Selasa, 01 November 2016

Teror Hiv/Aids Semakin Mengancam Remaja Indonesia

Eva Riyanty Lubis

Sumber gambar: Asset Chemist



            HIV/AIDS adalah salah satu penyakit paling mematikan yang berhasil meneror seluruh masyarakat di dunia ini, tak terkecuali Indonesia. 01 Desember, diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Lalu apa yang harus dilakukan dengan peringatakan tersebut?
            Human Immuno Defeciency Virus (HIV) adalah virus yang membuat kekebalan tubuh kita rusak. Kalau virus ini terus berkembang, maka ia kan menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Penderita HIV dapat menularkan penyakitknya. Hanya saja kita tidak bisa memutuskan untuk mengatakan seseorang terkena HIV kalau hanya melihat dari penampilan luarnya saja.

Penularan HIV/AIDS
            HIV hanya hidup di dalam empat cairan tubuh manusia. Yakni cairan darah, sperma, vagina, dan air susu. Penularan melalui cairan darah bisa terjadi ketika melakukan transfusi darah, pemakaian jarum suntik, tato, dan akupuntur.
            Penularan melalui sperma tentu saja terjadi apa bila terjadi hubungan badan. Salah satu pasangan positif HIV, atau seringnya melalukan hubungan badan dengan gonta-ganti pasangan.
            Penularan melalui air susu bila seorang ibu positif mengidap HIV, maka bayi yang sedang dia susui bisa dipastikan juga akan tertular penyakit yang sama.
            Jadi kalau dikatakan berjabat tangan, menggunakan sendok bareng, makan sepiring berdua bisa menyebabkan HIV/AIDS tertular, sama sekali tidak benar.

Gejala HIV/AIDS
            Beberapa gejalanya dalah demam dan berkeringat pada malam hari selama waktu yang cukup lama, batuk berkepanjangan disertai sesak napas, diare berat, kelainan kulit dan iritasi, infeksi jamur pada mulut, kehilangan berat badan secara drastis, pembesaran kelenjar secara menyeluruh, di leher, ketiak, lipatan paha dan gangguan syaraf seperti lamban berpikir.
            Cara akurat untuk memastikan seseorang positif terkena HIV adalah dengan cara tes darah.

Agar dijauhkan dari HIV/AIDS
Menghindari penularan HIV/AIDS bisa melalui:
1.      Selalu mendekatkan diri Kepada Sang Pencipta agar terhindar dari segala mara bahaya termasuk penyakit HIV/AIDS yang mematikan.
2.      Tidak melalukan perzinaan atau perbuatan yang mengarah padanya.
3.      Ketika melalukan transfusi darah, pastikan darah yang ditransfusi tidak tercemar HIV.
4.      Ketika menggunakan jarum suntik, pastikan jarum suntiknya bersih dan steril.

Harus Lebih Peduli
            Kalau bukan kita yang menjaga diri kita, siapa lagi? Kita lihat sendiri zaman semakin maju, tingkah laku pun semakin banyak yang tidak beres. Remajanya apalagi. Bukankah tumbuh kembangnya Negara ini juga berada di tangan kita?
            Menurut Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia sejak 01 April 1987 sampai dengan 30 Juni 2014, jumlah kumulatif penderita HIV mencapai 142.950 orang sedangkan positif AIDS mencapai 55.623 orang. Sedang angka kematian dari penyakit itu memakan korban sebanyak 9.760 orang. Sebuah angka yang membuat hati kita miris. Apalagi dari tahun ke tahun korban semakin banyak. Dan parahnya korban terbanyak berada di antara usia 20 sampai 29 tahun. 
            Untuk itu remaja Indonesia harus membentengi diri masing-masing agar terhindar dari penyakit mematikan ini. Tidak harus 01 Desember, namun setiap hari. Kita harus lebih peduli pada diri sendiri. Jauhkan diri dari HIV/AIDS.

November 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @evariyantylubis