bila saya hendak membeli daging sapi atau ayam di supermarket namun tidak memiliki lebel halal? Apa sudah pasti daging yang saya beli tersebut haram?”
            Di dalam Shahih Bukkari diriwayatkan bahwa ada sekelompok orang yang berkata kepada Nabi Muhammad Saw, “Sesungguhnya ada suatu kaum yang datang kepada kami dengan membawa daging. Kami tidak tahu apakah daging tersebut disembelih atas nama Allah atau tidak.”
            Maka Nabi menjawab, “Bacalah Bismillah atas sembelihan itu olehmu dan makanlah.”
            Jadi, pada dasarnya sembelihan ahlulkitab menurut al-Qur’an itu halal. Oleh karena itu sembelihan mereka yang beragama non muslim boleh dikonsumsi muslim. Yang tidak boleh tentunya makanan yang sudah dipastikan haram, seperti daging babi.
            “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberikan Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka.” (QS Al-Maidah [5]:5)
            Tentu kalau kita berada di negara orang yang merupakan negara multikultural, di mana dari semua agama dan termasuk tidak beragama ada di sana, jadi ada kemungkinan tukang potong hewan mereka pun memiliki agama yang beragam.
            Mengenai hukum menggunakan peralatan makanan orang non muslim, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Jangan kalian gunakan untuk makan, kecuali bila tidak ada yang lain. Cucilah terlebih dahulu baru gunakan untuk tempat makan kalian.”
            Untuk lebih mudahnya, pastikan saja makanan yang hendak kamu konsumsi benar-benar sudah memiliki lebel dan sertifikat halal. Alhamdulillah sekarang ini di setiap negara multikultural sudah menyediakan banyak restoran halal. Misalnya di Korea, China, Jepang, dan Eropa.

Adanya Fatwa MUI tentang Wisata Halal
Fatwa MUI tentang pariwisata halal. 
            Cheria Halal Holiday sebagai biro perjalanan yang mengkhususkan diri membuat program wisata halal mendukung penuh terbitnya Fatwa MUI bernomor 108/DSN-MUI tentang pariwisata syariah, bentuk dukungan yang diberikan adalah dengan terus melakukan sosialisasi kepada umat Islam akan pentingnya wisata halal dalam pembentukan karakter keluarga muslim.
            Selanjutnya selaku operator Cheria Halal Wisata menunggu pedoman terkait keluarnya fatwa tersebut dan siap mendukung MUI agar fatwa tour wisata halal tersebut diketahui masyarakat luas.
            Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), setelah  menimbang:
1.      bahwa saat ini sektor periwisata berbasis syariah mulai berkembang di dunia termasuk Indonesia, sehingga memerlukan pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah;
2.      bahwa ketentuan hukum mengenai pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah belum diatur dalam fatwa DSN-MUI;
3.      bahwa atas dasar pertimbangan huruf a dan b, DSN-MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah.

Libur Lebaran dan Akhir Tahun/Tahun Baru
            Liburan lebaran dan liburan akhir tahun/tahun baru memang menyenangkan bila dinikmati bersama keluarga. Kalau kamu butuh suasana baru dan ingin menikmati libur lebaran dan akhir tahun atau tahun baru ke luar negeri, boleh juga lho! Cheria Travel memberikan tawaran menarik dengan harga lebih murah dan tentu saja dengan pelayanan memuaskan. Dijamin liburanmu akan menyenangkan dan terasa lebih spesial. Berikut paket tour luar negeri yang bisa menjadi pilihanmu:







            Jadi, percaya dong kalau Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia? Oleh karena itu, jangan ragu memilih Cheria Travel sebagai teman liburanmu ya.

Sumber informasi:
1.      http://cheria.co.id
3.      Ebook Laris Manis Bisnis Wisata Halal.

           





Follow Me @evariyantylubis